Indonesia dan Singapura Kolaborasi di Bidang Perawatan Paliatif

ARCOM.CO.ID, Bandung. Indonesia dan Singapura meluncurkan program Pemberdayaan Pelatih Perawatan Paliatif “Enabling Palliative Care Trainers” (EnPaCT), Senin, (28/1/2019), di Rumah Sakit Umum Dr Hasan Sadikin jalan Pasteur Bandung.

Pengembangan kolaborasi di bidang perawatan Paliatif diharapkan memberikan manfaat kepada 80.000 masyarakat Jawa Barat.

Proyek pelatihan perawatan kesehatan berdurasi tiga tahun yang diinisiasi oleh Singapore International Foundation (SIF) dan bermitra dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Yayasan Kanker Indonesia Jawa Barat, serta Rumah Sakit Umum Dr Hasan Sadikin, menandai prakarsa di bidang perawatan Paliatif oleh Singapore International Foundation (SIF) yang ketiga di Indonesia dan yang pertama di Jawa Barat.

Proyek EnPaCT dirancang serupa untuk mengembangkan kapasitas para tenaga kesehatan di bidang perawatan Paliatif.

Secara menyeluruh proyek di Jawa Barat ini diharapkan mampu memberi manfaat kepada 350 tenaga kesehatan hingga Maret 2022.

Associate Professor Peter Pang Governor Singapore International Foundation (SIF) mengatakan, melalui peluncuran Enabling Palliative Care Trainers (EnPaCT) diharapkan memberi manfaat kepada 100.000 orang di Jawa Barat.

Direktur Utama RS Dr Hasan Sadikin Dr R Nina Susana Dewi mengatakan, dengan menyediakan proses pendidikan yang sistematis dan berkelanjutan bagi tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan penyediaan perawatan Paliatif di Jawa Barat.

Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof Dr dr Aru Sudoyo mengatakan, perawatan Paliatif dapat meningkatkan kualitas hidup pasien, serta keluarga yang berhubungan langsung dengan anggota keluarga yang sedang sakit baik secara fisik, psikososial atau spiritual. (BRH / RLS)

Comments are closed.