RedDoorz: Bandung Kota Kedua Dengan Performa Terbaik Setelah Jakarta

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Platform pemesanan hotel online paling terjangkau di Asia Tenggara “RedDoorz” menegaskan, Kota Bandung merupakan kota Kedua Dengan Performa Terbaik Setelah Jakarta dalam hal kinerja.

Hal ini terungkap saat Press Conference RedDoorz, Kamis, (22/11/2018), di RedDoorz Premium Bandung City Center, jalan Otto Iskandar Dinata Bandung, turut hadir, Chief Operating Officer RedDoorz Rishabh Singhi, Pemilik Properti dari RedDoorz Plus Near Rumah Mode Hindarta Halim, dan Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota  Bandung Aswin Sulaeman.

“Indonesia telah menjadi titik awal yang bagus bagi RedDoorz, dan kami akan terus mengembangkan RedDoorz dengan pendekatan dari kota ke kota, serta memperluas jejak  RedDoorz dengan pesat di seluruh Indonesia,” kata , Chief Operating Officer RedDoorz Rishabh Singhi di awal paparannya.

Lebih lanjut Rishabh Singhi mengungkapkan, hingga saat ini RedDoorz telah menjangkau lebih dari 11.000 kamar di 26 kota di Indonesia, “Semua tersedia melalui platform online kami, dan hal ini meyakinkan kami untuk melihat reaksi positif dari konsumen dengan lebih dari 65 persen tingkat pengulangan kedatangan di RedDoorz,” ujarnya.

“Semua properti kami memiliki inventaris ruangan yang tinggi, dan telah ditata agar dapat menawarkan pengalaman menginap berkualitas tinggi bagi para tamu,” kata Rishabh Singhi, “Melalui pendekatan yang kami lakukan, RedDoorz dapat terus berkembang di Indonesia, selain itu kami juga menumbuhkan operasi di Filipina dan Vietnam di tahun 2018,” ungkapnya, “Pastinya kami akan hadir di 35 kota di Indonesia hingga April 2019,” tegasnya.

Mengenai kota Bandung, Rishabh Singhi menegaskan, kota Bandung bukan lagi hanya tujuan untuk liburan akhir pecan, namun telah berevolusi menjadi sebuah pasar bisnis di mana tingkat hunian RedDoorz di kota Bandung mencapai 70 persen pada hari kerja, dan lebih tinggi lagi selama akhir pekan.

“Kami akan terus berinvestasi dalam teknologi manusia dan akuisisi properti di kota Bandung, karena kota Bandung merupakan  kota terbesar kedua kami di Indonesia dalam segi bisnis,” kata Rishabh Singhi.

Mengenai Jawa Barat Rishabh Singhi mengatakan, Jawa Barat tetap merupakan provinsi terpadat di pulau Jawa dengan total populasi sekitar 46 juta orang, “Kota Bandung yang merupakan Ibukota Provinsi Jawa Barat tetap menjadi kota dengan performa terbaik kami setelah Jakarta,” ungkapnya, “Bahkan, menurut laporan JEJAK1, lebih dari 90 persen wisatawan domestik dari Jakarta pergi Jawa Barat dan Banten,” pungkasnya.

Di akhir paparannya, Rishabh Singhi mengatakan, tujuan RedDoorz adalah untuk bermitra dengan pemilik Hotel dan Guest House, serta menyediakan Platform teknologi ideal yang dapat mengembangkan bisnis mereka, juga untuk dapat mempertahankan jumlah hunian yang cukup.

“Kami percaya Program Pelatihan RedDoorz yang kami berikan kepada staf property dengan fokus pada pelatihan dan pengembangan keterampilan, baik itu penggunaan teknologi, pengelolaan property, customer service, dan keterampilan komunikasi memainkan peran kunci dalam mempersiapkan mereka untuk ekonomi digital,” pungkas Rishabh Singhi.

Seperti diketahui, RedDoorz saat ini beroperasi di 26 kota di Indonesia, diantaranya, Aceh, Bali, Balikpapan, Bandung, Banjarmasin, Batam, Bogor, Cirebon, Garut, Jakarta, Lampung, Lombok, Makassar, Malang, Manado, Medan, Palembang, Pangandaran, Pekanbaru, Pelabuhan Ratu, Semarang, Sukabumi, Solo, Surabaya, Tasikmalaya dan Yogyakarta.

RedDoorz saat ini menargetkan pertumbuhan di delapan kota di Jawa Barat, selain itu RedDoorz akan menambah 45 properti di Jawa Barat sampai dengan kuartal pertama 2019 hingga total menjadi 100 properti. (BRH / RLS)

Comments are closed.