Gubernur Jabar: Pemuda Pancasila Garda Terdepan Penjaga NKRI

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menegaskan, Pemuda Pancasila harus menjadi garda terdepan dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), hal ini ditegaskan Ridwan Kamil saat menghadiri Halal Bihalal Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jawa Barat, Minggu, (30/6/2019), di Ballroom Hotel Savoy Homann jalan Asia Afrika Bandung

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang datang mengendarai sepeda ontel dalam sambutannya menegaskan, salah satu anugerah yang diberikan kepada Allah kepada bangsa Indonesia adalah Pancasila, “Betapa hebatnya Pancasila apabila dibandingkan dengan negara-negara yang saat ini bermasalah, tetapi tantangan bangsa Indonesia sekarang adalah Sila ketiga Pancasila yaitu Persatuan Indonesia, karena saat ini kita mudah terpecah belah dan terlalu mudah mencari perbedaan diantara persamaan,” tegasnya, “Contohnya sesama muslim Indonesia di media sosial saling menghina, saling mem-Bully, dan saling mengkafirkan saat Pilpres, padahal Rukun Islam-nya sama, kiblat Sholatnya sama, dan kitab dan Rosulnya sama, jadi kalau kita nafsu untuk mencari perbedaan pasti ketemu,” ungkapnya.

“Maka saya mengingatkan, tantangan kita adalah, kalau kita bisa menyelesaikan nafsu perpecahan ini, Insha Allah Indonesia akan selamat menjadi negara adidaya, dan itu sebuah keyakinan,” tegas Ridwan Kamil.

“Masalah kedua kita hari ini adalah masalah Hoax atau berita bohong, contohnya apabila kita menerima berita di WhatsApp langsung kita-Share, padahal belum tentu benar, oleh karena itu menurut survei, sebanyak 40 persen orang Indonesia, tidak bisa membedakan mana berita bohong dan mana berita yang benar,” kata Ridwan Kamil.

“Maka saya titip kepada Pemuda Pancasila yang memegang nama sakral Pancasila, jadilah garda terdepan dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena seperti kita ketahui, NKRI dibangun oleh darah dan airmata, maka saya sebagai Gubernur Jawa Barat akan selalu memastikan Pancasila selalu abadi di tanah Jawa Barat,” tegas Ridwan Kamil.

Lebih lanjut Ridwan Kamil mengatakan, dirinya sangat bangga dengan sila kelima Pancasila yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, “Bandingkan dengan di Amerika yang gelandangannya sangat banyak karena Amerika adalah negara kapitalis dan tidak menganut keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya, sedangkan di Indonesia ada Zakat dan Shodaqoh,” ungkapnya.

“Maka saya buktikan kebanggaan saya terhadap sila kelima Pancasila, yaitu setiap saya ditanya di luar negeri apa yang membuat saya bangga menjadi bangsa Indonesia, saya akan menjawab dari 200 negara di seluruh dunia, negara yang paling dermawan adalah Indonesia,” tegas Ridwan Kamil

“Selain itu, para Duta Besar Jazirah Arab yang memiliki 200 juta penduduk ketika ke Indonesia sangat kagum karena penduduk Indonesia memiliki 220 juta penduduk, terdapat lima agama dan ratusan suku dan bahasa tetapi satu negara, sedangkan di jazirah Arab terpecah menjadi 22 Negara dan Kerajaan padahal agama dan bahasa mereka hanya satu yaitu agama Islam dan bahasa Arab, maka para Duta Besar Jazirah Arab yakin Indonesia bersatu karena memiliki Pancasila,” ungkap Ridwan Kamil.

“Maka saya bangga hadir di tempat ini bersama Pemuda Pancasila, karena jangan-jangan benteng terakhir NKRI di masa depan adalah Pemuda Pancasila,” tegas Ridwan Kamil, “Selain itu patut dicatat, Pemuda Pancasila merupakan satu-satunya organisasi yang memakai nama Pancasila, tidak ada organisasi lain yang berani memakai nama Pancasila,” pungkasnya.

Ketua MPW Pemuda Pancasila Tubagus Dasep saat diwawancara para awak media mengatakan, terkait kondusivitas di Jawa Barat, seharusnya masyarakat bertanya-tanya ada apa di Jawa Barat, karena biasanya Pemuda Pancasila sangat vokal tetapi saat ini terkesan diam, “Tetapi saat ini kami diam di tempat untuk melakukan yang terbaik,” tegasnya, “Pemuda Pancasila berasal dari masyarakat, maka kami tetap ingin berada di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Menyikapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan Pasangan Calon Presiden Nomor Urut 02, Tubagus Dasep mengatakan, hal ini adalah masalah aturan dan undang-undang, “Selaku masyarakat Jawa Barat, segala sesuatu harus dilarikan ke ranah hukum untuk mencapai sesuatu yang kita kehendaki di atas kepentingan pribadi,” pungkasnya.

Halal Bihalal Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jawa Barat mengundang 350 perwakilan Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila se-Jawa Barat, namun dikarenakan antusias peserta, yang hadir diperkirakan 700 orang. (BRH)

Comments are closed.