PT Seng Do Textile Disidak Satgas Citarum Sektor 21, Polda Jabar, dan DLH Kabupaten Bandung

ARCOM.CO.ID , Kabupaten Bandung. PT Seng Do Textile yang berlokasi di kawasan Kaha Group Solokan Jeruk Kabupaten Bandung disidak oleh Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 17 Solokan Jeruk, Ditkrimsus Polda Jabar, dan DLH Kabupaten Bandung, Selasa, (16/7/2019).

Sidak gabungan ini dilakukan karena PT Seng Do Textile disinyalir masih membuang limbah cair ke saluran air masyarakat walaupun saluran pembuangan limbahnya telah dilokalisir oleh jajaran Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 17 Solokan Jeruk.

Pantauan di lapangan, kegiatan sidak berlangsung selama tiga jam, dikarenakan pengelola pabrik PT Seng Do Textile yang bernama Sri Hariono selalu berkelit dan menyatakan tidak membuang limbah dan menyatakan pihaknya telah melakukan 100 persen recycle hasil olahan limbah PT Seng Do Textile.

Namun tim gabungan tampak tidak terpengaruh dengan pengakuan pengelola PT Seng Do Textile, dan  terus menelusuri setiap saluran yang ada di dalam dua bangunan pabrik yang digunakan oleh PT Seng Do Textile untuk mencari saluran buang limbah yang tersembunyi.

Akhirnya setelah menelusuri dari sore hingga malam di PT Seng Do Textile, dugaan tim gabungan dan Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 17 Solokan Jeruk mulai terbukti, karena ditemukan saluran yang dicurigai sebagai saluran pembuangan limbah ilegal.

Saat itu juga langsung DLH Kabupaten Bandung melakukan pemeriksaan sampling dan menunjukan hasil yang mengarah sebagai saluran limbah.

Perwakilan DLH Kabupaten Bandung Robby Dewantara dihadapan para awak Media mengatakan, pihaknya merespon laporan dari Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 17 Solokan Jeruk, ” DLH Kabupaten Bandung bersama Ditkrimsus Polda Jabar langsung melakukan verifikasi lapangan,” tegasnya.

“Untuk kesimpulan sementara, sesuai hasil verifikasi lapangan, secara administratif PT Seng Do Textile ada dua area, dan satu area masih ditelusuri,” ungkap Robby Dewantara.

“Ada area di PT Seng Do Textile yang memiliki izin lingkungan, namun kami menemukan pembuangan air limbah ke lingkungan lewat drainase,” ungkapnya, “Ada dua titik yang kita temukan, maka yang kami lakukan adalah mengambil sampel air limbah,” ungkap Robby Dewantara.

“Drainase itu tidak boleh ada pembuangan limbah, maka PT Seng Do Textile tidak boleh melakukan pembuangan air limbah karena memang tidak memiliki izin pembuangan air limbah di kawasan ini,” ungkap Robby Dewantara.

“Kami juga masih akan menelusuri apakah ada koneksi saluran antara dua area bangunan yang digunakan oleh PT Seng Do Textile untuk beroperasi,” ungkap Robby Dewantara, “Tindak lanjut atas temuan di PT Seng Do Textile maka kami akan melakukan tindakan admistratif,” tegasnya.

“Kami akan melakukan penindakan dari segi administratif, dan dari kepolisian juga akan ada tindakan,” kata Robby Dewantara, “Dari segi administrasi, kami akan hentikan saluran pembuangan limbah PT Seng Do Textile sesuai undang-undang,” pungkasnya.

Pasiops Sektor 21 Letda Inf Saniyo mewakili Komandan Sektor (Dansektor) 21 Satgas Citarum Harum Kol. Inf Yusep Sudrajat mengatakan, saat melakukan sidak, pihaknya akan tetap konsisten sesuai Perpres No.15 tahun 2018, “Bila kita temukan ada pembuangan limbah yang tidak sesuai undang-undang tentu kita akan lakukan lokalisir,” tegasnya.

“Satgas Citarum Sektor 21 secara rutin melakukan sidak atau patroli ke setiap perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah Sektor 21 khususnya di Solokan Jeruk,” ungkap Letda Inf Saniyo.

“PT Seng Do Textile sudah kita lakukan tiga kali lokalisir karena pabrik ini tidak mempunyai izin pengeluaran limbah,” ungkap Letda Inf Saniyo, “Kita sudah sering ingatkan agar PT Seng Do Textile segera membuat instalasi pengolahan limbah, namun hingga hari ini tidak dilakukan, maka langkah terakhir adalah penegakan hukum,” pungkasnya.

Perwakilan Ditkrimsus Polda Jabar saat diwawancara para awak Media mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan hasilnya belum bisa disampaikan. (BRH / ST)

Comments are closed.