Dansektor 21 Satgas Citarum Cek Ulang IPAL PT Adetex

ARCOM.CO.ID ,Kabupaten Bandung. Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, Rabu, (9/1/2019), berkesempatan melakukan pengecekan ulang Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT Adetex di jalan Raya Banjaran, Kabupaten Bandung.

Dansektor 21 didampingi Dansubsektor 21-07/Cisangkuy Serka D Rohdiana beserta jajaran diterima secara langsung oleh General Manager PT Adetex Sutisna, dan Manager Utility PT Adetex Asep.

PT Adetex merupakan perusahaan tekstil yang lebih dari sekali dilokalisir saluran pembuangan limbahnya oleh Satgas Citarum Sektor 21, dan saat dilakukan cek ulang, PT Adetex tengah melaksanakan pembenahan di beberapa bagian fasilitas IPAL-nya.

Saat dilakukan pengecekan ulang, terlihat Dansektor 21 berkeliling PT Adetex dan mencermati aliran proses limbah mulai dari inlet hingga outlet.

Dansektor 21 saat tiba di outlet dengan seksama memperhatikan bak kolam berisi ikan mas sebagai indikator hasil olahan limbah yang kondisinya sudah ramah bagi lingkungan, kemudian Dansektor 21 mengambil sampel limbah akhir ke dalam botol plastik.

Saat diwawancara, Dansektor 21 mengatakan, pihaknya terus melihat sejauh mana perkembangan dan perbaikan IPAL PT Adetex.

“Sejak Maret 2018, PT Adetex masih mencari bentuk penyelesaian IPAL-nya dengan baik, dan hingga November 2018 masih ada buangan yang berwarna hitam,” ungkap Dansektor 21, “Bahkan saat itu masih ada polemik dan warga masyarakat pernah melakukan demo ke PT Adetex,” tegasnya.

“Namun saat ini hasil olahan limbah PT Adetex sudah bening, dan kita lihat bersama terdapat ikan hidup di dalam bak outlet pembuangan PT Adetex,” ungkap Dansektor 21.

“Kita lihat PT Adetex masih melakukan perbaikan IPAL lebih lanjut, dan masih ada pembangunan-pembangunan dan tambahan fasilitas lainnya,” ujar Dansektor 21.

“Namun walau demikian, PT Adetex masih bisa mengelola limbahnya secara maksimal dengan hasil yang bening,” ungkap Dansektor 21.

Lebih lanjut Dansektor 21 menegaskan, pihaknya berharap kondisi seperti ini dipertahankan, “Ternyata apabila komunikasi lancar dan ada keinginan dari PT Adetex untuk berubah, akhirnya hasil olahan limbahnya bisa bening,” tegasnya.

“Saya yakin otomatis cost-nya naik, baik itu cost untuk pembangunan penambahan fasilitas, maupun cost untuk pembelian obat-obatan,” ungkap Dansektor 21.

“Kini hasilnya sudah bagus dan bening, ikan hidup di dalamnya, bahkan masyarakat di sepanjang Sungai Cisangkuy sudah mulai beraktifitas,” ungkap Dansektor 21.

“Satgas Citarum Harum melakukan hal ini semata-mata untuk kepentingan masyarakat, dan saya tidak bosan-bosannya mengingatkan bahwa Sungai Citarum yang panjangnya kurang lebih 297 km ┬ádipergunakan oleh 27 juta warga Jawa Barat dan DKI Jakarta,” ungkap Dansektor 21.

“Sesuai dengan Perpres No.15 tahun 2018, Dansektor Satgas Citarum di bawah Wadan Satgas yaitu Pangdam tugaanya adalah mengembalikan ekosistem di DAS Citarum,” tegas Dansektor 21.

“Kita berharap dalam waktu dekat semua biota sungai yang ada seperti ikan, belut, dan lele, ┬ábisa hidup lagi di sungai,” ujar Dansektor 21, “Saya yakin jika pabrik-pabrik bisa mengolah limbahnya dengan baik, maka ekosistem akan bergerak lebih baik,” pungkasnya.

General Manager PT Adetex Sutisna mengatakan, terkait pengecekan yang dilakukan Dansektor 21 beserta jajaran, pihaknya terus melakukan komunikasi dan koordinasi, serta meminta arahan dari Dansektor 21.

“Kita melakukan improve pengolahan IPAL PT Adetex secara chemical maupun sistem lainnya, dan kami melakukan pembangunan untuk menyesuaikan dengan keadaan yang ada agar tata kelola IPAL bisa dilakukan dengan baik, sehingga hasilnya optimal,” pungkas Sutisna. (BRH / ST)

Comments are closed.