Komandan Sektor 21 Satgas Citarum Harum Sidak Dua Pabrik di Majalaya

ARCOM.CO.ID ,Majalaya. Komandan Sektor (Dansektor) 21 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat bersama jajaran Sektor 21 Satgas Citarum, melaksanakan sidak ke Komplek KH Group Jalan Raya Rancaekek Desa Solokanjeruk Majalaya Kabupaten Bandung yang di dalamnya terdapat 32 pabrik, Senin, (26/11/2018).

Dansektor 21 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat dalam sidak kali ini hanya menyidak dua buah pabrik di Komplek KH Group Majalaya, yaitu PT Novatex dan PT Kia Textile Industries.

Kedatangan Kolonel Inf Yusep Sudrajat ke PT Novatex disambut baik Presiden Direktur PT Novatex Choi Dong Ok, dan Human Resources Departement General Affair PT Novatex Sriyanti.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu saluran pembuangan limbah PT Novatex yang memiliki karyawan sebanyak 600 orang dilokalisir oleh Sektor 21 Satgas Citarum karena mengeluarkan limbah cair kotor ke saluran air yang mengarah ke sungai.

PT Novatex yang saat ini tengah membangun IPAL menghadirkan Auditor bernama Agus Arif untuk berdialog dengan Dansektor 21 Satgas Citarum Harum, Agus Arif mengatakan, pihaknya sebagai Auditor tidak akan menutup-nutupi apa yang tengah dikerjakan PT Novatex dalam hal membangun IPAL, “Saya tegaskan, air jernih yang keluar dari saluran akhir pembuangan limbah belum tentu aman,” ujarnya.

“Seperti diketahui Komplek KH Group di Majalaya ini tidak memiliki lahan yang besar untuk pembangunan IPAL,” ungkap Agus Arif, “Maka solusi dari saya agar pihak pabrik membangun bak homogen untuk memproses limbah secara biologi, hal ini dilakukan agar masalah cepat selesai,” ujarnya, “Nantinya hasil dari bak biologi yang terbuat dari beton masuk ke unit produksi, baru hasilnya dibuang ke alam,” ungkapnya.

Seusai mendengar penjelasan Auditor, Dansektor 21 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat langsung menuju IPAL PT Novatex yang tahap pembangunannya baru mencapai 50 persen, “Saya mendapat informasi PT Novatex mengeluarkan limbah cair setiap harinya sebanyak 700 meter kubik,” ungkap Kolonel Inf Yusep Sudrajat, “Walaupun PT Novatex tidak melakukan pencelupan, tetap saja air limbah yang dikeluarkan harus Clear, karena pabrik ini masih menggunakan zat kimia,” tegasnya.

“Namun saya melihat pemilik PT Novatex telah mulai bekerja untuk mengolah limbah cairnya dengan cara membangun IPAL sederhana,” ungkap Kolonel Inf Yusep Sudrajat, “Maka saat ini PT Novatex saya beri waktu untuk segera berbenah terkait pengolahan limbahnya, dan saya akan kembali ke sini untuk mengecek kembali,” ujarnya.

Terkait musim hujan yang saat ini tengah berlangsung, Kolonel Inf Yusep Sudrajat mengungkapkan, musim hujan sangat menguntungkan pihak pabrik, “Karena air hujan dapat digunakan untuk produksi, dan bagi pabrik yang nakal musim hujan dimanfaatkan untuk membuang limbah kotor ke sungai, namun saya berharap PT Novatex tidak melakukan hal tersebut,” pungkasnya.

Human Resources Departement General Affair PT Novatex Sriyanti mengatakan, PT Novatex berkomitmen untuk membuat IPAL yang lebih baik lagi, “Saat ini pembangunan IPAL di PT Novatex mencapai 50 persen dan akan selesai maksimal dua bulan,” ungkapnya, “Hal ini kami lakukan karena PT Novatex mendukung program Citarum Harum,” pungkasnya.

Seusai mengecek pembangunan IPAL PT Novatex, Kolonel Inf Yusep Sudrajat menyaksikan Presiden Direktur PT Novatex Choi Dong Ok membuat Surat Pernyataan di atas materai yang isinya antara lain, PT Novatex akan melakukan pengelolaan limbah dengan baik, dan sesuai baku mutu, serta sesuai arahan dari Komandan Sektor 21 Satgas Citarum Harum.

Apabila dalam kurun waktu 15 hari tidak melakukan perbaikan dalam pengelolaan limbah yang dihasilkan, maka PT Novatex bersedia saluran pembuangan limbah perusahaan ditutup oleh Satgas Sektor 21 Citarum Harum hingga pengelolaan limbah PT Novatex menjadi baik.

 

PT Kia Textile Industries

Rombongan Komandan Sektor (Dansektor) 21 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat bersama jajaran Sektor 21 Satgas Citarum seusai mengecek pembuatan IPAL PT Novatex segera menuju IPAL PT Kia Textile Industries.

Kedatangan Dansektor 21 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat disambut Presiden Direktur PT Kia Textile Industries Choe Sang Rok beserta jajaran manajemen.

Kolonel Inf Yusep Sudrajat langsung menjelaskan maksud kedatangannya kepada Presdir PT Kia Textile, dalam pertemuan ini dijelaskan tentang program Citarum Harum yang sudah berlangsung sejak Maret 2018, “Saya ditugaskan mengawasi beberapa wilayah diantaranya Cimahi, Kabupaten Bandung, Sumedang, Banjaran, dan Soreang,” ungkapnya, “Saya selaku Komandan Sektor 21 mendapat perintah dari Presiden RI untuk membersihkan DAS Citarum yang sempat dijuluki sungai terkotor di dunia,” tegasnya.

Presiden Direktur PT Kia Textile Industries Choe Sang Rok setelah mendengar penjelasan Dansektor 21 mengatakan, dirinya selaku Presiden Direktur telah memerintahkan kepada karyawannya untuk mengolah limbah pabrik dengan baik dan jangan sampai ada masalah yang timbul, “Saya juga memiliki pabrik di Korea dengan IPAL terpadu, maka pabrik di sini saya tegaskan harus bersih seperti di Korea,” ujarnya.

Seusai pertemuan, Dansektor 21 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat bersama Presiden Direktur PT Kia Textile Industries Choe Sang Rok bergegas menuju IPAL PT Kia Textile Industries.

“Menurut informasi PT Kia memproduksi kain 25.000 yar per hari,” kata Kolonel Inf Yusep Sudrajat dihadapan para awak media, “Limbah cair perusahaan ini sebanyak 70 persen di-recycle, dan 30 persen dibuang ke alam,” ungkapnya, “Maka limbah sebanyak 30 persen yang dibuang dalam pengawasan Sektor 21 Satgas Citarum, dan limbah tersebut tidak boleh dibuang dalam keadaan kotor,” tegasnya.

Lebih lanjut Kolonel Inf Yusep Sudrajat mengatakan, air limbah yang dikeluarkan PT Kia Textile Industries sudah cukup bersih namun masih bisa diperbaiki lagi kualitas air limbahnya, “Kami juga melihat perusahaan ini sudah memiliki IPAL, namun akan kami pantau terus,” pungkasnya.

Seusai pertemuan Presiden Direktur PT Kia Textile Industries Choe Sang Rok membuat Surat Pernyataan di atas materai yang isinya antara lain, pengelolaan IPAL di PT Kia Textile Industries berada di bawah pembinaan Satgas Sektor 21, dengan kondisi ini menunjukkan hasil yang baik. Kondisi tersebut wajib dijaga oleh PT Kia Textile Industries. (BRH)

Comments are closed.