Dansektor 21 Cek IPAL Pabrik di Cimahi, Selanjutnya Akan Libatkan Pihak Kepolisian

ARCOM.CO.ID ,Cimahi. Komandan Sektor (Dansektor) 21 Satgas Citarum Harum Kol. Inf Yusep Sudrajat dan Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 13 semakin ketat mengawasi aliran sungai di wilayah Cimahi dikarenakan aliran sungai Cimahi sempat terlihat berwarna hitam keruh dan diduga tercemar limbah.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Dansektor 21 dan Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 13, Selasa (30/7/2019), melakukan sidak ke beberapa pabrik yang terhubung dengan aliran sungai Cimahi.

Pabrik yang dilakukan pengecekan di antaranya, PT Benang Warna Indonusa, PT Trisula Textile Industri Tbk, dan PT Triana Harvestindo Nusantara.

Dari ketiga pabrik yang ditinjau ulang IPAL-nya, sementara ini hanya satu pabrik yang ditutup lubang pembuangan limbahnya oleh Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 13, yakni PT Triana Harvestindo Nusantara.

PT Benang Warna Indonusa

Sementara di lokasi IPAL PT Benang Warna Indonusa, Dansektor 21 yang rencananya akan melakukan pengecekan ulang perusahaan yang sebelumnya dilokalisir oleh Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 13 beberapa hari yang lalu harus menunda pembukaan coran lubang drainase pabrik tersebut, pasalnya saat dilakukan pengecekan secara seksama, ternyata ikan yang ada di ujung outlet sebelum pembuangan mati secara tiba-tiba.

Hal inilah yang membuat Dansektor 21 mengurungkan niatnya memberikan izin kepada PT Benang Warna Indonusa untuk membuka coran lubang drainase-nya.

Ditemui para awak Media di PT Benang Warna Indonusa, Dansektor 21 mengatakan, Satgas Citarum Sektor 21 rencananya Selasa (30/7/2019), akan membuka coran lubang Drainase PT Benang Warna Indonusa, namun setelah mengecek langsung ke IPAL pabrik ini memang air limbah akhir sudah cukup bening, tetapi setelah outlet akhir dipantau beberapa menit ternyata ikan mujair dan ikan mas semuanya pingsan dan beberapa ada yang mati.

“Ini artinya walaupun air limbah akhir terlihat bening ternyata belum tentu aman untuk dibuang keluar, maka kami beri waktu lagi pada pihak PT Benang Warna Indonusa untuk melakukan perbaikan pengelolaan IPAL-nya,” kata Dansektor 21, “Jika sudah aman, dan ikan bisa hidup di outlet, dan air limbah akhir bening, maka coran lubang drainase pabrik boleh di buka, kapan waktunya ya tergantung perusahaan ini, mau besok, lusa, atau seminggu lagi, yang penting air limbah yang di buang ke aliran sungai sudah tidak berbahaya,” tegasnya.

PT Trisula Textile Industri Tbk

Komandan Sektor (Dansektor) 21 Satgas Citarum Harum Kol. Inf Yusep Sudrajat seusai mengecek IPAL PT Benang Warna Indonusa langsung meninjau IPAL PT Trisula Textile Industri Tbk.

Ketika Dansektor 21 ditemui para awak Media di PT Trisula Textile Industri Tbk, Dansektor 21 mengatakan, setelah Satgas Citarum Harum Sektor 21 melakukan pengecekan, ternyata komitmen pabrik ini masih konsisten, “Ikan yang ada di outlet pabrik ini tetap hidup dan hasil limbah akhir pabrik ini jernih,” ujarnya sembari menunjukan sampel air limbah yang diambil dari outlet pembuangan akhir pabrik ini.

“Saya selaku Dansektor 21 Satgas Citarum Harum, akan tetap mengecek IPAL semua pabrik di wilayah saya dan akan saya datangi satu per satu,” tegas Dansektor 21.

“Saya akan melihat sejauh mana pihak pabrik melaksanakan komitmen yang dibuat setahun yang lalu, dan PT Trisula Textile Industri Tbk adalah salah satu pabrik yang telah melaksanakan komitmen dengan baik,” ujarnya.

Lebih lanjut Dansektor 21 menegaskan, apabila masih ada pabrik yang kedapatan membuang limbah kotor ke aliran sungai, maka dirinya akan mulai berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan pihak Lingkungan Hidup, agar pabrik tersebut ditindak secara hukum, “Hal ini sudah dilakukan di beberapa pabrik di wilayah Sektor 21, dan kita akan dorong sampai ke persidangan,” ujarnya.

“Pada dasarnya Prajurit Siliwangi terutama Satgas Citarum Sektor 21 selama 24 jam akan selalu berada di masing-masing wilayahnya untuk mengawasi kondisi sungai,” pungkasnya.

PT Triana Harvestindo Nusantara

Sementara saat pengecekan di IPAL PT Triana Harvestindo Nusantara, Dansektor 21 tidak hadir dan diwakili Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 13.

Akhirnya Dansektor 21 memutuskan lubang pembuangan di perusahaan ini harus dilokalisir setelah Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 13 melaporkan hasil pengecekan lanjutan secara seksama di lokasi IPAL perusahaan ini.

Dari pengamatan yang dilakukan Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 13, ternyata air limbah yang dihasilkan perusahaan yang memproduksi pencelupan bahan denim ini disinyalir masih menyisakan endapan lumpur yang ikut terbuang ke aliran sungai di wilayah Cimahi.

Atas pertimbangan tersebut, akhirnya Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 13 melokalisir lubang pembuangan limbah milik PT Triana HN.

“Hasil pengecekan, kami Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 13 melihat ada lumpur yang ikut terbuang ke sungai bersama air limbah, hal ini juga sebagai respon laporan masyarakat dan menindaklanjuti perintah Dansektor 21 bila ada aliran sungai yang tercemar limbah kotor,” kata Dansubsektor 21-13 Cimahi Selatan Serda Ahmad seusai melakukan penutupan lubang limbah PT Triana Harvestindo Nusantara. (BRH / CUY)

Comments are closed.