Dansektor 21 Satgas Citarum: Tuntutan Warga Pada PT Gucci Ratu Tekstil Harus Diakomodir

ARCOM.CO.ID ,Cimahi. Komandan Sektor (Dansektor) 21 Satgas Citarum Kol. Inf Yusep Sudrajat menegaskan kepada pemilik PT Gucci Ratu Textile agar mengakomodir beberapa tuntutan warga terkait rencana pabrik tekstil ini membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hal ini ditegaskan Kol. Inf Yusep Sudrajat saat pertemuan pemilik PT Gucci Ratu Textile dengan perwakilan RT dan RW sekitar pabrik, Selasa, (14/5/2019), di Aula PT Gucci Ratu Textile jalan Cibaligo No.157 Cibeureum Cimahi Selatan kota Cimahi.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kol. Inf Yusep Sudrajat ketika ditemui awak Media seusai pertemuan mengatakan, secara umum pemilik pabrik menyetujui tuntutan dan usul dari masyarakat, sehingga secara kronologis tidak ada lagi alasan bagi masyarakat untuk tidak mengijinkan pembuatan IPAL PT Gucci Ratu Textile, karena memang pembuatan IPAL berkaitan erat dengan tugas Satgas Citarum Harum yang menyarankan semua pabrik terutama PT Gucci Ratu Textile untuk mengelola limbahnya dengan baik,

“IPAL lama milik PT Gucci Ratu Textile saat ini sudah tidak muat dan tidak mampu lagi menampung produksi yang ada, sehingga perlu penambahan,” kata Kol. Inf Yusep Sudrajat, “Maka pihak pabrik akhirnya membangun IPAL atau penampungan limbah yang pada akhirnya harus ada perizinan dari masyarakat,” ungkapnya.

Terkait hasil pertemuan Pemilik PT Gucci Ratu Textile dengan perwakilan RT dan RW Kelurahan Cibeureum Cimahi Selatan, Kol. Inf Yusep Sudrajat mengungkapkan, dengan adanya pertemuan ini, Satgas Citarum Harum berharap masyarakat mendapat keuntungan dari hasil pertemuan ini.

“Dalam pertemuan ini Pemilik PT Gucci Ratu Textile sudah ada rencana membuat insenerator atau alat pembakar sampah dan,WC umum bagi warga sekitar pabrik,” ungkap Kol. Inf Yusep Sudrajat, “Selain itu beberapa tuntutan masyarakat sudah disetujui oleh pihak pabrik sehingga saling menguntungkan, maka diharapkan dengan pertemuan ini PT Gucci Ratu Textile dapat mengembangkan perusahaannya dengan baik, dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya mulai dari lapangan pekerjaan yang memprioritaskan masyarakat sekitar, hingga pengolahan limbah yang baik,” tegasnya.

“Pertemuan ini perlu sinergi serta pemahaman semua pihak, dan yang patut dicatat adalah kedua belah pihak perlu meredam ego masing-masing baik itu ego pabrik maupun ego masyarakat,” ungkap Kol. Inf Yusep Sudrajat, “Contoh, tadinya pihak pabrik ingin membuat tembok beton dari seluruh tanah properti pabrik, namun dengan pertemuan ini, ada sebagian tanah yang tidak perlu ditembok beton agar dapat digunakan bagi kegiatan masyarakat sekitar pabrik,” ungkapnya, “Itulah pentingnya komunikasi antara pihak pabrik dan masyarakat sehingga semua bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Di akhir paparannya Kol. Inf Yusep Sudrajat mengungkapkan, masyarakat yang hadir dalam pertemuan ini ada dari beberapa RT dan enam RW, “Tinggal RT dan RW sebagai pimpinan di daerah untuk menyampaikan kepada masyarakat hasil pertemuan ini, kami dari Satgas Citarum Harum akan melihat selama satu minggu, apakah hasil pertemuan ini tersampaikan kepada masyarakat,” ujarnya, “Maka minggu depan akan ada pertemuan lagi antara pemilik pabrik dan masyarakat untuk penandatanganan hitam di atas putih, dan semoga pertemuan nanti dalam suasana yang  lebih akrab dan kondusif,” pungkasnya.

Pemilik PT Gucci Ratu Textile Erik mengungkapkan, saat ini pihak pabrik sudah tidak bisa lagi memberikan air bersih yang banyak kepada masyarakat sekitar, “Karena izin pengambilan air tanah sudah dibatasi, sehingga tidak bisa seperti dulu lagi,” ujarnya.

“Bahkan saat ini sepertinya air di daerah sini sudah tidak sebanyak dulu, padahal dahulu disebut Leuwigajah karena memang Leuwi yang seperti gajah, hal ini terjadi karena di Leuwigajah sudah banyak perusahaan,” ungkap Erik.

Terkait sungai Citarum, Erik mengatakan Sungai Citarum sudah banyak disorot oleh negara-negara lain karena kotor dan tercemar, “Bahkan sudah ada peringatan bahwa ikan yang ada di sungai Citarum tidak layak untuk dikonsumsi, maka kami sebagai pengusaha sesusah apapun harus berpartisipasi utuk melaksanakan program Citarum Harum,” pungkasnya.

Beberapa tuntutan warga yang tinggal di sekitar PT Gucci Ratu Textile antara lain, masalah ketenagakerjaan yang menginginkan pihak pabrik memprioritaskan tenaga kerja dari RT 09, RW 13, 15, 16, 26, 27,dan  29, selain itu ada tuntutan pemberian air bersih, kompensasi bulanan dari pihak pabrik untuk warga RT 09 dan RW 27, kompensasi tahunan, pembangunan pos kamling di lahan pabrik, akses jalan masuk warga, dan pemberian modal usaha untuk warga sekitar. (BRH)

Comments are closed.