Sektor 21 Satgas Citarum Cor Tiga Pabrik Tekstil di Rancaekek

ARCOM.CO.ID ,Kabupaten Sumedang. Sektor 21 Satgas Citarum Subsektor 15 atas perintah Komandan Sektor (Dansektor) 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat secara tegas melakukan pengecoran terhadap lubang pembuangan limbah tiga pabrik di kawasan Rancaekek Kabupaten Sumedang yang kedapatan tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Pengecoran dilakukan pada Selasa, (6/11/2018), di kawasan Sunson Rancaekek, ketiga pabrik milik Korea Selatan yang dilakukan pengecoran lubang pembuangan limbahnya oleh Sektor 21 Satgas Citarum Subsektor 15 adalah, PT Dae Sung I, PT Daesung II, dan PT Kosina.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat  ditemui di lokasi pengecoran mengatakan, Sektor 21 Satgas Citarum terpaksa mengecor lubang pembuangan limbah tiga pabrik di kawasan rancaekek karena tidak memiliki IPAL dan langsung membuang limbah ke sungai tanpa diproses terlebih dahulu, “PT Dae Sung milik orang Korea ini bergerak di bidang WJL, yaitu pengolahan benang menjadi kain,” ujarnya.

Lebih lanjut Yusep Sudrajat mengatakan, sebelum ketiga pabrik dicor atau dilokalisir, jajaran Sektor 21 Satgas Citarum Subsektor 15 sehari sebelumnya telah mengambil dokumentasi, dan air limbah pabrik di kawasan Sunson Rancaekek kotor dan berwarna putih, “Setelah kita cek hari ini ternyata memang benar ketiga pabrik ini tidak memiliki IPAL, dan pihak pabrik beralasan sedang membuat fasilitas IPAL,” ungkapnya, “Maka saluran pembuangan air limbah ketiga pabrik ini dilokalisir agar tidak mencemari saluran air masyarakat sekitar,” ujarnya.

“Sebenarnya ketiga pabrik yang dilokalisir Sektor 21 Satgas Citarum pengolahan limbahnya relatif lebih mudah karena tidak ada proses pencelupan,” ungkap Yusep Sudrajat,  “Tetapi pabrik ini tetap menggunakan zat kimia, dan hasil limbahnya langsung dibuang namun tidak diolah terlebih dahulu,” pungkasnya.

Perwakilan PT Dae Sung I yang bernama Ade mengatakan, pihaknya setelah mengetahui lubang saluran pembuangan limbahnya dicor oleh Satgas Citarum akan langsung bekerja membuat filter di lubang pembuangan limbah PT Dae Sung I, “Untuk diketahui, pegawai PT Dae Sung banyak, dan dengan kondisi saluran pembuangan limbah pabrik kami dicor bisa saja pabrik kami berhenti berproduksi, tetapi mau bagaimana lagi mungkin memang pihak kita salah karena membuang limbah secara langsung ke sungai,” ujarnya sambil memelas.

Setelah mengecor saluran pembuangan limbah PT Dae Sung I, rombongan Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat serta jajaran Sektor 21 Satgas Citarum Subsektor 15 bergerak melakukan pengecoran di PT Kosina dan PT Dae Sung II, namun sayang pemilik pabrik yang diketahui warga Korea Selatan tidak berada di lokasi pabrik untuk memberikan tanggapannya.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat dihadapan para awak media berjanji bila PT Dae Sung I, PT Dae Sung II dan PT Kosina membandel tidak membuat IPAL dan tidak mengolah limbahnya dengan baik dan benar, pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, bahkan bisa saja ketiga pabrik ini ditutup. (BRH /ST)

Comments are closed.