Forum Padjadjaran Netral Menolak Afiliasi Organisasi Kemahasiswaan dengan Partai Politik

ARCOM.CO.ID ,Jatinangor. (26/11/2018). Keterpilihan seorang pemimpin dalam organisasi kemahasiswaan menjadi hal yang amat penting, demikian dengan latarbelakang, pengalaman, dan asal-usulnya.

Fakta menunjukkan hal tersebut menjadi salah satu faktor yang menentukan baik-buruk pimpinan dalam mendalangi berjalannya organisasi kemahasiswaan, setidaknya dalam dua hal, yaitu stabilitas internal, dan penyikapan isu sosial-politik.

Dalam beberapa kasus di universitas-universitas, ada beberapa organisasi kemahasiswaan yang merupakan anak ideologis Partai Politik tertentu, menyikapi hal tersebut, Forum Padjadjaran Netral (FPN) menggelar Dialog Kepemimpinan pada, Senin, (26/11/2018), di Jatinangor, acara tersebut dihadiri beberapa perwakilan Organisasi Mahasiswa Unpad, dan digelar langsung di Sekretariat FPN.

“Ada satu hal yang coba ditegaskan Forum Padjajaran Netral yaitu, Netralitas yang dibangun dalam tubuh kelembagaan mahasiswa yakni BEM haruslah jelas, jika ditilik lebih jauh, organisasi intra kemahasiswaan memang kerap menjadi rebutan berbagai pihak dengan berbagai kepentingan di dalamnya,” ujar Ketua FPN.

Ketika banyak kasus seperti kartu kuning di UI, dan pengunduran diri beberapa pengurus BEM ITB sebagai penolakan terhadap sosok pemimpin yang tidak demokratis, beruntung Universitas Padjadjaran di tahun 2018 menjadi salah satu dari sedikit Universitas yang BEM-nya bisa keluar dari penguasaan satu golongan tersebut.

“Seingat saya, hampir tidak ada reshuffle yang dilakukan secara de facto, hampir tidak pernah BEM Kemahasiswaan Unpad membuat onar dalam menyikapi isu sosial politik eksternal, dan hampir tidak pernah ada gejolak yang dianggap masif terjadi berkaitan dengan kinerja kelembagaan sepanjang tahun 2018,” ungkap Ketua FPN.

“Karena lembaga kemahasiswaan sudah seyogianya menjadi lembaga yang suci, serta menggaungkan nilai-nilai keinklusifan secara substansial, sehingga keberadaanya dapat dimiliki, dirasakan, dan bermanfaat bagi semua golongan,” kata Ketua FPN, “Tidak melulu berkutat dalam ketidakstabilan yang membuat organisasi berjalan sempoyongan, atau menyikapi isu sosial politik secara serampangan,” ujar Ketua FPN.

Forum Padjajaran Netral berharap Unpad di tahun 2019 yang  di dalamnya terdapat pesta demokrasi terbesar Indonesia, dapat senantiasa menjaga kewarasan lembaga kemahasiswaannya serta martabat almamaternya.

“Dengan terpilihnya satu pasang pemimpin terbaik, satu pasang pemimpin yang dapat berdiri diatas semua golongan, satu pasang pemimpin yang betul-betul bisa melanjutkan apa yang sudah baik, dan memperbaiki apa yang belum baik, mari berdoa dan mari cerdas dalam memilih,” pungkas Ketua FPN. (BRH / RLS / HEN)

Comments are closed.