Dansektor 21 Satgas Citarum Kembali Sidak Dua Pabrik Tekstil di Rancaekek

ARCOM.CO.ID ,Kabupaten Bandung. Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat bersama Dansubsektor 21-01 Rancaekek Kapten Ujang Mulyana dan jajaran Satgas Citarum Subsektor 21-01 Rancaekek kembali melakukan sidak dua pabrik tekstil di wilayah Rancaekek untuk mengecek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Selasa, (29/1/2019).

Kedua pabrik tersebut yaitu, PT Tata Pusaka Sentosa Textile Mills (PT Tastex) yang berlokasi di jalan raya Rancaekek KM 26,5 Kabupaten Bandung, dan PT Budi Agung Sentosa yang berlokasi di jalan raya Rancaekek KM 25,4 Kabupaten Bandung.

PT Tata Pusaka Sentosa Textile Mills (PT Tastex)

PT Tastex yang berlokasi di jalan raya Rancaekek KM 26,5 Kabupaten Bandung merupakan pabrik pertama yang disidak Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, kedatangan rombongan diterima Manager Produksi PT Tastex Shemin Liandy.

“Di hadapan para awak Media Kolonel Inf Yusep Sudrajat mengatakan, Program Citarum Harum telah memasuki bulan ke-10, “Berjalannya program Citarum Harum, sesuai amanah Perpres No 15 Tahun 2018, maka Satgas Sektor 21 masih terus menjaga komitmen dengan terus berupaya mengembalikan kelestarian ekosistem DAS Citarum,” tegasnya.

“Salah satunya dengan melakukan pengecekan secara berkala dan sidak kepada perusahaan-perusahaan yang menghasilkan limbah cair,” ungkap Kolonel Inf Yusep Sudrajat.

Lebih lanjut Kolonel Inf Yusep Sudrajat mengatakan, sesuai amanah Perpres, Satgas  Citarum tugasnya mengembalikan kelestarian ekosistem DAS Citarum, sehingga limbah yang keluar dari pabrik apapun semua harus dalam keadaan clear, artinya tidak merusak atau membunuh biota sungai.

“Seperti diketahui, PT Tastex memproduksi kain jenis handuk dengan produksi 4.000 ton per hari dan menghasilkan limbah sebanyak 400 kubik per harinya,” ungkap Kolonel Inf Yusep Sudrajat.

“Seteleh saya cek IPAL PT Tastex ternyata air limbah yang dihasilkan pabrik ini sudah baik, hanya saja tingkat kejernihan limbah hasil olahan belum maksimal, belum ada ikan yang hidup di outlet pembuangan, dan suhu air masih terasa hangat,” ungkap Kolonel Inf Yusep Sudrajat.

“Namun saya tetap memberikan apresiasi atas upaya yang selama ini dilakukan PT Tastex dalam meningkatkan pengolahan limbah,” ungkap Kolonel Inf Yusep Sudrajat.

Dengan pertimbangan dan sesuai hasil pengecekan maka Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat memberikan waktu selama 15 hari kepada PT Tastex untuk memperbaiki hasil pengolahan akhir air limbahnya.

Kolonel Inf Yusep Sudrajat secara khusus berpesan kepada Dansubsektor 21-01 Rancaekek Kapten Ujang Mulyana agar setiap hari terus melakukan pembinaan kepada pabrik-pabrik yang ada di wilayahnya, “Saya harap semua sudah Clear, lihat, datangi dan cek, jangan sampai pabrik-pabrik di wilayah Rancaekek dibiarkan membuang limbah kotor,” pungkasnya.

Manager Produksi PT Tastex Shemin Liandy kepada para awak Media mengatakan, pihaknya akan terus mengupayakan peningkatan IPAL guna memaksimalkan hasil olahan limbah sesuai apa yang diharapkan Satgas Citarum.

“Kami selalu siap untuk menjaga lingkungan, karena kita berkomitmen untuk menjalankan perbaikan lingkungan, maka kita akan berusaha semaksimal mungkin menjaga lingkungan, “kata Shemin Liandy.

Shemin Liandy mengaku pihaknya telah melakukan perbaikan IPAL, “PT Tastex saat ini melakukan pengolahan limbah melalui metode Kimia dan Fisika,” ungkapnya.

“PT Tastex telah melakukan penambahan fasilitas pengolahan limbah diantaranya, Roof Blower, Cooling Tower, dan penambahan instalasi metode fisika,” kata Shemin Liandy, ” Investasi yang telah kami gelontorkan untuk perbaikan IPAL sebesar 700 juta rupiah,” ungkapnya.

“Kami berterima kasih atas bimbingan Satgas Citarum Sektor 21, karena kami semakin  tahu apa saja kekurangan pabrik kami, dan kami akan terus berusaha melakukan perbaikan-perbaikan,” pungkas Shemin Liandy

Di akhir pertemuan, PT Tastex diwakili Manager Produksi PT Tastex Shemin Liandy disaksikan Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat melakukan penandatanganan Surat Komitmen untuk selalu melakukan perbaikan pengolahan limbahnya.

PT Budi Agung Sentosa

Pabrik kedua yang disidak Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat yaitu PT Budi Agung Sentosa yang berlokasi di jalan raya Rancaekek KM 25,4 Kabupaten Bandung.

Kedatangan rombongan Satgas Citarum Sektor 21 di PT Budi Agung Sentosa disambut secara langsung oleh Direktur PT Budi Agung Sentosa Hayun Basyar.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat dihadapan para awak media mengatakan, setelah melakukan pengecekan ke IPAL PT Budi Agung Sentosa, ternyata hasilnya akhir pengolahan limbah pabrik ini sudah bening dan terdapat ikan yang hidup di Outlet/kolam, “Artinya air limbah yang ada di outlet pembuangan pabrik yang menghasilkan air limbah sebanyak 500 kubik per hari walaupun dalam keadaan darurat sudah layak dibuang ke sungai,” ujarnya.

Lebih lanjut Kolonel Inf Yusep Sudrajat berharap dua hingga tiga bulan atau setahun kedepan diharapkan aliran sungai yang ada di DAS citarum semakin membaik.

“Seperti diketahui, hampir 30 juta masyarakat Jawa Barat dan DKI Jakarta bergantung kepada sungai Citarum, baik itu untuk kebutuhan air minum bersih maupun untuk kegiatan pertanian, perikanan, dan menghasilkan listrik,” ungkap Kolonel Inf Yusep Sudrajat.

“Maka kita menghimbau kepada semua perusahaan yang menghasilkan limbah cair agar mengelola limbahnya dengan baik,” kata Kolonel Inf Yusep Sudrajat, “Satgas Citarum Sektor 21 akan terus mengawasi perusahaan-perusahaan tersebut,” pungkasnya.

Direktur PT Budi Agung Sentosa Hayun Basyar kepada para awak Media mengatakan, selama ini PT Budi Agung Sentosa mengoperasionalkan IPAL dengan sistem metode kimia, “Kami terus berusaha untuk bisa mengolah limbah sebaik mungkin,” tegasnya.

“Ke depan, kami telah mempersiapkan dan akan membuat suatu instalasi pengolahan limbah yang lebih besar lagi dengan sistem kimia fisika dan biologi dimana hasilnya nanti diharapkan jauh lebih baik lagi dari parameter yang ada saat ini,” kata Hayun Basyar.

“Kami menyadari  pembuangan limbah yang kami miliki harus dikelola dengan baik agar tidak merugikan masyarakat yang menggunakan air sungai,” ungkap Hayun Basyar, “Selain itu keturunan kita di masa depan jangan sampai dirugikan dengan adanya industri yang kurang baik dalam mengolah limbah,” tegasnya.

“Maka kami berkomitmen untuk ke depannya terus meningkatkan pengolahan limbah menjadi lebih baik lagi,” pungkas Hayun Basyar.

Di akhir pertemuan, PT Budi Agung Sentosa diwakili Direktur PT Budi Agung Sentosa Hayun Basyar disaksikan Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat melakukan penandatanganan Surat Komitmen untuk selalu melakukan perbaikan pengolahan limbahnya. (BRH / CUY)

Comments are closed.