Kapolsek Kiaracondong Cek Kekuatan Petugas Ketertiban Jelang Pilpres 2019

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Menjelang Pileg dan Pilpres 2019, Kapolsek Kiaracondong Kompol Asep Saepudin S.Pd., M.H., bersama Camat Kiaracondong, Danramil, Perwakilan Bawaslu dan KPU Kota Bandung mengecek kekuatan Petugas Ketertiban Pamsung Pileg dan Pilpres 2019 se-Kecamatan Kiaracondong, Minggu, (31/3/2019), di Lapangan 150 Cafe and Garden jalan Sulaksana Bandung.

Sekitar 415 orang dari total 742 Petugas Ketertiban ditambah anggota TNI dan Kepolisian, hadir dalam kegiatan Apel Petugas Ketertiban Pamsung Pileg dan Pilpres 2019 se-Kecamatan Kiaracondong.

Kapolsek Kiaracondong Kompol Asep Saepudin S.Pd., M.H., saat ditemui para awak Media seusai Apel Petugas Ketertiban Pamsung Pileg dan Pilpres 2019 se-Kecamatan Kiaracondong mengatakan, Pemilu 2019 harus dimulai dengan gelar pasukan pengaman, atau Petugas Ketertiban.

“Esensi Apel Petugas Ketertiban Pamsung Pileg dan Pilpres 2019 se-Kecamatan Kiaracondong, adalah mengecek kekuatan Petugas Ketertiban, menghimpun nomor HP dan WhatsApp, dan membuat Chemistry sesama Petugas Ketertiban agar saat koordinasi tidak terjadi kesulitan,” kata Kompol Asep Saepudin.

“Seperti diketahui, istilah Linmas diganti menjadi Petugas Ketertiban,
karena anggota Petugas Ketertiban yang dibentuk oleh Ketua RW dan Lurah berasal dari masyarakat yang bukan Linmas,” ungkap Kompol Asep Saepudin.

“Sehingga kami dari Kepolisian perlu memberikan pelatihan, dan penekanan kepada Petugas Ketertiban terkait tugas, berbuat apa, dan bertanggung jawab kepada siapa,” ujar Kompol Asep Saepudin.

Lebih lanjut Kompol Asep Saepudin mengatakan, setelah Petugas Ketertiban diberikan pelatihan, maka sebelum, selama, dan setelah masa pencoblosan, mereka betul-betul mengetahui tugas dan perannya.

“Saat Apel tadi, dari 742 Petugas Ketertiban, yang hadir 75 persen atau sekitar 415 orang,” ungkap Kompol Asep Saepudin, “Pastinya setiap Kelurahan di wilayah Kiaracondong memberikan perwakilannya,” ujarnya.

Kompol Asep Saepudin menjelaskan, nantinya Petugas Ketertiban akan didampingi Petugas Pamsung, “Jadi sistemnya, 2 Polisi, 14 TPS, dan 28 Petugas Ketertiban,” ungkapnya.

“Kita juga membentuk Pos Pengamanan di setiap Kelurahan, yang diwakili para Padal, Lurah, Babinsa, Ketua LPM, Karang Taruna, dan Linmas,” ungkap Kompol Asep Saepudin, “Tugasnya adalah untuk mem-backup apabila terjadi ketegangan di sekitar Kelurahan tersebut,” ujarnya.

“Bila ketegangan tidak teratasi maka bisa meminta bantuan sistem pengamanan kota dari Polrestabes Bandung,” ungkap Kompol Asep Saepudin.

“Nantinya saat pencoblosan Polsek Kiaracondong dibantu BKO 29 orang dari Polrestabes, dan 35 orang dari Polsek Kiaracondong, ditambah Padal, Babinkamtibmas, dan Babinsa dari Koramil,” kata Kompol Asep Saepudin, “Jadi dari 362 TPS yang ada di wilayah Polsek Kiaracondong, kami menerjunkan hampir 100 orang untuk pengamanan,” ujarnya.

“Untuk meminta bantuan TNI adalah wewenangnya Kapolrestabes, karena anggota TNI harus berjarak 50 meter dari TPS, dan mereka tidak boleh mendekat,” ungkap Kompol Asep Saepudin.

“Bahkan Ketua TPS sangat berperan untuk mengambil keputusan, apakah Polisi boleh masuk ke TPS atau tidak, jadi Polisi menunggu perintah dari KTPS,” kata Kompol Asep Saepudin.

Kompol Asep Saepudin mengungkapkan, secara umum, wilayah Kiaracondong tidak ada yang rawan, “Dari 362 TPS semua aman, dan dengan DPT 91.459, semua sudah memperoleh formulir A6 atau panggilan untuk mencoblos,” ungkapnya.

Kompol Asep Saepudin menghimbau pertama, agar aparatur penyelenggara Pemilu, Petugas Pamsung dan Petugas TPS netral, “Itu kuncinya,” tegasnya.

“Kedua, masyarakat jangan Golput, karena tingkat partisipasi masyarakat saat Pilkada kemarin di wilayah Kiaracondong naik 90 persen, mudah-mudahan tahun ini partisipasinya lebih baik lagi,” kata Kompol Asep Saepudin, “Selain itu, karena Pilpres 2019 rawan libur panjang, masyarakat diharapkan lebih mengutamakan mencoblos terlebih dahulu,” ujarnya.

“Ketiga, kami menghimbau masyarakat jangan termakan Hoax atau berita bohong, tetap istiqomah dan istikharah kepada Allah SWT, jangan mau diadu domba, dan yang terpenting gunakan hak pilih,” pungkas Kompol Asep Saepudin. (BRH)

Comments are closed.