Pesta Rakyat Jokfest di Kota Bandung Meriah

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Menjelang masa tenang, Rumah Kerja Relawan Jawa Barat menggelar Pesta Rakyat Jokfest secara meriah, Jumat, (12/4/2019), di Monumen Perjuangan Jawa Barat (Monju) Bandung, Jokfest merupakan sebuah festival yang menggambarkan karakter seorang Joko Widodo (Jokowi).

“Sosok Jokowi yang ¬†sederhana dan dekat dengan rakyat itulah yang diterjemahkan oleh Tim Rumah Kerja Relawan Jawa Barat untuk dijadikan sebuah festival,” kata Ketua Relawan Jokowi-Ma’ruf Amin Jawa Barat Aat Suratin di sela-sela acara Jokfest.

“Jokfest sengaja kita rancang jauh-jauh hari sebelumnya, karena di akhir masa kampanye kita ingin membuat sebuah peristiwa yang menggambarkan karakteristik Jokowi”, ujar Aat Suratin.

Lebih lanjut Aat Suratin mengatakan, apabila dibuka kamus besar bahasa Indonesia, festival artinya riang, gembira, yakin, dan bersahabat.

“Jadi festival itu penuh kegembiraan, dan saya kira karakter Jokowi yang sederhana, dan dekat dengan masyarakat itulah yang diterjemahkan menjadi festival,” ungkap Aat Suratin.

“Karakter Jokowi merakyat, oleh karena kita buat pesta rakyat bertema optimis seperti yang Jokowi ungkapkan,” kata Aat Suratin.

“Kenapa optimis?, karena optimis itu menumbuhkan harapan, dan kebalikannya adalah pesimis yang membunuh harapan,” ujar Aat Suratin.

Untuk rangkaian kegiatan, Jokfest, Aat Suratin menjelaskan, festival ini dibagi menjadi tiga sesi, “Pertama pasar murah yang dimulai sejak pagi sampai jam 11 siang, selanjutnya selepas break Sholat Jumat, dilanjutkan Ikrar Kebangsaan dari Perguruan Silat yang diawali dengan arak-arakan, setelah itu diisi hiburan dari para musisi Bandung yang tergabung dalam musisi nol satu,” pungkasnya.

Budayawan dan Praktisi Silat Roedy Wiranatakusumah di hadapan para awak Media mengatakan, Intisari dari Ikrar Kebangsaan dari Pesilat Jawa Barat adalah sebuah pesan dan janji untuk Presiden.

“Terdapat enam poin Ikrar, apapun yang menjadi Ikrar dan penting untuk kebangsaan ini adalah merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam era baru dan kepemimpinan baru,” tegas Roedy Wiranatakusumah.

“Kami dari insan Insan Silat dan Budayawan, berharap Ikrar ini menjadi satu pegangan bersama,” kata Roedy Wiranatakusumah, “Semoga kepemimpinan yang baru nanti bisa memberikan satu nilai-nilai bahwa ikrar itu memang kami pegang dan kami jaga betul,” tegasnya.

“Tidak hanya sekedar Lips Service, karena Ikrar tersebut kami buat dan kami rumuskan dari beberapa sosial elit, tidak berdasarkan individu, melainkan kesepakatan kelompok,” ungkap Roedy Wiranatakusumah.

“Kami berharap Ikrar yang dibuat menjadi Chapter baru,” ungkap Roedy Wiranatakusumah, “Jika Bandung mempunyai Dasasila, mungkin Ikrar ini tidak setinggi Dasasila, tetapi paling tidak Ikrar yang kami lontarkan di depan publik dan Media, akan kami jaga dan kawal bersama, minimal dalam lingkup Jawa Barat,” pungkasnya. (BRH /CUY)

Comments are closed.