Dansektor 21 Satgas Citarum Yusep Sudrajat Puas Melihat IPAL Tiga Pabrik di Cimahi

ARCOM.CO.ID ,Cimahi. Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat bersama Dansubsektor 21-13 Mayor Inf Mamin Masturi, serta jajaran Satgas Citarum Subsektor 21-13 merasa puas melihat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) tiga pabrik di kawasan Cimahi, Rabu, (31/10/2018), ketiga pabrik tersebut adalah PT Triana Harvestindo Nusantara, PT Ras Jaya, dan PT Bintang Warna Mandiri.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat bersama Dansubsektor 21-13 Mayor Inf Mamin Masturi, serta jajaran Satgas Citarum Subsektor 21-13 dalam sidak tersebut langsung mendatangi IPAL ketiga pabrik dan mengambil sampel air limbah yang telah diolah dengan baik, hal ini dilakukan untuk memastikan pabrik tekstil yang berpotensi membuang limbah ke aliran sungai di wilayah Cimahi Selatan sudah mengolah limbahnya secara baik dan benar.

Seperti diketahui, PT Triana Harvestindo Nusantara, PT Ras Jaya, dan PT Bintang Warna Mandiri sebelumnya belu pernah disidak dan dikunjungi dikunjungi Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat dan jajaran Satgas Citarum Subsektor 21-13, dikarenakan ketiga pabrik tersebut belum terdeteksi membuang limbah kotor ke aliran sungai di kawasan Cimahi.

PT Triana Harvestindo

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat bersama Dansubsektor 21-13 Mayor Inf Mamin Masturi, serta jajaran Satgas Citarum Subsektor 21-13 melakukan sidak pertama ke PT Triana Harvestindo Nusantara (Triana HN) yang merupakan perusahaan tekstil jenis denim, rombongan diterima secara langsung oleh Direktur Utama PT Triana Harvestindo Nusantara Oeiy Tony.

Seperti biasa Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat menjelaskan maksud kedatangan rombongan dan memaparkan program Citarum Harum yang tujuannya menata ekosistem sesuai amanat Perpres No. 15 tahun 2018.

Seusai menjelaskan program Citarum Harum, Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat beserta rombongan bergegas menuju IPAL PT Triana Harvestindo Nusantara untuk mengecek kejernihan air limbah olahan dan mengambil sampel air, dan hasilnya cukup memuaskan karena air tampak bening ketika dimasukkan ke dalam botol mineral.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat dalam pernyataan singkatnya mengatakan, pihaknya melakukan pengecekan IPAL PT Triana Harvestindo Nusantara yang dahulu bernama PT Bratatex, “Satgas Citarum telah bekerja kurang lebih 7 bulan dari rencana 7 tahun, dan kita lihat bersama indikasi PT Triana Harvestindo Nusantara membuang limbah kotor tidak terbukti, artinya pabrik ini membuang limbahnya dengan kondisi baik,” ungkapnya.

“Namun saya sebagai Dansektor 21 Satgas Citarum ingin memastikan apakah betul pabrik ini telah mengolah limbahnya dengan baik, dan kita lihat hasilnya bening, bahkan terdapat ikan yang hidup di bak indikator, artinya air limbah olahan ini sudah Clear dan dapat dibuang keluar,” ujarnya, secara tersirat Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat cukup puas dengan parameternya yang sudah dilakukan PT Triana Harvestindo Nusantara.

“Kondisi ini memudahkan Satgas Citarum untuk mengembalikan ekosistem DAS Citarum, dan saya minta PT Triana Harvestindo Nusantara mempertahankan hal ini,” kata Yusep Sudrajat, “Saya berharap perusahaan yang belum Satgas Citarum kunjungi IPAL-nya sudah baik seperti PT Triana Harvestindo Nusantara,” ujarnya.

Direktur Utama PT Triana Harvestindo Nusantara Oeiy Tony mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mengolah limbah secara baik, “Sejak awal tahun kami sudah komitmen meskipun secara bertahap, dan kami terus melakukan penambahan IPAL,” ungkapnya, “Ke depan kami akan melakukan Recycle, karena saat ini ada keterbatasan lahan untuk mengolah limbah dengan lebih bagus lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut Direktur Utama PT Triana Harvestindo Nusantara Oeiy Tony mengatakan, pihaknya miris melihat Sungai Citarum kotor, bau, dan penuh limbah beracun, “Maka kita berkomitmen membuang limbah dalam kondisi bagus,” tegasnya, “

Di akhir pertemuan, PT Triana Harvestindo Nusantara diwakili Direktur Utama PT Triana Harvestindo Nusantara Oeiy Tony membuat Surat Pernyataan di atas materai yang isinya antara lain pihak perusahaan akan terus menjaga hasil olahan limbah yang dibuang ke aliran sungai dalam kondisi bersih.

PT Ras Jaya

Seusai melakukan sidak di PT Triana Harvestindo Nusantara, Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, Dansubsektor 21-13 Mayor Inf Mamin Masturi, jajaran Satgas Citarum Subsektor 21-13, perwakilan LSM, dan para awak media menuju ke PT Ras Jaya yang berlokasi di jalan Cibaligo Cimahi.

Rombongan Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat diterima secara langsung oleh Direktur PT Ras Jaya Suniawani Kurniawan, seperti biasa pertemuan diisi pemaparan tentang program Citarum Harum serta tugas dan tanggungjawab Satgas Citarum, seusai pertemuan, rombongan menuju IPAL PT Ras Jaya yang setiap harinya mengolah limbah sebanyak 140 meter kubik per hari.

Pantauan di lapangan, kondisi air hasil olahan limbah PT Ras Jaya tampak bening, dan ikan di bak indikator terlihat hidup, selanjutnya sampel air olahan limbah PT Ras Jaya dimasukkan ke dalam botol mineral.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat saat diwawancara para awak media mengatakan, setelah melaksanakan pengecekan pengelolaan IPAL PT Ras Jaya ternyata kondisi air olahan limbah PT Ras Jaya bagus, dan di outlet terdapat ikan hidup, “Artinya air yang dibuang aman dan tidak membahayakan bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Menanggapi hasil sidak Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat beserta rombongan, Direktur PT Ras Jaya Suniawani Kurniawan mengatakan, dari awal berdirinya PT Ras Jaya, pihaknya selalu berusaha mengelola limbah dengan baik, “Apalagi setelah kami mendengar Program Citarum Harum, kami terus memperbaiki IPAL kami,” ujarnya.

Di akhir sidak, PT Ras Jaya diwakili Direktur Suniawani Kurniawan membuat Surat Pernyataan di atas materai yang isinya antara lain pihak perusahaan akan terus menjaga hasil olahan limbah yang dibuang ke aliran sungai dalam kondisi bersih.

PT Bintang Warna Mandiri

Setelah melakukan sidak di PT Triana Harvestindo Nusantara dan PT Ras Jaya, rombongan bergegas menuju PT Bintang Warna Mandiri (BWM) yaitu perusahaan yang bergerak di bidang pencelupan tekstil.

Rombongan Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat diterima secara langsung oleh Direktur PT Bintang Warna Mandiri Henry Susilo Gunardi, selanjutnya rombongan meninjau IPAL PT BWM yang terletak di seberang jalan pabrik.

Didampingi Direktur PT Bintang Warna Mandiri Henry Susilo Gunardi, Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat berkeliling dan mengamati proses IPAL PT BWM yang di dalamnya terdapat bak besi Qualifier berukuran sangat besar.

Sama seperti dua pabrik sebelumnya, sampel air hasil olahan limbah PT Bintang Warna Mandiri terlihat bersih, dan terdapat ikan hidup di dalam outlet.

“Satgas Citarum Harum Sektor 21 hari Rabu tanggal 31 Oktober 2018 sudah melakukan sidak ketiga pabrik, dan melakukan pengecekan IPAL dan air hasil olahan limbah ketiga pabrik tersebut,” kata Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, “Untuk PT BWM, ternyata pengelolaan IPAL-nya sudah baik, dan air hasil olahan limbahnya sudah baik,” ungkapnya, “Kondisi hasil olahan limbah PT BWM sudah tidak berbahaya, karena di bak outlet sudah ditanami ikan, dan ternyata ikan dapat hidup,” ujarnya.

“Hal seperti ini sangat baik, karena dapat mempercepat kembalinya ekosistem yang ada di Daerah Aliran Sungai Citarum,” pungkas Yusep Sudrajat.

Direktur PT Bintang Warna Mandiri Henry Susilo Gunardi mengatakan, pihaknya mengambil alih PT BWM sejak tahun 2010, “Pada awalnya proses IPAL pabrik yang lama kurang memadai, namun dari tahun ke tahun kita secara bertahap berusaha memenuhi keinginan pemerintah dalam mengolah air limbah, saat ini memang belum sempurna, karena bisa dilihat Qualifier masih dalam proses pembuatan untuk digunakan,” ungkapnya, ”Ke depan kita akan melakukan Recycle agar penggunaan air dapat lebih efisien,” pungkasnya.

Seusai sidak, PT Bintang Warna Mandiri diwakili Direktur PT Bintang Warna Mandiri Henry Susilo Gunardi membuat Surat Pernyataan di atas materai yang isinya antara lain pihak perusahaan akan terus menjaga hasil olahan limbah yang dibuang ke aliran sungai dalam kondisi bersih. (BRH / ST)

Comments are closed.