Dansektor 21 Satgas Citarum Sidak PT LMS dan CV KWA

ARCOM.CO.ID , Cimahi. Mengawali tahun 2019, Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat melaksanakan sidak dua pabrik tekstil di wilayah Cimahi, Kamis, (10/1/2019).

Dua pabrik tekstil yang disidak Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat dan Dansubsektor 21-13/Cimteng & Cimsel Mayor Inf Mamin Masturi beserta jajarannya yaitu, CV Karunia Warna Abadi (KWA) yang berlokasi di jalan Cibaligo Kelurahan Melong Kota Cimahi, dan PT Laju Makmur Sentosa (LMS) yang berlokasi di jalan Industri IV Kota Cimahi.

CV Karunia Warna Abadi

CV Karunia Warna Abadi ternyata berani meningkatkan cost untuk mengeluarkan hasil olahan limbah yang berwarna bening ke aliran sungai masyarakat.

Perusahaan yang baru efektif beroperasi sekitar 5 bulan ini ternyata fokus mengoptimalkan terlebih dahulu proses dan kapasitas IPAL sebelum mengembangkan usahanya lebih lanjut.

Dansektor 21 pada pengecekan yang baru dilakukannya pertama kali ke IPAL CV KWA mengamati dan meminta keterangan langsung kepada manajemen CV KWA yang bernama Yahya dan Solihin tentang alur proses limbah dari inlet hingga ke proses outlet.

Dansektor 21 tampak mencermati alur sambil berkeliling hingga ke ujung saluran pembuangan limbah CV KWA, dan terlihat terdapat aquarium berukuran cukup besar berisi ikan koi hidup yang ditempatkan di saluran pembuangan yang sirkulasi airnya berasal dari limbah akhir yang warnanya sudah bening.

Dansektor 21 di CV KWA memberikan arahan agar ikan ditempatkan di saluran berbentuk bak yang berdekatan dengan meteran yang merupakan gerbang keluar air hasil olahan limbah yang menuju ke sungai.

“Tugas-tugas ini akan terus kami lakukan selama program Citarum Harum berlangsung tujuh tahun,” kata Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat.

“Kami juga mengucapkan terimakasih kepada manajemen CV KWA yang menerima Satgas Citarum secara terbuka untuk melihat dan memastikan pabrik telah mengolah IPAL dengan baik,” kata Dansektor 21.

“Hari ini kita sama-sama mengecek apa yang dilaporkan oleh Dansubsektor yang sudah didelegasikan untuk melaksanakan pengecekan dan pengawasan di lapangan yang salah satunya adalah CV KWA ini,” kata Dansektor 21.

“Beberapa kali dilaporkan kepada saya bahwa pengolahan IPAL-nya sesuai dengan parameter yang kita tetapkan, yaitu bening dan ikan bisa hidup yang artinya hasil olahan limbah sudah aman bagi lingkungan luar,” ungkap Dansektor 21, “Hari ini kita cek langsung benar atau tidak laporan itu, ternyata apa yang dilaporkan dengan hasilnya sekarang sudah sesuai,” ujarnya.

“Tadi kita sudah lihat bersama air olahan limbah warnanya bening dan ada ikan koi hidup walaupun ada perubahan-perubahan di bak outletnya nanti,” kata
Dansektor 21, “Saya minta untuk diperbaiki di ujung pembuangan limbah akhir ke sungai,” tegasnya.

Dansektor 21 mengungkapkan, hasil pengecekan kali ini menggembirakan, terutama bagi masyarakat, “Anak-anak sudah mulai berani berenang di sungai dan Ibu-ibu mulai melakukan aktifitas di sungai ini,” ungkapnya.

“Kontribusi perusahaan yang telah membuang limbah dengan kondisi clear dan tidak membahayakan pada kesehatan membuat masyarakat bahagia,” ungkap Dansektor 21.

“Meski perusahaan ini baru bergerak kurang lebih 6 bulan, tapi sudah mengelola IPAL-nya dengan baik, itu saya apresiasi, dan diharapkan CV KWA bisa terus mempertahankan,” pungkas Dansektor 21.

Menanggapi hasil pengecekan dari Dansektor 21 Satgas Citarum bersama jajaran ini, Direktur CV KWA, Yahya mengungkapkan rasa terimakasihnya, “Terimakasih untuk kunjungan Dansektor 21 ke perusahaan kami, ini menjadi satu keyakinan buat saya ke depannya untuk lebih baik,” ujarnya.

“Kita sudah melalui serangkaian test dan ternyata ada hasilnya, saya tentunya akan berusaha mempertahankan kondisi ini, dalam arti kita juga merasakan kalau sungai ada limbah kita ada beban moril, jadi kita akan berusaha sebaik mungkin untuk turut menyukseskan program Citarum Harum,” pungkas Yahya.

Kegiatan diakhiri dengan pembuatan surat pernyataan komitmen oleh manajemen CV Karunia Warna Abadi yang diketahui oleh Dansektor 21.

PT Laju Makmur Sentosa

Dansektor 21 melanjutkan sidak ke PT Laju Makmur Sentosa (LMS) yang berlokasi di jalan yang Industri IV Kota Cimahi, LMS merupakan perusahaan produk tekstil yang bergerak dibidang dyeing & finishing.

Rombongan diterima secara langsung oleh Direktur PT Laju Makmur Sentosa Victor Wiratama dan langsung melihat proses produksi perusahaan tersebut hingga ke proses pengemasannya.

Selanjutnya Dansektor 21 yang sedang bersemangat membantu pemerintah kabupaten dan warga masyarakat di wilayah tugasnya dengan menggagas program Gebyar Bak Sampah ini, mengamati proses IPAL dari inlet hingga ke outlet.

Tampak perusahaan ini sedang menambah fasilitas IPAL dengan membangun bak.

Di ujung outlet, ada bak kolam ikan berisi ikan mas hidup sebagai indikator hasil olahan limbah yang dibuang sudah ramah lingkungan, serta warna limbah akhir berwarna bening.

“Kita hari ini melaksanakan pengecekan ke PT Laju Makmur Sentosa, perusahaan yang bergerak dibidang pencelupan, saya selaku Dansektor 21 beberapa kali mendapat laporan dari Dabsubsektor bahwa perusahaan ini sudah mengelola IPAL-nya dengan baik,” ungkapnya.

“Kita sama-sama lihat sekarang kenyataannya di lapangan ternyata hasilnya sudah baik,” kata Dansektor 21 sembari menunjukan sampel limbah akhir berwarna bening yang dimasukannya ke dalam botol plastik, “Ini sudah layak dibuang ke sungai karena ada ikan hidup di bak indikator outletnya,” ujarnya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada PT LMS meski produksinya masih 6 ton perhari, tapi perusahaan ini kita lihat sama-sama sedang membangun tambahan fasilitas IPAL,” ungkap Dansektor 21.

“Walaupun kita lihat hasilnya sekarang masih menggunakan sistem fisika dan kimia, Biologinya belum ada, namun kita lihat ada pembangunan bak yang nantinya bisa menampung 500 meter kubik, itu untuk sistem biologi nantinya,” ujar Dansektor 21.

“Saya bertanya tadi biaya pembenahan IPAL-nya dijawab kurang lebih 3 milyar, artinya cost ini tidak bisa ditahan lagi, dengan adanya program Citarum Harum semua pabrik berbenah,” ungkap Dansektor 21.

“Kondisi olahan limbah ramah lingkungan yang dibuang oleh pabrik ini menjadi kebahagiaan kita semua, terutama masyarakat yang memanfaatkan air sungai untuk beraktifitas,” kata Dansektor 21.

“Kita berharap hal ini terus dijaga, jangan sampai lupa atau lengah, dan jangan sampai ada kesalahan, sehingga limbah yang kotor dibuang keluar, karena hal ini bisa membahayakan ekosistem dan kesehatan manusia,” pungkas Dansektor 21.

Direktur PT Laju Makmur Sentosa Victor mengatakan, sampai dengan saat ini perusahaannya sudah berjalan selama 10 tahun, “Sistem yang digunakan untuk pengolahan limbah adalah fisika dan kimia, ke depannya dengan luas lahan IPAL yang ada sekitar 300 meter persegi akan ditambah dengan fasilitas biologi,” tegasnya.

Kegiatan sidak diakhiri dengan pembuatan surat pernyataan komitmen oleh manajemen PT Laju Makmur Sentosa dan diketahui Dansektor 21. (BRH / ST)

Comments are closed.