Pemdaprov Jabar Gelar International Conference on Creative Economy 2019

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat untuk pertama kalinya menggelar Forum Kerja Sama Kota-Kota Kreatif se-Asia Tenggara bertajuk, “Connecticity-International Conference on Creative Economy 2019”, selama dua hari, Kamis-Jumat, (2-3/5/2019), di Grand Mercure Bandung Setiabudi jalan DR. Setiabudi Bandung.

Pembukaan International Conference on Creative Economy 2019, Kamis, (2/5/2019), dihadiri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat sesi wawancara  mengatakan, International Conference on Creative Economy 2019 diikuti negara-negara kreatif di ASEAN yakni, Indonesia yang diwakili kota Bandung, Filipina, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Jepang, “Kreatif itu lintas batas, dan hanya dibatasi administrasi saja,” ungkapnya, “Indonesia memiliki kesamaan dengan orang-orang Asia, yaitu senang dengan alam dan keindahan,” ujarnya.

Lebih lanjut Ridwan Kamil mengatakan, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat sedang mengatur strategi bagaimana bersama-sama membangun ekonomi kreatif, “Jawa Barat tahun 2019 sedang mempersiapkan Badan Ekonomi Kreatif Daerah yang pertama di Indonesia,” ungkapnya, “Karena Jawa Barat merupakan satu-satunya provinsi yang memiliki Perda Ekonomi Kreatif,” tegasnya, “Jawaban dari Perda tersebut yakni Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat membuat Bekraf tetapi versi daerah,” ujarnya.

“Mudah-mudahan Badan Ekonomi Kreatif Daerah mengakselerasi kebijakan-kebijakan anggaran dan ujungnya pada kesejahteran ekonomi Warga Jawa Barat,” kata Ridwan Kamil, “Di sinilah peran Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat untuk mengakselerasi ekonomi kreatif sebagai salah satu ekonomi terbaik di Jawa Barat yang nantinya akan digabung dengan potensi pariwisata,” ujarnya.

Ridwan Kamil mengungkapkan, milenial dan generasi Z di Jawa Barat sangat antusias terhadap pengembangan ekonomi kreatif, “Produk unggulan ekonomi kreatif di Jawa Barat yaitu Furniture, Rotan, Genteng di Majalengka dan Cirebon, Desain, Teknologi di Bandung, dan Bambu di Priangan Timur,” ujarnya, “Semua produk unggulan ekonomi kreatif tersebut dihubungkan oleh Network dan Gedung Creative Center yang akan dibangun di tiap daerah,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, ekonomi kreatif merupakan suatu istilah dari terobosan dalam pengembangan ekonomi, sebagai alternatif  dari kegiatan-kegiatan yang belum terwadahi, namun membawa dampak ekonomi yang cukup signifikan khususnya dalam komunitas tertentu, dan mewabah menjadi suatu gerakan positif yang mampu membawa perubahan dalam pengembangan kreatifitas dan inovasi.

“Jawa Barat merupakan sebuah provinsi yang memiliki antusias yang luar biasa terhadap pengembangan ekonomi kreatif khususnya di kalangan para melenial,” kata Dedi Taufik, “Dari 16 sub sektor ekonomi kreatif yang di rilis Bekraf, hampir semuanya ada di Jawa Barat, dan mampu menyumbangkan devisa yang cukup besar pada negara khususnya pada bidang kuliner, fashion dan kerajinan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Dedi Taufik mengatakan, Pemerintah Jawa Barat serius mengembangkan ekonomi kreatif, dan bukan hanya slogan semata,namun dibuktikan dengan beberapa program yang langsung berkaitan dengan pengembangan ekonomi kreratif .

“Beberapa program tersebut diantaranya, akan dibangun Gedung Creative Centere pada beberapa daerah kota dan kabupaten yang memenuhi persyaratan melalui assessment kota/kabupaten kreatif Jawa Barat, dan salah satu persyaratannya adalah mendapat rekomendasi dari para komunitas ekonomi kreatif pada daerah masing-masing,” kata Dedi Taufik.

“Selanjutnya akan di berikan uang pembinaan kepada para komunitas, peningkatan Capacity Building pengembangan ekonomi kreatif, antara lain bidang bisnis, desain, kreatifitas, marketing, digital classroom dan Hak Kekayaan Intelektual atau HKI,” pungkas Dedi Taufik.

Forum Kerja Sama Kota-Kota Kreatif se-Asia Tenggara bertajuk, “Connecticity-International Conference on Creative Economy 2019”, yang baru pertama kali diadakan di Jawa Barat akan rutin di laksanakan setiap tahun sebagai Calender of Event Economic Creative of West Java.

Event ini juga merupakan bagian dari sosialisasi  agar semua orang tahu saat ini Jawa Barat sudah memiliki Perda tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif dan akan membentuk kelembagaan “Ekraf Jabar”.

Forum Kerja Sama Kota-Kota Kreatif se-Asia Tenggara yang digelar di kota Bandung mengundang 250 participant yang terdiri dari 27 kota/kabupaten se Jawa Barat, 18 Duta Besar Negara Sahabat, 20 Provinsi, 8 Kementerian, praktisi, akademisi, dan pegiat ekonomi kreatif baik Indonesia maupun mancanegara.

Para pembicara yang diundang di Evet ini yaitu, Kenneth Cobonpue dari Filipina, Emily Ong dari Singapore, Jia-Ping Lee dari Malaysia, Imhathai Kunjina dari Thailand, Daniel Donnelly/Camelia Harahap/Malaya Del Rosario dari British Council, Hirokazu Nagata dari Jepang ,dan Arief Budiman dari Rumah Sanur Indonesia.

Forum Kerja Sama Kota-Kota Kreatif se-Asia Tenggara akan dilanjutkan malam harinya dengan konsep Malam Awarding dan Welcoming Dinner di Aula Barat Gedung Sate, dalam acara ini akan di serahkan 13 Plakat oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kepada Bupati/Walikota yang terpilih menerima Anugerah Jejaring Pusat Kreatif Jawa Barat, dilanjutkan MoU antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Vice President Grab Indonesia. (BRH)

Comments are closed.