Dansektor 21 Satgas Citarum Serahkan Bak Sampah dan Motor Pengangkut Sampah Pada Warga Lagadar

ARCOM.CO.ID ,Kabupaten Bandung. Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat bersama Satgas Citarum Harum Sektor 21 Subsektor 11 meresmikan sekaligus menyerahkan bak sampah, alat pembakaran sampah, dan satu unit motor pengangkut sampah hasil swadaya kepada Warga RW 04 Desa Lagadar Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung, Rabu, (16/1/2019).

Penyerahan bak sampah, alat pembakaran sampah, dan satu unit motor pengangkut sampah disaksikan dan dihadiri Danramil Margaasih, Kapolsek Margaasih, Camat Margaasih, Kepala Desa Lagadar, dan 150 warga Desa Lagadar.

Seusai peresmian, Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat mengatakan, kegiatan Penyerahan Bak Sampah dilakukan sesuai yang Sektor 21 canangkan pada Desember 2018 yaitu Gebyar Pembuatan Bak Sampah , “Sudah banyak Bak Sampah yang Sektor 21 resmikan dan diserahkan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kolonel Inf Yusep Sudrajat menghimbau Perusahaan yang ada di Lagadar untuk menghentikan pembuangan limbah, “Pesta membuang limbah sudah usai, mari Perusahaan berbuat untuk masyarakat Jawa Barat pada umumnya dan masyarakat Lagadar pada khususnya,” tegasnya, “Sudah berpuluh-puluh tahun perusahaan di Lagadar melakukan hal-hal yang kurang baik, namun ketika ada Perpres No 15 Tahun 2018 Perusahaan sadar dan akhirnya berbuat baik,” ujarnya.

“Pengelolaan IPAL pabrik-pabrik tekstil sudah mulai baik, namun hal tersebut saya pikir belum cukup, maka CSR dari pabrik atau perusahaan di wilayah Lagadar perlu disalurkan kepada masyarakat, yaitu dengan pembuatan bak-bak sampah dan pembakaran sampah,” kata Kolonel Inf Yusep Sudrajat, “CSR tersebut merupakan hak masyarakat dan harus digunakan untuk kemaslahatan masyarakat dan bukan untuk pribadi,” tegasnya.

“Saya berharap perusahaan di sekitar Lagadar memberikan kontribusinya kepada masyarakat dengan membangun bak sampah sekaligus pembakaran yang nantinya pembangunan bak sampah dibuat oleh Satgas Citarum Sektor 21,” kata Kolonel Inf Yusep Sudrajat.

“Dengan adanya bak sampah ini, maka sampah dari Desa Lagadar tidak perlu lagi dibuang ke TPA Sarimukti atau ke Legok Nangka, cukup sampah dibakar di sini, namun untuk teknisnya silahkan pejabat di daerah ini berkomunikasi dengan perusahaan sekitar,” kata Kolonel Inf Yusep Sudrajat.

Kolonel Inf Yusep Sudrajat mengungkapkan, sebelumnya Satgas Citarum Sektor 21 merencanakan kurang lebih pembangunan 40 bak sampah, “Pembangunan bak sampah tersebut mulai dari Rancaekek, Cicalengka hingga Soreang,” ungkapnya, “Kemudian saya rencanakan lagi di tahun 2019 mulai Februari hingga Maret sebanyak 50 bak sampah akan dibuat, dan sudah ada pihak-pihak yang akan membantu dan mendukung pembuatan 50 bak sampah tersebut,” tegasnya.

“Hingga saat ini dari rencana 40 bak sampah, sudah dibuat 20 hingga 30 bak sampah, beberapa sudah diresmikan oleh saya dan beberapa lainnya oleh Dansubsektor, karena tidak mungkin semua peresmian bak sampah dihadiri oleh saya,” ungkap Kolonel Inf Yusep Sudrajat, “Seperti kemarin ada peresmian bak sampah di Solokan Jeruk dan Cikapundung yang langsung diserahkan kepada masyarakat,namun saya tidak hadir untuk meresmikan karena saya ada kegiatan lain,” ujarnya.

Mengenai ukuran bak sampah yang dibangun, Kolonel Inf Yusep Sudrajat mengungkapkan, standar ukuran bak sampah bervariasi tergantung luas lahan yang tersedia, “Ada bak sampah ukuran 4 m x 6 m, dan ada ukuran 8 m x 10 m dikarenakan sulit untuk mendapatkan lahan pembuatan bak sampah, rata-rata lahan milik pemerintah,” pungkasnya.

Camat Margaasih Asep Ruswandi mengatakan, bak sampah hasil swadaya yang dibangun oleh Satgas Citarum Sektor 21 di Desa Lagadar sangat bermanfaat bagi warga, “Kami harapkan ke depan RW lain yang ada di lingkungan Desa Lagadar bisa melakukan upaya dan membangun tempat pengolahan sampah di RW masing-masing dengan cara bekerjasama dengan para pengusaha yang ada di lingkungan sekitar,” ujarnya.

“Ketua RW oleh pihak Kecamatan akan diberikan pemahaman perencanaan kebutuhan, dan mudah-mudahan pengusaha yang ada di lingkungan Desa Lagadar berpartisipasi dan mendukung terhadap upaya yang dilakukan masyarakat untuk menunjang keberhasilan Program Citarum Harum,” kata Asep Ruswandi.

“Selama ini di tingkat Kecamatan kami hanya ditataran sosialisasi, dan bila harus melakukan pembangunan bak sampah secara fisik mungkin terkendala keterbatasan biaya, karena pihak Kecamatan tidak memiliki anggaran,” ungkap Asep Ruswandi, “Namun kita terus mendorong melalui upaya sosialisasi, dan nantinya masyarakat akan didorong untuk bekerjasama dan bersinergi dengan pabrik di lingkungannya masing-masing sesuai potensi para pengusaha di wilayah tersebut,” pungkasnya. (BRH)

Comments are closed.