Dansektor 21 Satgas Citarum Yusep Sudrajat Sidak Dua Pabrik Di Kota Cimahi

ARCOM.CO.ID ,Cimahi. Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat kembali melakukan sidak ke pabrik di wilayah kota Cimahi, Selasa, (30/10/2018), untuk melihat apakah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan kualitas akhir air limbah pabrik tekstil di kota Cimahi sudah memuaskan atau belum.

Sebelum melakukan sidak, Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat  terlebih dahulu melakukan briefing di Koramil 0922/Cimahi bersama Danramil 0922/Cimahi yang juga menjabat sebagai Dansubsektor 21-13 Mayor Inf Mamin Masturi, dan jajaran Satgas Citarum Subsektor 21-13/Cimahi Selatan.

“Saya tidak memberikan wewenang kepada Subsektor untuk mengecor lubang limbah pabrik bermasalah agar tidak timbul stigma negatif,” kata Yusep Sudrajat di awal pengarahannya di ruang pertemuan Koramil 0922/Cimahi,

Lebih lanjut Yusep Sudrajat mengatakan, dirinya selaku Dansektor tidak melarang Satgas Citarum bergaul dengan para pemilik pabrik, “Tetapi tetap tugas Satgas Citarum mengembalikan ekosistem sungai Citarum dan menegaskan para pemilik pabrik agar IPAL-nya lebih baik lagi,” ujarnya, “Kedekatan tidak boleh dimanfaatkan, dan tugas Satgas Citarum jangan dicampur adukan dengan hal-hal lain,” tegasnya.

Mengenai sampah, Yusep Sudrajat mengatakan, dipastikan masyarakat ada yang masih membuang sampah ke sungai, “Kerja Satgas Citarum 7 tahun, maka kita terus mengedukasi agar masyarakat tidak membuang sampah ke sungai, dan sampah yang masih ada di sungai Citarum jangan dibuat polemik, karena memang masyarakatnya masih belum siap dengan program Citarum Harum,” ujarnya.

Yusep Sudrajat berharap kepada Dansubsektor 21-13 Mayor Inf Mamin Masturi, dan jajaran Satgas Citarum Subsektor 21-13/Cimahi Selatan untuk membuat data yang berhubungan dengan tugas Satgas Citarum, “Saya minta data berapa banyak rumah yang membuang sampah sembarangan, berapa banyak CCTV, Bak Sampah, dan Tong Sampah  yang dibutuhkan, dan berapa banyak Septik Tank yang ada di wilayah Cimahi,” tegasnya, “Dalam waktu dekat data tersebut sudah harus dipasang di Posko Satgas Citarum agar kita bisa berbicara dengan data dan secara ilmiah,” ujarnya.

Sebelum berangkat sidak Yusep Sudrajat menegaskan, surat pernyataan yang dibuat oleh pihak pabrik dan Satgas Citarum di atas materai adalah guna memudahkan Satgas Citarum menindak pabrik yang membuang limbah kotor.

PT Kawi Mekar

Rombongan Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, Danramil 0922/Cimahi Mayor Inf Mamin Masturi, Jajaran Satgas Citarum Subsektor 21-13/Cimahi Selatan, Perwakilan LSM, dan para awak Media akhirnya tiba di PT Kawi Mekar yang berlokasi di jalan Mahar Martanegara Kota Cimahi.

Rombongan diterima oleh Pemilik PT Kawi Mekar Chandra, Direktur PT Kawi Mekar Kiky, Manajer Produksi PT Kawi Mekar Ferry, dan Marketing PT Kawi Mekar Regina, selanjutnya rombongan menuju IPAL PT Kawi Mekar untuk melakukan pengecekan.

“Selama 7 tahun PT Kawi Mekar telah melakukan Recycle olahan limbah sebanyak 80 persen untuk digunakan proses produksi,” kata Manajer Produksi PT Kawi Mekar Ferry di awal paparannya, dan pantauan di lapangan, hasil olahan limbah PT Kawi Mekar tampak cukup jernih, namun Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat meminta agar PT Kawi Mekar membuat kolam berisi ikan mas atau ikan koi disamping outlet untuk dijadikan indikator bahwa hasil akhir air limbah PT Kawi Mekar aman dibuang ke sungai.

“Baru kali ini saya masuk ke PT Kawi Mekar karena selama saya ditugaskan, perusahaan ini tidak terdeteksi membuang limbah kotor,” ungkap Yusep Sudrajat,  “Namun suatu saat air Recycle yang jenuh akan dibuang dan diganti air baru, karena hasil Recycle tidak mungkin digunakan terus menerus oleh pabrik,” ungkapnya.

“Saya simpulkan PT Kawi Mekar sudah baik, tetapi saya tetap menginginkan hasil olahan limbah pabrik ini aman saat dibuang keluar dengan cara membuat kolam atau bak dioutlet, dan di dalamnya dipelihara ikan mas atau ikan koi,” ujarnya.

Di akhir pertemuan, PT Kawi Mekar diwakili Pemilik PT Kawi Mekar Chandra membuat Surat Pernyataan di atas materai yang isinya antara lain akan terus melakukan pengolahan limbah dengan baik dan sesuai baku mutu.

PT Indah Jaya

Seusai melakukan sidak ke PT Kawi Mekar, rombongan Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat melanjutkan sidak ke PT Indah Jaya yang merupakan pabrik pencelupan kain, rombongan diterima secara langsung oleh Direktur PT Indah Jaya Hendra, Factory Manager PT Indah Jaya Yuni, dan bagian IPAL Supri.

Setelah mengunjungi IPAL PT Indah Jaya, Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat mengaku cukup puas, “Kita sudah melihat sendiri hasil olahan limbah PT Indah Jaya, sudah bening, selain itu di bak penampungan ada ikan hidup, maka saya simpulkan PT Indah Jaya sudah bagus dan kondisi ini harus dipertahankan,” ujarnya.

Lebih lanjut Yusep Sudrajat menegaskan agar PT Indah Jaya konsisten mengolah limbah pabriknya, “Satgas Citarum  tidak mau pihak pabrik membuang limbah kotor secara sembunyi-sembunyi, dan kucing-kucingan, karena kita bertugas mengawasi sungai Citarum dan pabrik-pabrik nakal selama 7 tahun, apalagi Satgas Citarum melakukan patroli selama 24 jam,” pungkasnya.

Direktur PT Indah Jaya Hendra mengakui pengolahan limbah membutuhkan biaya yang tidak sedikit, “Mau tidak mau kami harus mengikuti keinginan pemerintah demi sungai Citarum, dan kami menyiasatinya dengan cara menaikan harga, dan sejauh ini tidak ada masalah,” ungkapnya.

Di akhir pertemuan, PT Indah Jaya diwakili Direktur PT Indah Jaya Hendra membuat Surat Pernyataan di atas materai yang isinya antara lain akan terus melakukan pengolahan limbah dengan baik dan sesuai baku mutu. (BRH / ST)

Comments are closed.