Giliran PT Ginatex dan Dwimulya Disidak Dansektor 21 Satgas Citarum

ARCOM.CO.ID ,Cimahi. Dansektor 21 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat walaupun di akhir pekan, Sabtu, (24/11/2018), tetap melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di PT Ginatex serta ke PT Dwimulya Tatatunggal yang berlokasi di jalan Industri kota Cimahi.

Kedatangan Kolonel Inf Yusep Sudrajat bersama jajaran Satgas Citarum Subsektor 21-13/Cimahi adalah untuk memeriksa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di kedua pabrik tekstil tersebut, dan memeriksa apakah hasil akhir pengolahan air limbah-nya jernih sesuai parameter Sektor 21 Satgas Citarum.

Pantauan di lokasi IPAL PT Ginatex, Kolonel Inf Yusep Sudrajat langsung mengecek proses produksi dan alur limbah mulai dari inlet hingga outlet, secara tersirat Kolonel Inf Yusep Sudrajat cukup puas dengan hasil olahan limbah PT Ginatex, “Perusahaan ini saya nilai sudah memenuhi parameter yang diharapkan Sektor 21 Satgas Citarum, yaitu limbah akhir berwarna bening dan ada ikan yang hidup di bak indikator, selain itu lingkungan pabrik rapi,” ujarnya.

Lebih lanjut Kolonel Inf Yusep Sudrajat mengatakan, setelah dirinya bersama Satgas Citarum bersama-sama melihat kondisi IPAL dan lingkungan PT Ginatex, ternyata memang lingkungan PT Ginatex cukup rapih dan bersih, “Dilihat dari depan kita sudah bisa lihat pabrik ini terawat dengan baik, dan IPAL yang terletak di belakang pabrik ini tertata,” ungkapnya.

“Walaupun pengolahan limbah PT Ginatex yang setiap harinya mengolah limbah sebanyak 400 meter kubik belum menggunakan proses biologi, namun hasilnya sudah jernih,” ungkap Kolonel Inf Yusep Sudrajat, “

“Namun saya ingatkan kembali agar pabrik yang lain untuk segera berbenah, karena bika ada keinginan dari pemilik pabrik untuk mengembalikan ekosistem yang ada di DAS Citarum, maka bersama-sama pasti bisa,” tegas Kolonel Inf Yusep Sudrajat.

Kolonel Inf Yusep Sudrajat mengungkapkan, sebelum ada Program Citarum Harum, pabrik-pabrik selama puluhan tahun tidak terkontrol dan membuang limbah kotor dan berwarna, “Saat ini pabrik-pabrik kita bina untuk mengembalikan ekosistem DAS Citarum,” ujarnya.

“Parameter dari Satgas Citarum Sektor 21 sudah cukup jelas, yaitu air limbah akhir yang dikeluarkan harus bening, dan ikan mas atau koi hidup di dalamnya,” kata Kolonel Inf Yusep Sudrajat, “Sehingga jika ada ikan mas dan koi hidup di hasil akhir air limbah, bisa dipastikan ikan-ikan yang hidup di sungai lebih tahan dari pencemaran,” ungkapnya.

Mengenai musim hujan yang saat ini tengah berlangsung, Kolonel Inf Yusep Sudrajat menegaskan, musim penghujan jangan dimanfaatkan untuk membuang atau menguras limbah pabrik secara sembarangan, “Saya berharap hal seperti itu tidak dilakukan, karena mau musim hujan, mau malam, mau pagi, tetap aturannya sesuai parameter kita, yaitu air limbah akhir yang dibuang ke sungai harus jernih,” tegasnya.

“Satgas Citarum akan terus mengawasi dan memonitor pabrik selama musim penghujan, kita akan melakukan patroli tanpa kenal waktu,” ungkap Kolonel Inf Yusep Sudrajat, “Jika pabrik ketahuan membuang limbah kotor, dengan berat hati lubang pembuangan limbah pabrik tersebut akan kami tutup tanpa kompromi,” tegasnya.

Menanggapi hasil sidak Kolonel Inf Yusep Sudrajat bersama jajaran Satgas Citarum Subsektor 21-13/Cimahi ke PT Ginatex, Manager Umum PT Ginatex Sri Fatmawati mengucapkan terima kasih dan akan selalu mendukung program Citarum Harum.

Di akhir sidak, PT Ginatex diminta oleh Kolonel Inf Yusep Sudrajat untuk membuat surat komitmen yang isinya antara lain untuk selalu menjaga hasil olahan limbah PT Ginatex sesuai dengan parameter Satgas Citarum Sektor 21.

PT Dwimulya Tatatunggal

Seusai melakukan sidak di PT Ginatex, rombongan Dansektor 21 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat dan Satgas Citarum Subsektor 21-13/Cimahi melanjutkan sidak ke PT Dwimulya Tatatunggal yang berlokasi di jalan Industri kota Cimahi, kedatangan rombongan diterima secara baik dan antusias oleh Direktur PT Dwimulya Tatatunggal yang bernama Johanes King.

Seperti sidak yang dilakukan sebelumnya, Kolonel Inf Yusep Sudrajat langsung mengecek IPAL PT Dwimulya Tatatunggal yang terletak di belakang pabrik dan memeriksa proses pengolahan limbah mulai dari inlet hingga outlet.

Kolonel Inf Yusep Sudrajat ditemui di lokasi IPAL PT Dwimulya Tatatunggal mengatakan, hasil olahan limbah di outlet PT Dwimulya Tatatunggal sudah cukup jernih namun dirasakan belum maksimal, “Kita lihat hasil akhir olahan limbah PT Dwimulya sudah cukup bening, namun belum maksimal, untuk itu kami akan memberi waktu kepada pihak pabrik untuk mengelola IPAL dengan lebih baik lagi,” ujarnya

“Namun saya selaku Dansektor 21 Satgas Citarum mengucapkan terima kasih kepada pihak perusahaan karena telah melakukan berbagai upaya untuk mengolah limbahnya, diantaranya mendatangkan Lamela baru sehingga PT Dwimulya kami anggap sedang menuju ke progres yang lebih baik,” ungkap Kolonel Inf Yusep Sudrajat.

“Kita lihat di PT Dwimulya terdapat Lamela yang mampu menampung 700 meter kubik air limbah, selain itu terdapat bak dan Cooling Tower yang tengah dibangun, artinya perusahaan ini berusaha mengelola IPAL dengan baik, dan berusaha mengembalikan ekosistem DAS Citarum sesuai arahan Presiden,” pungkas Kolonel Inf Yusep Sudrajat.

Direktur PT Dwimulya Tatatunggal Johanes King dengan suara parau karena mengalami gangguan tenggorokan mengatakan, terkait sidak yang dilakukan Dansektor 21 Satgas Citarum dan jajarannya ke perusahaannya, pihaknya menghaturkan terima kasih atas kunjungan Dansektor 21 beserta rombongan, “Saya senang karena saya semakin termotivasi untuk mendukung program Citarum Harum,” ungkapnya, “Kami mengakui memang pengelolaan limbah PT Dwimulya belum sempurna, namun  kami akan melakukan yang terbaik walaupun sudah banyak biaya yang kami keluarkan untuk membenahi IPAL kami,” pungkasnya.

Seusai sidak di PT Dwimulya Tatatunggal, Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat meminta pihak pabrik untuk membuat surat pernyataan komitmen yang isinya antara lain pihak pabrik bersedia meningkatkan hasil akhir olahan limbah pabriknya. (BRH / ST)

Comments are closed.