Indonesia Baroque Masuk Lima Besar Ajang World Music Festival 2019 di Romania

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Grup musik Indonesia Baroque yang beranggotakan 12 musisi, pada 13-16 Juni 2019 akan tampil mewakili Indonesia di ajang World Music Festival terbesar di dunia yaitu “World Experience Festival 2019” di Romania, dan yang membanggakan Indonesia Baroque masuk lima besar terbaik menyisihkan 70 negara lainnya.

Salah satu pemain musik Indonesia Baroque Uwie Prabu saat sesi Press Conference, Jumat, (31/5/2019), di Babakan Siliwangi Bandung mengatakan, tampil di World Experience Festival 2019 di Romania merupakan satu kebanggaan bagi Indonesia Baroque, “Karena setiap seniman pasti ingin tampil di sana, karena nantinya ketika tampil di Romania kami bukan hanya membawa Bendera Merah Putih, tetapi kami akan bersilaturahmi dengan teman-teman seniman dari berbagai negara,” ujarnya.

Lebih lanjut Uwie Prabu mengatakan, setiap pemain musik Indonesia Baroque nantinya di Romania akan memainkan tiga hingga empat alat musik, “Hal ini dilakukan untuk menunjukkan Indonesia itu kaya,dan bukan hanya memiliki satu alat musik saja,” tegasnya, “Di Romania nanti, Indonesia Baroque akan berkolaborasi dengan String Orchestra,” ungkapnya.

Mengenai keberangkatan 12 personel Indonesia Baroque ke Romania pada 10 Juni 2019, ternyata baru empat personel Indonesia Baroque yang tiketnya sudah aman, “Sisanya sedang kami perjuangkan,” ungkap Uwie Prabu, “Kita harus gerak cepat, dan beberapa teman di Romania sedang mengurus administrasi para personel Indonesia Baroque,” ungkapnya.

Mengenai ajang World Music Festival terbesar di dunia “World Experience Festival 2019”, Uwie Prabu mengungkapkan sistem festival tersebut adalah audisi, “Dari 70 negara yang berpartisipasi disaring menjadi 10 negara, dan Indonesia akhirnya menempati urutan kelima terbaik dari 10 negara, karena memang World Experience Festival 2019 di Romania hanya menampilkan 10 negara dan tidak boleh lebih,” ungkapnya, “Intinya Indonesia Baroque di Romania akan berkesenian dan mengharumkan nama Indonesia,” tegasnya.

Uwie Prabu mengatakan, nantinya di Romania ada dua kota yang harus Indonesia Baroque sambangi, “Saya juga mendengar Romania sangat menghargai Indonesia dan kehadiran Indonesia sangat diharapkan,” ungkapnya.

Uwie Prabu mengungkapkan, Kadisparbud Jawa Barat telah menghubungi dirinya, “Kadisparbud Jawa Barat akan menyusul dari Italia langsung ke Romania pada 14 Juni 2019,” ungkapnya, “Karena memang Indonesia Baroque harus didampingi pejabat daerah setempat, karena kenyataannya peserta dari negara lain dibiayai pemerintah negaranya masing-masing dan didampingi pejabat negaranya,” ujarnya, “Alhamdulilah juga karena pemerintah kota Bandung akan mensupport Indonesia Baroque,” ungkapnya.

Lebih lanjut Uwie Prabu mengatakan, jika Indonesia Baroque tampil di Romania, maka nantinya Romania akan berbalik memberikan kebaikan kepada Indonesia dengan membuat event World Music Festival yang ke-6 di tahun 2020, “ini harapan kita, karena nantinya kita akan dikunjungi seniman-seniman besar dari 70 negara di dunia,” tegasnya, “Maka Event tersebut harus kita urus kontraknya pada Juni 2019, sebelum diselenggarakan di tahun 2020,” ungkapnya.

“Maka Indonesia di tahun 2020 Insha Allah akan menjadi tuan rumah ajang World Music terbesar dan dihadiri beberapa negara Eropa mulai dari Timur, Barat, dan Selatan, juga Amerika,” ugkap Uwie Prabu.

“Terkait hal tersebut, saya telah ditunjuk oleh Salakanegara untuk mengurus kontrak World Music Festival yang ke-6 yang rencananya diadakan di Indonesia,” ungkap Uwie Prabu, “Keinginan saya event tersebut nantinya diadakan di kota Bandung, tepatnya di Gedung Merdeka, karena di gedung tersebut pernah terjadi peristiwa sejarah internasional yang menurut saya fenomenal,” ujarnya, “Saya juga telah berkomunikasi dengan teman-teman di Romania,” ungkapnya.

“Semoga pemerintah Indonesia mensupport kegiatan tersebut, dan menurut saya yang paling bergerak cepat adalah Disbudpar kota Bandung, karena mereka menyatakan siap bekerjasama untuk event tersebut yang akan diselenggarakan di tahun 2020,” tegasnya, “Alhamdulillah juga karena pemerintah kota Bandung mendukung kegiatan tersebut agar terlaksana di kota Bandung,” ujarnya.

Megenai nama Indonesia Baroque, Uwie Prabu mengungkapkan, Indonesia Baroque mengandung makna peradaban atau era, “Kalau di bidang musik Baroque itu adalah era klasik, jadi Indonesia Baroque itu adalah musik peradaban,” ujarnya.

“Seperti kita ketahui, di luar negeri biola diciptakan tahun 1.200, sedangkan di Indonesia Bonceret yang terbuat dari bambu sebelum masehi sudah ada, dan mainnya sama seperti biola yaitu digesek, hanya senarnya saja yang berbeda,” ungkap Uwie Prabu, “Selain itu ada Rebab yang sudah ada sejak tahun 500-an, jadi peradaban itu memang ada di Indonesia,” ujarnya.

Di akhir paparannya Uwie Prabu mengatakan, seni menurutnya bukan hanya keindahan dan keterampilan saja, tetapi merupakan bentuk curahan isi hati dan pikiran melalui alat musik, sehingga menjadi irama yang mampu menyentuh ruang dengar. (BRH)

Comments are closed.