Lubang Pembuangan Limbah PT Beronica Terancam dilokalisir Satgas Citarum Sektor 21

ARCOM.CO.ID ,Rancaekek. Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, S.IP, M.Si., beserta jajaran Satgas Citarum Subsektor 01/Rancaekek didampingi Danramil Rancaekek Kapten Inf M. Raidin rencananya 7 hari ke depan akan menutup lubang pembuangan limbah PT Beronica apabila masih membandel membuang limbah berwarna keruh ke sungai, dan di saluran pembuangannya belum ada ikan yang hidup.

Hal ini terungkap saat Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat melakukan sidak ke pabrik tekstil PT Beronica yang berloksi di jalan Raya Rancaekek KM 24 Kabupaten Bandung, Senin, (29/4/2019).

Kedatangan Dansektor 21 beserta rombongan disambut General Manager PT Beronica Chandra, dan Konsultan PT Beronica Mr Chow.

Dansektor 21 sebelum melaksanakan pengecekan ke  Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT Beronica terlebih dahulu menjelaskan tentang progres Citarum Harum pada Chandra dan Mr Chow.

Seusai menjelaskan, Dansektor 21 menuju IPAL PT Beronica, dan ternyata hasil olahan limbah dari PT Beronica masih berwarna keruh, dan belum ada ikan yang hidup di saluran buang meskipun sudah ada bak ikan.

“Saya selaku Dansektor 21 memberi waktu 7 hari pada PT Beronica untuk segera membenahi IPAL-nya,” tegas Kolonel Inf Yusep Sudrajat, “Karena kami bertugas sesuai dengan Perpres No.15 tahun 2018, yakni mengembalikan ekosistem di DAS Citarum,” ujarnya.

“Perpres ini sudah berusia lebih dari satu tahun, tetapi PT Beronica belum juga optimal dalam hal pengolahan limbahnya,” ungkap Dansektor 21.

“Minggu depan kami akan cek kembali IPAL PT Beronica, dan apabila hasil olahan limbah belum maksimal, dengan berat hati dan terpaksa kami akan lokalisir lubang pembuangan limbah PT Beronica,” pungkas Dansektor 21.

General Manager PT Beronica Chandra mengatakan, pihaknya masih berusaha menstabilkan kondisi pengolahan limbah pabrik tekstil tersebut.

“Kami baru menambah fasilitas untuk sistem biologi pada bulan Februari 2019, dan hasilnya memang belum stabil, karena bakteri masih banyak yang mati,” ungkap Chandra.

“Sebelumnya kami menggunakan metode fisika dan kimia, namun kami juga menginginkan hasil olahan yang lebih baik untuk mendapatkan baku mutu yang optimal, oleh karenanya kami tambah dengan sistem biologi,” kata Chandra.

Terkait dengan waktu yang diberikan oleh Dansektor 21 Satgas Citarum untuk membenahi IPAL PT Beronica selama satu minggu, Chandra mengatakan pihaknya akan berusaha optimal agar lubang pembuangan limbah tidak dilokalisir.

Kegiatan ditutup dengan pembuatan surat komitmen oleh pihak PT Beronica yang isinya dalam jangka waktu tujuh hari PT Beronica akan mengoptimalkan hasil pengolahan limbahnya sesuai dengan standar baku mutu dan dalam kondisi jernih, serta ikan mampu hidup di bak outlet.

Seusai Dansektor 21 melakukan sidak ke PT Beronica, Dansektor 21 beserta rombongan langsung menuju PT Moatex dan PT Vonex Indonesia yang lokasinya tidak jauh dari PT Beronica,  dan hasilnya, IPAL PT Moatex dan PT Vonex Indonesia tertata secara sistematis dan hasil olahan limbahnya terlihat sudah bening, dan ada ikan hidup di saluran pembuangan akhir. (BRH / ST)

Comments are closed.