Ditinjau Ulang Dansektor 21, IPAL PT Beronica Semakin Baik

ARCOM.CO.ID ,Kabupaten Bandung. Komandan Sektor (Dansektor) 21 Satgas Citarum Harum Kol. Inf Yusep Sudrajat beserta Satgas Citarum Subsektor 21-01 Rancaekek, Kamis (25/7/2019), kembali meninjau PT Beronica yang berlokasi di jalan Raya Rancaekek Kabupaten Bandung.

Kedatangan Dansektor 21 ke PT Beronica adalah untuk melaksanakan kegiatan pengecekan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) perusahaan produk tekstil celupan tersebut.

Seperti diketahui, PT Beronica beberapa waktu sebelumnya pernah disidak Dansektor 21, dan saat itu hasil pengolahan limbah pabrik ini belum maksimal, karena masih ada keruh, sehingga PT Beronica diberi waktu oleh Dansektor 21 untuk membenahi IPAL-nya agar hasil olahan limbah cairnya yang dibuang ke aliran sungai lebih optimal dan tidak mengganggu ekosistem di DAS Citarum.

Pantauan di lapangan, saat Dansektor 21 Kolonel Yusep melaksanakan pengecekan ulang ke PT Beronica, terlihat sudah ada pembenahan fasilitas IPAL yang dilakukan oleh pihak perusahaan.

Dansektor 21 berkesempatan mengelilingi area IPAL PT Beronica dan mengamati alur proses pengolahan limbah mulai dari inlet hingga ke outlet, serta memeriksa bak indikator yang berisi ikan hidup sebelum hasil dari olahan limbah akhir dibuang ke aliran sungai.

Dansektor 21 terlihat cukup puas melihat kondisi air hasil olahan limbah yang sudah dicapai oleh PT Beronica ini, karena pihaknya melihat ikan mas dan koi hidup di bak indikator outlet pabrik ini.

Di hadapan para awak Media, Dansektor 21 mengungkapkan, PT Beronica beberapa waktu lalu pernah dicek, dan diberi waktu untuk mengelola limbahnya agar lebih baik lagi.

“Setelah kita cek lagi, ternyata hasilnya sudah bagus, air sudah bening, dan ada ikan hidup, artinya air limbah akhir PT Beronica sudah tidak membahayakan bagi ekosistem sungai di DAS Citarum,” ujarnya.

Lebih lanjut Dansektor 21 mengungkapkan, PT Beronica merupakan perusahaan pencelupan, yang per bulannya menghasilkan tiga hingga empat juta yard, sehingga air limbah yang dihasilkan per harinya cukup besar, yakni 2.000 hingga 2.500.m3, maka perlu diolah dengan baik, dan saya berharap pabrik-pabrik lain melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Dansektor 21 mengingatkan, melalui Perpres No.15 tahun 2018, dirinya tidak akan pernah bosan dan tidak akan pernah berhenti melakukan pengecekan serta sidak ke pabrik-pabrik, “Apabila ada yang melanggar, maka akan kita ingatkan, namun bagi yang tidak bisa diingatkan, maka akan saya bawa ke jalur hukum,” tegasnya.

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada pemilik PT Beronica, dan tolong dijaga terus kualitas olahan limbahnya guna membantu Sungai Citarum menjadi sungai kebanggaan warga Jawa Barat,” pungkas Dansektor 21.

Manajemen PT Beronica Chandra mengatakan, pihaknya memang sudah diingatkan beberapa waktu yang lalu, bahwa limbah di PT Beronica masih agak keruh, “Maka kami bertekad untuk terus memperbaiki, IPAL, dan sekarang sudah bisa dilihat kondisinya airnya jernih, dan ikan juga hidup,” ungkapnya, “Kami pun berkomitmen untuk terus menjaga apa yang dilihat hari ini,” ujarnya.

“Tahun mendatang fasilitas bak IPAL kami akan ditinggikan, maka kapasitas masa tinggal air limbah bisa lebih lama, lagipula alatnya sudah dipesan, sehingga ketika datang bisa langsung terpasang,” ujar Chandra “Budget sebesar kurang lebih Rp 5 milyar sudah kami kucurkan untuk fasilitas IPAL,” pungkasnya. (BRH / ST)

Comments are closed.