Sektor 21 Satgas Citarum dan KLHK Sidak Empat Pabrik di Wilayah Cimahi

ARCOM.CO.ID ,Cimahi. Sektor 21 Satgas Citarum, Jumat, (26/10/2018), berkesempatan mendampingi jajaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan sidak ke empat pabrik di wilayah Cimahi dalam rangka mengkaji revisi parameter baku mutu, turut hadir Danramil 0922/Cimahi selaku Dansubsektor 21-13 Mayor Inf Mamin Masturi  mewakili Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat.

Kedatangan jajaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ke empat pabrik di wilayah Cimahi, (PT Trisulatex, PT Sinar Pangjaya, PT Benang Warna Indonesia, dan PT CGN) adalah dalam rangka mengumpulkan data bahan kajian peraturan baku mutu limbah industri.

Dansubsektor 21-13 Mayor Inf Mamin Masturi  mewakili Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat saat sidak ke PT Trisulatex mengatakan, pihaknya mengapresiasi penuh kunjungan KLHK memeriksa perusahaan-perusahaan di wilayah Cimahi, “Kedatangan KLHK adalah untuk mengambil sample air, dan akan dijadikan tolak ukur sejauh mana perusahaan mengolah air limbahnya,” ungkap Mamin Masturi.

Lebih lanjut Mamin Masturi mengatakan, dengan kunjungan KLHK ke perusahaan-perusahaan tekstil di wilayah Cimahi diharapkan ke depan limbah yang keluar dari pabrik di Cimahi adalah limbah yang ramah lingkungan.

“Saya menyarankan KLHK agar sering datang ke perusahaan-perusahan di Cimahi, kalau perlu terjadwal, karena walaupun perusahaan sudah berkomitmen menjaga lingkungan, namun bila tidak ada pengawasan, bisa saja perusahaan menjadi abai dan terbuai,” ujarnya.

Di akhir paparannya Mamin Masturi mengatakan, jumlah pabrik di wilayah Cimahi ada 300 lebih, “Namun pabrik yang dipilih KLHK untuk diperiksa merupakan pilihan KLHK sendiri yang dipilih secara acak,” pungkasnya.

Setelah melakukan sesi wawancara, Dansubsektor 21-13 Mayor Inf Mamin Masturi  mewakili Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat bergegas menuju PT Sinar Pangjaya, PT Benang Warna Indonesia, dan PT CGN untuk mendampingi tim KLHK.

General Affair PT CGN Trisno kepada para awak media mengatakan, pihaknya menyambut baik kedatangan tim KLHK ke PT CGN, “Kunjungan KLHK sangat bagus, karena sebelum pemerintah menerbitkan aturan, mereka turun ke lapangan untuk melihat respon stakeholder,” ujarnya, “Jangan seperti yang dulu-dulu ketika pemerintah membuat keputusan tetapi tidak bisa diikuti perusahaan, dan pada akhirnya keputusan pemerinta menjadi tidak efektif atau dengan kata lain keputusan berlaku tetapi pihak perusahaan tidak bisa melaksanakannya.

Lebih lanjut Trisno mengatakan, dengan kunjungan KLHK ke PT CGN, pihaknya ke depan dapat mengukur kemampuan perusahan untuk melaksanakan sebuah peraturan, “Kami memberikan data-data yang kami miliki kepada KLHK dan tidak ada masalah, karena kami selama ini telah menjalankan peraturan dengan baik,” ujarnya.

“Saya berharap peraturan yang akan diterbitkan pemerintah bisa bersinergi dengan perusahaan, namun yang berat memang baku mutu, dan warna yang hingga kini masih menjadi polemik,” pungkas Trisno. (BRH)

Comments are closed.