Dansektor 21 Citarum Harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat Cek IPAL CV Daya Utama Logam

ARCOM.CO.ID ,Cimahi. Dansektor 21 Citarum Harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat terus memantau dan memastikan seluruh industri penghasil limbah cair di wilayah Sektor 21 yang mencakup Kota Cimahi, Kabupaten Bandung (Solokan jeruk, Dayeuhkolot, Lagadar, Solokan Jeruk, Cicalengka), dan Kabupaten Sumedang menghasilkan limbah akhir sesuai parameter Sektor 21, yaitu limbah akhir jernih dan terdapat ikan di bak penampungan, untuk itu, Jumat (22/3/2019), Dansektor 21 melakukan pengecekan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) CV Daya Utama Logam yang beralamat di Jalan Cibaligo No 142A Cimahi.

Meskipun hanya menghasilkan limbah cair dengan skala dan jumlah yang kecil, CV Daya Utama Logam ternyata mampu menunjukkan hasil pengolahan limbah sesuai parameter yang di terapkan Satgas Sektor 21.

Seusai melakukan mengecek IPAL, Dansektor 21 Citarum Harum Kolonel Inf. Yusep Sudrajat mengatakan, pihaknya telah melihat mulai dari proses produksi hingga pengolahan limbah, “Meskipun perusahaan ini hanya menghasilkan limbah cair sebanyak dua meter kubik per hari, perusahaan ini mampu mengolah limbahnya dengan serius,” ungkapnya, “Karena sekecil apapun limbah yang dikeluarkan, harus diolah dengan baik,” Tegasnya.

Lebih lanjut Kolonel Inf. Yusep Sudrajat mengatakan, komitmen Satgas Sektor 21 adalah melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada seluruh industri penghasil limbah cair, “Satu tahun pertama, Satgas Sektor 21 lebih memprioritaskan industri skala besar, dan saat ini kita akan terus dorong seluruh skala indsutri kecil melakukan perbaikan pengolahan limbahnya,” ujarnya.

Di akhir wawancara Kolonel Inf. Yusep Sudrajat mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada pihak perusahaan, karena telah melakukan perbaikan IPAL, “Sehingga perusahaan ini menghasilkan limbah yang aman bagi lingkungan sesuai parameter yang diterapkan Satgas Sektor 21 selama ini yaitu jernih dan terdapat ikan yang hidup di outlet sebelum pembuangan,” pungkasnya.

Direktur CV Daya Utama Logam Samuel Setiadjie kepada para awak Media mengatakan perusahaannya hanya menghasilkan limbah cair sedikit, yaitu dua meter kubik per hari, “Kami melakukan proses pengolahaan air limbah dengan metode Kimia dengan menggunakan tiga  bahan kimia yaitu NaoH, PAC dan Aqua Clear, selain itu proses produksi pencucian dan pewarnaan limbah cair menghasilkan jumlah yang sedikit,” ungkapnya.

“Prosesnya, limbah cair masuk ke inlet atau bak penampungan, setelah inlet ada proses flogulasi dengan obat kimia PAC, Aqua clear dan NaoH, kemudian ditampung di outlet akhir untuk selanjutnya dibuang dengan kondisi aman,” pungkas Samuel Setiadjie.

Manajer SDM dan Umum CV Daya Utama Logam Budi Rismawan mengungkapkan, CV Daya Utama Logam memiliki kapasitas pengolahan limbah yang mampu menampung 640 meter kubik, “Karena jumlah produksi sedikit, maka proses limbah yang ada tidak membuat kami keteteran dalam pengolahan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Budi Rismawan mengatakan, bahan baku produksi yang digunakan CV Daya Utama Logam yang telah berdiri sejak 1986 antara lain, Zinc Alloy Kuningan, dan Besi, “Sebenarnya telah sejak lama hasil limbah yang dihasilkan CV Daya Utama Logam baik,” ungkapnya, “Namun untuk kolam ikan yang ada merupakan suatu tantangan bagi perusahaan kami, karena untuk pengolahan dibutuhkan proses yang sempurna, sehingga makhluk hidup seperti ikan dapat beradaptasi di lingkungan air yang ada di bak,” pungkasnya. (BRH / CUY)

Comments are closed.