Bandung Philharmonic Gelar Konser Simfoni “Holiday” di Hilton Bandung

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Konser Simfoni “Holiday” Musim Keempat Bandung Philharmonic akan digelar Minggu malam, (2/12/2018), di Ballroom Hilton Bandung jalan HOS Tjokroaminoto (Pasirkaliki), konser ini diadakan untuk menyambut akhir tahun 2018.

Bandung Philharmonic yang berkolaborasi dengan Hilton Bandung dalam menyelenggarakan konser simfoni yang bertajuk “Holiday”, akan menampilkan  Robert Nordling sebagai pengaba dan Michael Hall sebagai direktur artistik.

Tajuk “Holiday” dipilih karena Bandung Philharmonic ingin membawa suasana musim dingin yang cantik, mereka akan mentransformasi Hilton Ballroom menjadi Winter Wonderland of Music.

Tak hanya itu, lagu Messiah, Christmas Portion oleh GF Handel menjadi salah satu yang dinantikan, dan untuk kali pertama Bandung Philharmonic akan bekerja sama dengan Joel Navarro seorang pemimpin paduan suara (chorus master) yang akan melatih para penyanyi Bandung Philharmonic Chorus dan keempat penyanyi solois kenamaan Indonesia, yaitu, Regina Handoko (sebagai Soprano), Heny Janawati (sebagai Alto), Christopher Abimanyu (sebagai Tenor), dan Ferry Chandra (sebagai Bass), dan konser ini akan menjadi peluncuran dan penampilan perdana dari Bandung Philharmonic Chorus.

Lagu musim dingin terkenal lainnya seperti Winter Wonderland karya Felix Bernard, Dreaming of a White Christmas bautan Irving Berlin, dan Sleigh Ride oleh Laroy Anderson juga akan diperdengarkan oleh para pemain orkestra Bandung Philharmonic.

Reservasi untuk konser telah dibuka, pembelian tiket dapat dilakukan secara online melalui www.yellowdoor.id ,untuk informasi lebih lanjut mengenai detail konser, hubungi nomor: 082218000266.

Berikut Profil Para Pendukung Konser Simfoni “Holiday” Musim Keempat Bandung Philharmonic.

Joel Magus P. Navarro (Chorus Master)

Joel Magus P. Navarro kelahiran 1955adalah konduktor Filipina-Amerika dan pendidik musik, Joel Navarro adalah satu dari konduktor suara ternama di Filipina, juga seorang komposer, penyanyi, arranger, pelatih suara, penulis, produser, menteri musik, dan editor buku.

Joel Navarro terkenal sebagai mantan konduktor dari Ateneo de Manila College Glee Club, di bawah arahannya grup tersebut telah tampil di berbagai acara international, menang berbagai hadiah utama di kompetisi paduan suara ternama, dan berpartisipasi di 2001 European Grand Prix for Choral Singing.

Joel Navarro mempunyai spesialisasi pada paduan suara abad 20 dan 21, tetapi juga nyaman dan mahir dalam berbagai music, Joel Navarro adalah penampil musik yang aktif di berbagai era dan tradisi, Joel Navarro memiliki ketertarikan terhadap musik jaman sekarang, tradisi musik di Asia Tenggara, dan musik global.

Rama Widi (Harpis)

Rama Widi adalah pemain harpa pria pertama dan terbaik di Indonesia, Rama mulai belajar harpa pada tahun 2004 dibimbing oleh Julia Reth di Vienna Conservatory, vocal klassik dengan Robert Fontane, dan lulus dengan nilai luar biasa pada tahun 2010 yang dimana setara dengan S2.

Bersamaan dengan itu, Rama juga mengambil kuliah Musik Pädagogik (Music Education) dengan minor Conducting Orchestra dengan bimbingan Lazlo Gereb yang telah diselesaikan ditahun 2012.

Rama Widi  telah mengikuti kelas master dengan harpist-harpist ternama seperti Jana Bouskova (Czechs Republic), Marie Claire Jamet (France), Elzbieta Smith (Poland), dan Erika Wardenburg (Netherland).

Rama adalah seorang sosok inspiratif bagi generasi anak muda yang membuka dan membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar, walaupun dapat dikatakan sangat telat dalam belajar harpa, Rama telah menoreh beberapa sejarah untuk dunia harpa Indonesia antara lain menjadi orang Indonesia pertama yang diundang untuk konser solo di Vienna Jazz Festival 2007, orang Indonesia/Asia Tenggara pertama yang lolos seleksi kompetisi harpa tersulit di dunia selama 50 tahun kompetisi harpa ini telah diselenggarakan di Israel, orang Indonesia pertama yang diundang untuk perform solo concerto diiringi orkestra di hall terbesar di Wiener Konzerthaus (Vienna, Austria) pada tahun 2016.

Regina Handoko (Soprano)

Regina Handoko memulai belajar musik dari umur 4 tahun dimulai dengan kursus piano di Yayasan Pendidikan Musik (YPM) hingga selesai, dilanjutkan belajar vokal dengan berbagai guru ternama di Indonesia seperti Joseph Kristanto Pantioso (Akis), dan juga aktif mengikuti masterclass dengan penyanyi-penyanyi klasik internasional, antara lain Frau Towako Sato Schollhorn dari University of Music di Freiburg, German dan Dame Gwyneth Jones dan Prof. Patricia Rozario dari Royal College of Music, London.

Prestasi yang pernah diraih Regina adalah menjadi juara 1 dan 2 pada tingkat DKI Jakarta dan tingkat Nasional Bintang Radio dan Televisi (BRTV) di dalam kategori Seriosa Remaja berturut-turut dari tahun 1993 – 1997.

Regina juga bermain di berbagai opera, antara lain: berperan sebagai “Cinderella” dalam opera “Cendrillon”, sebagai “Hansel” dalam opera “Hansel and Gretel”, opera “Abu Hassan”, dan opera “Dido and Aeneas”.

Regina telah menggelar dua konser tunggal nya, yaitu “Hearts in Harmony Concert” (Mei 2017) dan “NANA – Perjalanan Bermusik Regina Handoko” (Mei 2018), selain sebagai Soprano, Regina juga aktif sebagai pemain harpa.

Regina berilmu dengan Rama Widi, dan telah menyelesaikan Grade 8 ABRSM (Associated Board of the Royal Schools of Music, London) dengan nilai memuaskan, Regina juga mengikuti masterclass di beberapa negara dengan pemain harpa kelas dunia, yaitu Skaila Kanga, Catherine White, Karen Vaughan di London, Rebecca Mills (UK) di Bangkok, Sasha Boldachev (Russia) di Tokyo, dan Gulnara Mashurova (Kazakhstan) di Singapore.

Heny Janawati (Alto)

Heny Janawati, B. Mus, M.Mus menerima gelar masternya dari University of British Columbia, Kanada, Heny adalah satu-satunya penyanyi opera asal Bali yang menerima pelatihan secara formal di Amerika Utara.

Heny telah berpartisipasi dalam masterclass dengan beberapa tokoh opera Amerika Utara yang terkenal seperti Judith Forst, Stuart Hamilton, dan banyak lagi.

Heny telah mengambil pelatihan opera di Akademi Musik Eropa, festival musik musim panas UBC dan studi Pusat pelatihan Opera di Italia.

Penampilannya telah disaksikan dan didengar oleh penonton Amerika Utara, Eropa dan Asia, pada tahun 2013 Heny kembali ke Indonesia untuk berbagi pengetahuan dan memeriahkan dunia musik tanah air, terutama di bidang opera, oratorio dan musikal.

Heny mulai tampil dalam beberapa konser solo dan konser vokal lainnya, juga aktif tampil dengan menggabungkan seni opera di beberapa konser musik tradisional, seperti, “Senandung Opera Sumatra” dan “Giring Matembang Bali”.

Resmi pada 18 Juli 2018 Heny mengumpulkan beberapa penyanyi berbakat di Bali dalam sebuah komunitas Opera, berbagi ilmu dan mengembangkan minat seni opera yang digelutinya di Bali.

Penampilan tak terlupakan Heny adalah ketika Heny memiliki kesempatan untuk menampilkan peran opera favoritnya sebagai Carmen di opera “Carmen” karya G. Bizet pada April 2016.

The Jakarta Post mengklaim interpretasi Heny untuk Carmen “Seperti angin topan di atas panggung, berputar dengan mudah di dalam getaran suara dan bergantian dengan vokal mezzo sopranonya”.

Christopher Abimanyu (Tenor)

Christopher Abimanyu Sastrodiharjo lahir di Bandung tahun 1970, Christopher Abimanyu adalah penyanyi tenor Indonesia yang mulai dikenal sejak memenangi Festival bintang radio dan televisi tingkat Jawa Barat dan nasional tahun 1985.

Di ajang tersebut, Christopher Abimanyu berhasil meraih juara I untuk kategori penyanyi seriosa, Christopher Abimanyu mendapatkan ilmu teknik vokal dari Ir. Sudaryanto dan soprano asal Belanda, Marijke ten Kate, kemudian Christopher Abimanyu pergi ke Austria untuk menimba ilmu pada Prof. Richard Miller di Mozarteum, Salzburg.

Setelah memenangi kontes nasional pada 1985 dan 1987, Abi mulai sering tampil dalam berbagai acara sekular maupun kerohanian dengan membawakan genre lagu dengan tema yang bervariasi, mulai dari sacred song, broadway, musical sampai seriosa Indonesia.

Abimanyu sering berduet dengan berbagai penyanyi tanah air seperti, Tompi, Ruth Sahanaya, dan Judika, selain itu Abi tampil bersama berbagai orkes dan paduan suara, serta sejumlah konduktor di Indonesia, salah satunya Addie MS, membawakan beragam repertoir mulai lagu-lagu Indonesia, opera, hingga broadway.

Saat ini Abimanyu aktif mengajar di CASS (Christopher Abimanyu Singing School) Bandung dan sering menjadi juri tamu dalam berbagai ajang pencarian bakat dalam kompetisi vokal dan festival paduan suara.

Ferry Chandra (Bass)

Ferry Chandra yang memiliki suara Bass-bariton lahir di Bandung dan menemukan kecintaannya pada musik vocal setelah mengikuti Paduan Suara SMAK 1 BPK Penabur Bandung dan berlanjut bersama Studio Cantorum.

Mendapatkan pelajaran vocal pertama dari Tommyanto dan ibu Catharina Leimena, Ferry juga mengikuti berbagai masterclass vocal dari penyanyi-penyanyi kelas dunia.

Ferry sering mengikuti berbagai konser yang diadakan bersama Studio Cantorum dan Susvara Opera Company dengan membawakan karya-karya besar komposer terkenal.

Ferry sering mengadakan resital vocal dan berpartisipasi sebagai juri berbagai lomba kontes bernyanyi dan paduan suara. (BRH / RLS)

Comments are closed.