Jaringan Bandung Inisiatif Tanggapi Ideologi Pancasila vs Khilafah

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Jaringan Bandung Inisiatif (JBI) akhirnya memberikan pernyataan sikap terkait wacana yang berkembang di masyarakat terkait ideologi Pancasila vs Khilafah, dan menyikapi pihak-pihak yang ingin mengubah Pancasila, pernyataan sikap JBI terungkap saat Press Conference Jaringan Bandung Inisiatif, Rabu, (10/4/2019), di RM Sindang Reret jalan Surapati Bandung, turut hadir Pendiri JBI Adhitya Alam Syah (Abah Alam), dan Ketua JBI Ari Mulia Subagja.

Pendiri Jaringan Bandung Inisiatif (JBI) Adhitya Alam Syah (Abah Alam) dalam pernyataan singkatnya terkait Pancasila vs Khilafah mengatakan, Bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki falsafah Pancasila, dan bilamana ada pendapat atau gerakan yang berbeda, kita jadikan semangat untuk lebih memperkuat Pancasila,” tegasnya.

Ketua Jaringan Bandung Inisiatif (JBI) Ari Mulia Subagja dalam pernyataan sikapnya terkait ideologi Pancasila vs Khilafah mengatakan, Jaringan Bandung Inisiatif manut kepada filosofi kujang, yaitu ‘Kukuh Kana Jangji, Kukuh Kana Piwejang, Kukuh Kana Jawa Hiyang.

“Janji apa?, yaitu menjalankan Piwejang atau amanat para leluhur bangsa termasuk para pendiri bangsa, jadi jika berbicara Pancasila versus Khilafah, Jaringan Bandung Inisiatif akan menjalankan amanat pendiri bangsa dan leluhur bangsa,” ujarnya, “Pancasila sudah final sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia, jadi ideologi Pancasila tidak untuk didiskusikan, diperbincangkan atau ditawar-tawar lagi,” tegasnya.

Lebih lanjut Ari Mulia Subagja mengatakan, pada kehidupan berbangsa dan bernegara, Jaringan Bandung Inisiatif akan menjalankan apa yang tertulis dalam teks Proklamasi, Pancasila, UUD 1945, dan Pembukaan UUD 1945, “Hal ini sudah menjadi kontrak mati bagi Jaringan Bandung Inisiatif, dalam hal ini JBI tidak ada tawar menawar lagi untuk ideologi Pancasila,” tegasnya.

“Jaringan Bandung Inisiatif akan mengangkat nilai-nilai adat budaya supaya masyarakat tidak bingung lagi dengan jati diri bangsa, selain itu JBI akan mempersiapkan generasi bangsa agar berkarakter dan bermartabat,” ungkap Ari Mulia Subagja.

Di akhir pernyataan sikapnya, Ari Mulia Subagja mengatakan, jika ada ideologi lain yang muncul dan ingin hidup di Indonesia, maka ideologi tersebut dipersilahkan mencari tempat lain selain di Indonesia, “Hiduplah dengan ideologi kalian itu, tetapi jangan di Indonesia, dan jangan di Bumi Pertiwi yang kami cintai ini,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Jaringan Bandung Inisiatif (JBI) didirikan oleh sesepuh kasundaan Abah Adhitiya Alam Syah atau yang lebih dikenal dengan panggilan Abah Alam, dan diketuai oleh tokoh adat Sunda Ari Mulia Subagja, JBI sendiri siap berkiprah untuk mengangkat kembali nilai-nilai budaya dan adat istiadat sebagai energi pembangunan bangsa, serta bertekad melestarikan amanat para leluhur pendiri bangsa Indonesia.

Jaringan Bandung Inisiatif (JBI) yang juga akan berperan aktif dalam mengakselerasi seluruh agenda program Citarum Harum, rencananya pada 26 April 2019 di Graha Tirta Siliwangi Bandung akan menggelar acara Syukur Nikmat Karunia Alam sekaligus Launching lembaga tersebut. (BRH /ST)

Comments are closed.