Komunitas Pro Bono “TujuhRuang” Siap Gelar Bakref 2019 Menuju Bandung Kota Wisata Kreatif

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Founder/Creator/ Chairman Komunitas TujuhRuang sekaligus Ketua 7th Sky Foundation Aries Budi menegaskan, rencananya Komunitas TujuhRuang di bulan Desember 2019 akan menggelar festival kreatif terbesar di kota Bandung bertajuk, “Bandung Kreatif Festival 2019” (Bakref 2019) selama enam hari, rangkaian Bakref 2019 akan dimulai di acara Bandung Reborn pada 27 April 2019.

Hal ini diungkapkan Aries Budi di hadapan para Wartawan Media Cetak maupun Online, Senin, (15/4/2019), di Kantor TujuhRuang-Mall Lucky Square Lantai P9 jalan Terusan Jakarta Bandung, turut hadir Manajemen Kreatif TujuhRuang Indra, dan Perwakilan First Media Donny.

“Pada tahun 1980-an kota Bandung menjadi kiblat kreatifitas anak-anak muda di seluruh Indonesia, maka tidak heran pada saat itu setiap karya kreatifitas anak muda Bandung dalam jangka waktu satu minggu langsung diikuti kota-kota lain di Indonesia,” ungkap Aries Budi di awal paparannya.

“Namun saat ini kondisinya jauh berbeda, maka komunitas TujuhRuang berencana membangkitkan kembali kota Bandung sebagai kota kreatif dan destinasi wisata kreatif di Indonesia, sehingga para kreator di kota Bandung dapat merasakan hasilnya secara ekonomi,” tegas Aries Budi.

Lebih lanjut Aries Budi mengatakan, selama ini setiap akhir pekan, uang yang terserap di kota Bandung hanya dinikmati oleh komunitas kuliner yang didapatkan dari wisatawan dari Jakarta dan sekitarnya, “Maka harus ada ruang dan komunitas kreatif agar dapat mengembangkan kreatifitas lainnya selain kreativitas kuliner,” ungkapnya, “Bahkan Mall-mall yang ada di kota Bandung saat ini cenderung melempem, sehingga harus diperbaharui dengan kreatifitas yang diciptakan di Mall tersebut,”ujarnya, “Ada empat pilar yang dapat menunjang hal itu, yaitu Pemerintah, Pengusaha, Kreator dan Media,” tegasnya.

Aries Budi mengungkapkan, sejak dua tahun yang lalu komunitas TujuhRuang melakukan berbagai kegiatan kreatif yang tujuannya melibatkan sebanyak mungkin warga kota Bandung, sehingga kota Bandung diharapkan menjadi destinasi wisata kreatif di Indonesia, “Saat ini kota Bandung baru menjadi destinasi kuliner,” ungkapnya.

“Kegiatan kreatif yang paling terbaru dilakukan komunitas TujuhRuang adalah melakukan kampanye Indonesia Damai melalui mural yang dilakukan seniman mural yang belum terwadahi,” ungkap Aries Budi.

“TujuhRuang yang merupakan komunitas Pro Bono berlandaskan konsep Edukasi, Inkubasi, dan Eksebisi, dan diharapkan dapat mengolaborasikan secara optimal kreasi-kreasi yang selama ini terpendam,” ungkap Aries Budi.

“Demi mewujudkan konsep Bandung Wisata Kreatif dan mengakomodir semua komunitas di kota Bandung, maka silahkan bergabung dengan komunitas TujuhRuang di Mall Lucky Square Lantai P9 jalan Terusan Jakarta Bandung,” kata Aries Budi.

“Mari kita bekerja secara independen namun bertanggung-jawab,” kata Aries Budi, “Untuk persoalan biaya mari kita pecahkan secara bersama-sama, karena  kebetulan di RuangTujuh terdapat divisi bisnis, intinya mari komunitas kreatif di kota Bandung Learning by Doing secara benar dan terukur,” ujarnya, “Jangan ragu-ragu, siapapun anggota komunitas yang memiliki ide apapun, mari kita bincangkan dan cari solusinya di TujuhRuang, mari komunitas di kota Bandung bersatu,” tegasnya.

Aries Budi mengungkapkan, masalah terhambatnya kreativitas di kota Bandung adalah kurangnya tempat berekspresi bagi anak muda, dan adanya pengkotak-kotakan serta ego komunitas, “Selain itu tidak adanya movement yang berjalan secara konsisten, dan kurang berjalannya empat pilar yakni, Pemerintah, Pengusaha, Kreator dan Media,” tegasnya, “Sebaiknya para kreator di kota Bandung  mulai merapat ke TujuhRuang, kemukakan ide-ide di bidang seni rupa, musik, drama, digital dan bidang lainnya,” pungkasnya.

Manajemen Kreatif TujuhRuang Indra mengungkapkan, dahulu kreatifitas terjadi di mana mana seperti di lapangan dengan adanya Acara 17 Agustusan, “Namun saat kreativitas cenderung terkotak-kotak berdasarkan komunitas masing-masing,” ungkapnya lirih, “Saat ini di kota Bandung tidak ada lagi tempat berekspresi sejak tahun 1995 karena adanya pengkotak-kotakan dan  dan ego komunitas, sehingga movement kreativitas tidak berjalan secara konsisten,” ujarnya, “Kreativitas anak muda Bandung menjadi buntu,” ungkapnya.

“Maka komunitas TujuhRuang di tahun 2019 akan melaksanakan pemanfaatan ruang publik, ruang komunitas, kelas kreatif, galeri seni dan budaya, ruang seni, dan kelas kreatif untuk edukasi bagi para kreator yang berasal dari warga sehingga ke depannya Bandung menjadi kota wisata kreatif,” kata Indra.

“Komunitas TujuhRuang berharap Program Bandung Reborn Road to Bakref 2019, Bandung Wisata Kreatif,  Program Kelas Kreatif, dan Ruang Komunitas mampu menyedot animo para kreator di Kota Bandung dan sekitarnya,” pungkas Indra.

Perwakilan First Media Donny dalam paparan singkatnya mengatakan, First Media sudah bergerak bersama TujuhRuang untuk mengadakan WiFi gratis tingkat RW di 300 titik yang ada di kota Bandung, “Sehingga keterlibatan warga kota Bandung dengan dibantu infrastrukur First media mampu memicu kreator muda kota Bandung dari berbagai komunitas,” pungkasnya.

Komunitas TujuhRuang  merupakan komunitas Pro Bono yang ada di kota Bandung, Pro Bono di sini mempunyai arti melakukan gerakan untuk kepentingan umum tanpa memungut biaya. (BRH)

Comments are closed.