Prodia Menggelar Seminar Genomic Testing di Kota Bandung

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Laboratorium Klinik Prodia untuk pertama kalinya di Indonesia menghadirkan pemeriksaan Genomik bernama Cancer Risk (CArisk) yang mampu memberikan persetujuan kepada individu terkait pencegahan perkembangan penyakit kanker dan penyakit lainnya melalui uji DNA.

Untuk menjelaskan apa itu pemeriksaan Genomik, Laboratorium Klinik Prodia menggelar Press Conference bertajuk, “Good Doctor for Better Disease Prevention” di sela-sela seminar “Disease Prevention Through The Power of Genomic Testing”, Sabtu, (6/4/2019), di Grandia Hotel Bandung jalan Cihampelas, turut hadir, Prof. Gerald Pals, PhD., Dr. dr. Aris Wibudi, Sp.PD-KEMD., Riska Widyasari, S.Si., dan Regional Head Prodia Jawa Barat Dr. Mona Yolanda, dan moderator dr. Ni Made Amy Rostika Dewi.

Regional Product Executive Prodia Riska Widyasari, S.Si, dihadapan para awak Media mengatakan, dalam pengaplikasian di bidang medis adanya pemeriksaan genomik membuka paradigma baru dalam menilai risiko penyakit yang mendukung preventive medicine, dikarenakan mencegah lebih baik daripada mengobati .

“Prodia sebagai laboratorium klinik terbesar di Indonesia memiliki dedikasi tinggi untuk terus mengembangkan pemeriksaan-pemeriksaan terbaru dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, salah satunya adalah dengan menyediakan layanan Prodia Genomics, yang merupakan salah satu layanan yang disediakan Prodia untuk pemeriksaan genomik dengan menggunakan teknologi terbaru microarray,” kata Riska Widyasari, “Sehingga saat ini di Indonesia pemeriksaan genomik tidak perlu dikirim ke luar negeri, tetapi bisa dilakukan di Prodia,” ujarnya.

Regional Head Prodia Jawa Barat Dr. Mona Yolanda mengatakan, metode Genomik merupakan bidang yang mempelajari genom, yaitu untuk memahami bagaimana dan apa akibat dari interaksi antar gen serta pengaruh lingkungan terhadapnya.

“Manusia memiliki sekitar 100 triliun sel di dalam tubuhnya, dan di setiap sel terdiri dari kromosom yang tersusun dari susunan DNA, susunan DNA tersebut di setiap manusia 99.9% sama, namun terdapat 04% perbedaan,” ungkap Mona Yolanda, “Perbedaan itu telah menghasilkan keragaman sepertl tinggi badan, warna rambut, kulit, mata, serta kerentanan terhadap penyakit,” ujarnya.

“Pemeriksaan genomik bertujuan untuk menilai risiko terhadap beberapa penyakit, dan kini sudah tersedia di Prodia, diantaranya adalah Carisk yaitu untuk melihat resiko berbagai jenis kanker, dan DIArisk untuk melihat risiko terhadap penyakit diabetes,” kata Mona Yolanda.

“Ke depan akan segera hadir pemeriksaan lainnya, yaitu CVDrisk untuk melihat resiko penyakit kardiovaskular, TENSrisk untuk meiihat resiko penyakit hipertensi, IMMUNErisk (autoimun), dan Prodia Wellness Genomics untuk berbagai jenis penyakit,” ungkap Mona Yolanda.

“Selain untuk menllai resiko penyakit, Prodia Genomik menyediakan pemeriksaan Prodia Nutrigenomics untuk gaya hidup yang tepat berdasarkan profil genomik, dan Prodia Pharmacogenomics untuk memandu pemilihan obat yang tepat dan dosis terapi,” pungkas Mona Yolanda.

Laboratorium Klinik Prodia menghadirkan pemeriksaan Genomik dikarenakan saat ini Indonesia telah memasuki era Next Generation Medicine, dan pemeriksaan genomik dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal, seperti memperkirakan resiko, diagnosis, monitoring serta pemilihan obat dan gaya hidup berdasarkan gen.

Prodia sebagai laboratorium klinik terbesar di Indonesia memiliki dedikasi tinggi untuk terus mengembangkan pemeriksaan-pemeriksaan terbaru dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, salah satunya adalah dengan menyediakan layanan Prodia Genomics.

Kota Bandung merupakan kota pertama yang menyelenggarakan seminar “Disease Prevention Through The Power of Genomic Testing”, seminar ini dihadiri sekitar 70 dokter, selanjutnya seminar ini akan dilanjutkan ke berbagai kota besar lainnya di Indonesia. (BRH)

Comments are closed.