Harmoni Purnabakti ITB Gelar Silturahmi dan Rayakan Hari Jadi ke-1

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Harmoni Purnabakti (HP) Tenaga Kependidikan Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar acara Silturahim Idul Fitri 1440 H sekaligus merayakan Hari Jadi HP ITB yang ke-1, Sabtu, (6/7/2019), di Aula Timur ITB jalan Ganesa Bandung.

Ketua Panitia Hari Jadi HP ITB Carya Diana Saputa saat diwawancara para awak Media mengatakan, acara Hari Jadi HP ITB ke-1 terselenggara atas inisiatif HP ITB dan didukung oleh para donatur ITB.

“Anggota HP ITB ada 1.188 pensiunan, namun yang mendaftar dan hadir di acara ini 255 pensiunan, jadi kami baru bisa menyerap 25 persen anggota HP ITB,” kata Carya Diana Saputa.

“Seperti diketahui, belum semua Purnabakti ITB masuk menjadi anggota HP ITB, baru di tahun 2019 semua bergabung dari sebelumnya bernama Grup Rempong,” ungkap Carya Diana Saputa.

Lebih lanjut Carya Diana Saputa mengatakan, acara Silturahim HP ITB diselenggarakan dalam rangka ulang tahun HP ITB yang pertama, “Semestinya dirayakan pada 14 Juli 2019, namun karena banyaknya pihak yang menggunakan Aula Timur ITB, akhirnya kami bisa menggunakan Aula Timur ITB pada 6 Juli 2019 walaupun idealnya acara ini diselenggarakan pada 14 Juli 2019,” ujarnya.

“Acara silaturahmi HP ITB dimulai pukul 09.00 dan berakhir pukul 14.00 WIB, rencananya seluruh anggota akan diajak melihat-lihat taman di Babakan Siliwangi yang letaknya tidak jauh dari ITB, di sana kita akan melakukan sesi foto bersama, setelah sebelumnya para anggota foto bersama di Aula Timur ITB, namun baru antar Fakultas dan antar unit,” ungkap Carya Diana Saputa.

“Mudah-mudahan acara ini bisa berkesinambungan di tahun yang akan datang, karena tahun 2020 merupakan tahun kedua HP ITB yang menurut AD/ART adalah berakhirnya kepengurusan HP ITB tahun pertama,” kata Carya Diana Saputa.

Carya Diana Saputa yang pensiun dari ITB tahun 2012 menjelaskan, anggota HP ITB merupakan pensiunan dari tahun 1990 sampai 2018, “Untuk pensiunan ITB tahun 2019 kami belum memiliki data, mungkin baru tahun depan kita bisa mendatanya,” pungkasnya.

Ketua Harmoni Purnabakti (HP) ITB Jaji S. Satira mengatakan, HP ITB hingga saat ini tidak memiliki kendala yang berarti, “Kami tinggal melakukan sosialisasi kepada anggota terdahulu yang usianya sudah sepuh, karena mereka tidak terbiasa berhubungan menggunakan gadget, baru pensiunan tahun-tahun sekarang yang menggunakan gadget,” ungkapnya.

Lebih lanjut Jaji S. Satira mengungkapkan, HP ITB tidak melakukan kegiatan seperti koperasi yaitu simpan pinjam, “Karena para anggota HP ITB sudah lepas dari kegiatan yang sifatnya struktural atau finansial yang terstruktur, jadi kegiatan HP ITB kita alihkan ke wirausaha, dan bagi anggota yang tertarik dengan kegiatan finansial pasti akan bergabung, diantaranya ada wirausaha jamur, ritel, dan memasarkan perumahan, sehingga nantinya keuntungan bisa digunakan untuk organisasi,karena HP tidak mewajibkan iuran bagi anggotanya,” ungkapnya.

“Ke depan HP ITB akan membuat Yayasan untuk memenuhi kesesuaian dengan peraturan dan perundang-undangan, karena bila HP ITB masih berbentuk perkumpulan, maka tidak dibenarkan mengumpulkan sumber-sumber donasi, namun bila HP sudah berbentuk Yayasan, maka dibenarkan mengumpulkan donasi yang bersumber dari keluarga para anggota, dosen-dosen dan umum,” kata Jaji S. Satira.

“Setelah pertemuan ini, kegiatan selanjutnya, HP ITB akan mengadakan pengajian secara rutin, dan ada juga anggota yang mengusulkan arisan,” ungkap Jaji S. Satira.

“Ada juga kegiatan HP ITB yang tidak terjadwal, seperti program-program spesifik di mana ada grup di HP ITB yang memiliki proyek properti, serta budidaya jamur, khusus untuk jamur, kita akan membuat jamur menjadi produk kuliner, diantaranya nugget jamur,” ungkap Jaji S. Satira, “Maka berkumpulnya anggota HP ITB nantinya sesuai minat dan ketertarikan dengan program-program yang sudah ada,” ujarnya.

“Kita semua berharap semua anggota HP ITB adalah orang yang mampu, sehingga kita bisa Concern melakukan pengembangan program-program di HP ITB,” kata Jaji S. Satira.

Jaji S. Satira mengungkapkan, anggota HP ITB terdiri dari 12 Fakultas, diantaranya Fakultas MIPA, FTTM, FTMD, dan FSRD, “Pastinya semua unsur Fakultas terwakili di HP ITB,” ujarnya.

Jaji S. Satira menegaskan, HP ITB merupakan satu-satunya wadah bagi pensiunan ITB non struktural, “Jadi tidak ada dualisme dengan IKAPEN ITB, karena anggota IKAPEN ITB sudah tidak ada, hanya tinggal satu orang yang mempunyai beban moral karena yang mendirikan IKAPEN ITB adalah ayahnya, jadi ITB punya IKAPEN namun namanya diganti menjadi HP ITB,” ujarnya.

“HP ITB baru berdiri satu tahun, kalau dahulu IKAPEN ITB secara terstruktur ada di bawah ITB dan anggotanya diangkat melalui surat keputusan dari Rektor ITB, namun HP ITB benar-benar mandiri, ke depan kita berharap akan ada kolaborasi dengan ITB karena kita ingin berkontribusi, contohnya pensiunan ITB yang masih ada turut serta memelihara, menjaga dan memanfaatkan fasilitas ITB yang lokasinya jauh, bisa saja lahan tidur ITB kita tanami agar hasilnya bermanfaat bagi pensiunan ITB, karena ITB banyak memiliki aset yang belum termanfaatkan,” ungkap Jaji S. Satira.

“Anggota HP ITB yang aktif ada 360 orang, dan kita berharap HP ITB ke depan benar-benar menjadi wadah yang mandiri dan mampu menyambung silaturahmi para pensiunan, serta bisa meringankan beban para anggota,” kata Jaji S. Satira.

“Anggota HP ITB berasal dari tenaga pendidik administrasi ITB non Dosen, dan saya dengar Dosen ITB juga memiliki Paguyuban, namun karena kesibukan, maka belum terstruktur,” kata Jaji S. Satira.

“Kami mengakui HP ITB kurang terperhatikan oleh ITB, karena Sekretariat HP ITB masih bertempat di salah satu rumah pengurus yaitu di daerah Cisitu Lama Bandung, rencananya kami akan bertemu Rektor ITB dengan harapan ITB seperti dulu lagi menyediakan Sekretariat untuk HP ITB,” pungkas Jaji S. Satira. (BRH)

Comments are closed.