Dansektor 21 Satgas Citarum Sidak PT Jatayutex dan PT Indoneptune Net

ARCOM.CO.ID , Kabupaten Bandung. Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, S.IP, M.Si., beserta jajaran Subsektor 21-01/Rancaekek, Jumat, (8/3/2019), kembali melakukan Sidak ke dua pabrik di kawasasan Rancaekek Kabupaten Bandung, dua pabrik tersebut yakni PT Jatayutex di jalan Raya Bandung Garut KM 26, dan PT Indoneptune Net Manufacturing di Jalan Raya Bandung-Garut KM 25.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat seusai melihat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT Jatayutex mengatakan, meski  sudah banyak perubahan yang terjadi di sungai Citarum, pihaknya selaku pemegang mandat Perpres No 15 tahun 2018 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo, akan tetap bekerja selama 7 tahun untuk mengembalikan ekosistem di DAS Citarum dan memantau pembuangan limbah pabrik.

Didampingi General Manager PT Jatayutex Souw Hie Tjong, Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat mengatakan, kondisi IPAL PT Jatayutex terlihat sudah baik, “Kita lihat bersama hasil air olahan limbah PT Jatayutex sudah bening dan terdapat  ikan di kolam pembuangan,” ungkapnya, “Sebenarnya program Citarum Harum bisa berjalan dengan baik jika ada niat baik dari para pemilik dan pengelola pabrik seperti PT Jatayutex,” pungkasnya.

General Manager PT Jatayutex Souw Hie Tjong mengungkapkan, PT Jatayutex merupakan pabrik textil yang memproduksi kain grey dengan kapasitas 400 ribu yard perbulan, “Terkait limbah, pabrik kami mengeluarkan air limbah di bawah 20 meter kubik perhari, memang sangat sedikit, namun kami tetap membangun IPAL untuk mengolah limbah tersebut,” tegasnya, “Bahkan PT Jatayutex selalu mengikuti proper biru dan sudah 6 tahun mendapat sertifikat tersebut,” ungkapnya.

“PT Jatayutex selama 8 tahun terakhir sudah menggunakan mesin terbaru dari Jepang yang menggunakan air jet atau udara, sehingga hasil produksi pabrik kami jauh lebih baik dan bisa dikatakan ramah lingkungan,” pungkasnya.

PT Indoneptune Net Manufacturing

Seusai melakukan sidak ke PT Jatayutex, Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat beserta rombongan langsung menuju PT Indoneptune Net Manufacturing yang berlokasi di Jalan Raya Bandung-Garut KM 25 untuk meninjau fasilitas IPAL pabrik tersebut, kehadiran Dansektor 21 diterima secara langsung oleh Vice President PT Indoneptune Net, Hendra Gunawan.

Seusai meninjau IPAL PT Indoneptune Net Manufacturing, Kolonel Inf Yusep Sudrajat tampak cukup puas melihat hasil olahan limbah PT Indoneptune Net Manufacturing, dikarenakan di pabrik ini sudah terbangun bak kontrol yang berisi ikan hidup, dan warna hasil akhir olahan limbah PT Indoneptune Net Manufacturing jernih.

“Saya selaku Komandan Sektor 21 Satgas Citarum mengucapkan terimakasih pada Direktur PT Indoneptune Net terkait dengan IPAL untuk pembuangan limbah cairnya yang sudah terlihat baik,” kata Dansektor 21.

“Seperti diketahui, PT Indoneptune Net memproduksi jaring ikan yang hasilnya 60 persen untuk ekspor dan 40 persen untuk distribusi lokal, jaring-jaring yang diproduksi nantinya di pasang di kapal dan digunakan para nelayan untuk menangkap ikan,” ungkap Dansektor 21.

“Kita lihat berssama-sama di PT Indoneptune Net pembuangan hasil olahan limbahnya sedikit, karena memang hanya mewarnai produk jaring,” ungkap Dansektor 21, “Setiap hari pabrik ini menghasilkaan limbah 75 hingga 100 meter kubik, tadi kita lihat bersama kondisi outlet di pabrik ini terdapat ikan hidup, dan limbah akhir di pabrik ini walaupun belum bisa dikatakan sempurna tetapi warnanya sudah bening,” tegasnya.

“Maka saya mengucapkan terima kasih atas upaya-upaya yang dilakukan Direksi PT Indoneptune Net untuk menjaga lingkungan khususnya DAS Citarum,” kata Dansektor 21, “Karena kita sama-sama pahami Sungai Citarum sangat vital bagi 30 juta warga di Jawa Barat dan DKI Jakarta, baik itu untuk konsumsi, mandi, keperluan pertanian dan perikanan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Dansektor 21 mengungkapkan, pihaknya diberi waktu selama 7 tahun melalui Perpres No15 tahun 2018 yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo untuk mengembalikan ekosistem DAS Citarum, “Maka PT Indoneptune Net walaupun sedikit membuang hasil olahan limbahnya ke sungai, tetap harus ramah lingkungan dan tidak membahayakan ekosistem,” pungkasnya.

Vice President PT Indoneptune Net Manufacturing Hendra Gunawan dihadapan para awak Media mengatakan, pihaknya  setiap tahun memproduksi sebanyak 2.500 ton jaring, “Untuk hasil olahan limbah saya akui saya sendiri belum cukup puas, sehingga sedang dipikirkan perluasan untuk menggunakan proses biologi agar output-nya sesuai dengan yang diharapkan, karena saat ini kita baru menggunakan proses kimia,” pungkasnya. (BRH / BAN / ST)

Comments are closed.