SPN Cisarua Polda Jabar Bentuk Bintara Polri yang Tanggap, Tanggon, Trengginas dan Modern

ARCOM.CO.ID , Kabupaten Bandung Barat. Kepala SPN Cisarua Polda Jabar Kombes Pol. Drs. Zubair Rasyid, menegaskan, Sekolah Polisi Negara (SPN) Cisarua Polda Jabar membentuk Bintara Polri berkualifikasi Samapta Bhayangkara yang profesional dan berintegritas yang mampu melaksanakan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakatn hal ini ditegaskan Kombes Pol. Drs. Zubair Rasyid, di SPN Cisarua Kab. Bandung Barat, Selasa (6/8/2019).

“Brigadir Polri harus mampu melaksanakan tugas Samapta Bhayangkara yang tanggap, tanggon, trengginas dan modern,” tegas Kombes Pol. Drs. Zubair Rasyid dalam paparannya dihadapan Wakapolda Jabar Brigjen. Pol. Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K, M.S.I, M.M, dalam acara Pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2019/2020 di SPN Cisarua Kab. Bandung Barat.

Seperti yang diinformasikan oleh Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., keterampilan kerja  meliputi keterampilan perorangan (inter personal skills), kepemimpinan dasar, dan komunikasi sosial secara efektif.

Keterampilan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, kemampuan dasar fungsi teknis kepolisian, diskresi kepolisian, mampu mengidentifikasi dan mengantisipasi gangguan Kamtibmas, terampil menggunakan IT, sarana komunikasi dan transportasi dalam pelaksanaan tugas kepolisian, terampil dalam beladiri Polri dan menggunakan alat pembelaan diri berupa borgol, tongkat polisi, senjata api dan lain-lain, memiliki kesehatan (fisik dan jiwa) dan kesamaptaan jasmani yang prima.

Adapun keterampilan kerja khusus, meliputi terampil melakukan pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli (Turjawali), terampil melaksanakan penanganan tipiring, terampil melaksanakan pengendalian massa (dalmas), mampu melaksanakan bantukan SAR dan PPGD, terampil melaksanakan TPTKP, terampil melakukan komunikasi sosial baik di dunia nyata dan dunia maya.

Metode yang digunakan dalam pendidikan menurut  Kepala SPN Cisarua Polda Jabar adalah ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan, demonstrasi, role play, study kasus, pemecahan masalah, tutorial, dan drill.

Pola waktu pendidikan adalah Dasar Bintara selama dua bulan, pembekalan fungsi teknis kepolisian empat setengah bulan dan pembulatan terdiri latihan teknis dan latihan kerja selama setengah bulan. (BRH / RLS)

Comments are closed.