Dansektor 21 Satgas Citarum Kembali Sidak PT Koriester Textile Indonesia

ARCOM.CO.ID ,Kabupaten Sumedang. Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat dan jajaran Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 15 Sumedang kembali melakukan sidak ke PT Koriester Textile Indonesia yang terletak di kawasan Sunson jalan raya Rancakek Kabupaten Sumedang, Selasa, (13/11/2018).

Kedatangan rombongan Dansektor 21 diterima secara langsung oleh General Manager PT Koriester Textile Indonesia Suratmi, Kepala IPAL PT Koriester Textile Indonesia Aep, dan jajaran managemen PT Koriester Textile Indonesia.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat dan jajaran Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 15 Sumedang tanpa basa-basi langsung menuju Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT Koriester Textile Indonesia yang tengah dibangun dan diklaim oleh pihak pabrik menelan dana hingga 2 miliar rupiah.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat ketika diwawancara para awak media mengatakan, sekitar empat bulan sebelumnya PT Koriester pernah dilokalisir lubang pembuangan limbahnya dikarenakan saat itu belum mempunyai IPAL, “Hari ini kita lihat bersama akhirnya PT Koriester membangun IPAL demi program Citarum Harum,” ujarnya.

Lebih lanjut Yusep Sudrajat mengatakan, walaupun IPAL telah dibuat oleh PT Koriester, namun Satgas Citarum masih belum puas dikarenakan air yang keluar dari saluran pembuanga limbah PT Koriester masih agak keruh dan agak panas, bahkan bak penampungan ikan tidak dialiri air hasil pengolahan limbah PT Koriester, namun air berasal dari sumber yang lain.

“Namun saya mengapresiasi PT Koriester yang membangun IPAL dengan biaya yang sangat besar, walaupun masa sewa lahan PT Koriester di kawasan Sunson Rancaekek ini tinggal tiga tahun lagi,” ungkap Yusep Sudrajat, “Kendala lainnya adalah Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC) PT Koriester belum keluar, maka kita akan berharap agar IPLC dapat diterbitkan oleh LH Kabupaten Sumedang,” tegasnya.

Di akhir wawancara Yusep Sudrajat berjanji dalam waktu satu minggu pihaknya akan datang kembali ke PT Koriester untuk mengecek apakah pembangunan IPAL sudah sesuai dengan yang diharapkan Satgas Citarum, dan menegaskan agar air pembuangan limbah PT Koriester tidak lagi berwarna keruh dan panas, karena parameter Sektor 21 adalah hasil akhir air pembuangan limbah pabrik berwarna bening dan tidak ada endapan.

Menanggapi hal tersebut, General Manager PT Koriester Textile Indonesia Suratmi atau biasa disapa Ratmi mengatakan, PT Koriester Textile Indonesia membutuhkan dukungan dari semua pihak dikarenakan PT Koriester telah mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk membangun IPAL demi mendukung program Citarum Harum, “Kami berharap Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC) PT Koriester segera terbit agar pabrik kami dapat berjalan normal kembali,” ujarnya.

Kepala IPAL PT Koriester Textile Indonesia Aep mengatakan, pihaknya berjanji akan memperbaiki IPAL yang tengah dibangun, dan akan melakukan arahan dari Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat.

“IPAL mandiri yang dibangun PT Koriester saat ini menggunakan metode kimia-fisika, dan setiap harinya mengolah air limbah sebanyak 650 meter kubik,” ungkap Aep, “Setelah IPLC terbit, kami akan menambah Cooling Tower, dan terus memperbaiki kualitas IPAL PT Koriester,” pungkasnya. (BRH)

Comments are closed.