Road to Soundrenaline di Kota Bandung Hadirkan Timeless Festival Experience

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Road to Soundrenaline (RTS) kali ini menyambangi kota Bandung selama dua hari, Sabtu-Minggu, (27-28/7/2019), di Trans Convention Centre The Trans Luxury Hotel jalan Gatot Subroto Bandung.

Bandung menjadi kota ke-8 dari rangkaian Road to Soundrenaline, konser selama dua hari ini semakin berwarna dengan berbagai inspirasi yang dihadirkan sederet musisi dan kolaborator tanah air dalam rangka menyambut festival music terbesar se-Asia Tenggara Soundrenaline.

Hari pertama Road to Soundrenaline dihadiri para insan kreatif Kota Bandung yang memadati Trans Convention Centre, mereka bebas berekspresi dan terinspirasi melalui penampilan sederet musisi lintas genre dan generasi dalam semangat “The Spirit of All Time” yang sanggup memberikan Timeless Festival Experience”.

Salah satu musisi lokal asal Sukabumi yang merupakan hasil kurasi Road to Soundrenaline (RTS), “Dialog Senja” ikut menghangatkan hari pertama RTS Bandung dengan musik Folk yang syahdu.

Dialog Senja yang merupakan duo dengan format gitar dan vokal sanggup menjadi suguhan apik di waktu selepas senja.

Dengan sejumlah lagu yang cukup dikenal penikmat musik Bandung, mereka mampu membangun sebuah komunikasi yang hangat lewat alunan musik.

Tidak kalah memikat adalah penampilan Elephant Kind dengan usungan genre Indie rock yang mampu memanaskan penikmat musik Bandung.

Berbagai lagu ¬†yang dimainkan Elephant Kind diantaranya “I Believe In You”, dan “Better Days” mampu membuat para penonton menyanyi bersama (koor) berkat suara sang vokalis sekaligus gitaris Bam Mastro.

Para musisi Elephant Kind ketika ditemui para awak Media sebelum naik ke atas panggung mengatakan, keikutsertaan Elephant Kind di Road to Soundrenaline di kota Bandung dan kota lainnya merupakan momen baru bagi mereka, “Selain di Bandung, kita juga main di Purwokerto, Palembang, Semarang, Solo, Jakarta, dan Malang,” kata Bam Mastro.

Bam Mastro mengakui, salah satu crowd terbaik penonton ada di kota Bandung, “Kota Bandung punya value musik yang baik, kritis, lebih Welcome, dan bisa dikatakan Bandung merupakan rumah kedua Elephant Kind,” ujarnya.

Mengenai album terbaru Elephant Kind “The Greatest Ever”, Bam Mastro mengungkapkan ada sesuatu yang berbeda di album yang paling fun dan seru ini, “Di album ini dua pemain keluar, dan ada Road Manager yang masuk menjadi pemain bas Elephant Kind, yaitu Kevin Septanto, dan Kevin merupakan pemain bas yang paling metal dan Hardcore di antara kita,” ujarnya, “Elephant Kind yang terbentuk di tahun 2014 bukanlah band yang berdasarkan pertemanan,” ungkapnya.

Mengenai Road To Soundrenaline (RTS), Bam Mastro mengungkapkan, vibe Road To Soundrenaline sedikit banyak dapat menggambarkan apa yang ada di Soundrenaline nanti, “Namun tentunya akan jauh lebih seru dengan panggung yang lebih megah,” ujarnya.

“Kami berharap penampilan Elephant Kind di Soundrenaline nanti dapat berkesan,” kata Bam Mastro, “Karena Soundrenaline adalah festival yang penting untuk musik Indonesia, ada satu kebanggaan yang besar ketika bisa main di Soundrenaline,” ujarnya.

“Soundrenaline pastinya akan memberikan nuansa yang berbeda bagi Elephant Kind,” kata Bam Mastro, “Di acara Soundrenaline, kita bisa bertemu para musisi berhari-hari,” ungkapnya.

“Kami berharap Soundrenaline yang telah memasuki usia ke-17 akan selalu ada, karena Soundrenaline mendukung band Rising Star, dan ternyata masih banyak musisi Indonesia yang ingin tampil di Soundrenaline,” kata Bam Mastro.

Mengenai tampilnya band luar negeri di Soundrenaline, Bam Mastro menegaskan, musisi Indonesia tidak kalah keren dan punya standar yang sama dengan band luar.

Road to Soundrenaline (RTS) di kota Bandung semakin panas dengan kehadiran band asal Australia “Miami Horror”.

Road to Soundrenaline (RTS) di kota Bandung kali ini memperkenalkan dan mewajibkan para penonton memakai gelang yang terikat erat di pergelangan tangan selama dua hari dan tidak bisa dipindah tangankan, karena ke depan gelang ini akan berisi chip yang di dalamnya terdapat data pemilik gelang dan bisa di top up untuk membeli makanan, merchandise, dan lain sebagainya. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.