Bekraf Gelar Sosialisasi Pengelolaan Royalti Musik di Kota Bandung

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) akhirnya menggelar Sosialisasi Pengelolaan Royalti di Bidang Musik dalam rangka sosialisasi Lembaga Manajemen Kolektif (LMK), Jumat, (3/5/2019), di Sheraton Bandung Hotel &Towers jalan Ir H Juanda (Dago) Bandung.

Turut hadir dalam acara sosialisasi ini, Direktur Hak Kekayaan Intelektual Bekraf Robinson Sinaga, General Manager Wahana Musik Indonesia (WAMI) Meidi Ferialdi, Musisi Sandy Canester, dan sekitar 100 Musisi dan Pencipta Lagu asal kota Bandung.

Sosialisasi Pengelolaan Royalti di Bidang Musik digelar Bekraf dalam rangka merangkul para musisi dan pelaku ekonomi kreatif di bidang musik yang ada di kota Bandung, selain itu, sosialisasi ini dilakukan untuk mendukung peningkatan kapasitas para pelaku ekonomi kreatif di bidang musik sekaligus sebagai sarana pengembangan musik nasional.

Direktur Hak Kekayaan Intelektual Bekraf Robinson Sinaga kepada para awak Media mengatakan, acara Sosialisasi Pengelolaan Royalti di Bidang Musik menyasar para musisi di Kota Bandung agar pemahaman mengenai sistem pengelolaan royalti lebih meningkat.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pelaku ekonomi kreatif di bidang musik maupun stakeholders terkait sistem pengelolaan royalti yang saat ini berlaku di Indonesia, serta bagaimana pelaku musik dapat meraih hak ekonomi yang sesuai atas karya ciptanya,” kata Robinson Sinaga, kegiatan yang dilakukan satu hari ini dibagi dalam satu sesi panel, dalam sesi panel tersebut dibahas seputar masalah Hak Kekayaan Intelektual dalam musik, dan topik royalti.

Berdasarkan hasil riset Bekraf bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik di tahun 2016, kontribusi subsektor musik terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia hanya sebesar 0,48 persen, harapannya dengan diadakannya acara Sosialisasi Pengelolaan Royalti di Bidang Musik, dapat meningkatkan ekosistem ekonomi kreatif di subsektor musik.

General Manager Wahana Musik Indonesia (WAMI) Meidi Ferialdi dalam uraian singkatnya mengungkapkan, total royalti yang diberikan WAMI sepanjang tahun 2018-2019 kepada para pencipta lagu sebesar Rp 23 miliar, dan pencipta lagu yang mendapatkan royalti terbesar untuk digital di tahun 2019 adalah Dose Hudaya dengan royalti sebesar Rp 200 juta.

Sebagai perbandingan, royalti di Indonesia yang terkumpul di tahun 2018 sebesar Rp 72 miliar, sedangkan di Malaysia royalti di bidang musik yang terkumpul sepanjang tahun 2018 sebesar Rp 300 miliar. (BRH)

Comments are closed.