Anak Tukang Cuci Mobil, PKL, dan Penjual Tahu, Lolos Pendidikan Bintara Polri

ARCOM.CO.ID ,Bandung. (6/8/2019). Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., menginformasikan bahwa prinsip yang diterapkan oleh Polda Jabar dalam penerimaan Personel Polri, yaitu “BETAH” (Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis, serta Clean and Clear) menjamin tidak ada peluang Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, serta dijamin masuk Polri 100 persen gratis.

Selain itu, pada proses penerimaan anggota Polri dilakukan pengawasan baik dari Pengawas Internal Polda maupun Pengawas Eksternal Polda, di antaranya perwakilan dari Ombudsman, Kopertis Wilayah IV, serta perwakilan Media Massa.

Kabid Humas Polda Jabar menambahkan, untuk Peserta Pendidikan Bintara Polri Tahun 2019-2020 yang dididik di SPN Cisarua Polda Jabar, terdapat siswa yang berasal dari keluarga yang sangat sederhana sekali, antara lain, Iqbal Sahara Putra asal Polres Majalengka yang merupakan anak dari seorang tukang buruh cuci mobil.

Selain itu adapula Abdul Rohman asal Polres Majalengka, dan Biyan Dwi Rizaldi asal Polres Subang yang orang tuanya merupakan seorang petani.

Kemudian ada juga anak pedagang kaki lima asal Polrestabes Bandung yaitu Anwar Miftahudin dan  Muhamad Alwan Gunawan asal Polres Ciamis yang merupakan anak penjual tahu keliling.

Disamping itu ada siswa yang berprestasi, yaitu Fergi Tri Nur Fajar asal Polres Cimahi yang pernah menjadi juara tiga PON tahun 2016 dari cabang olah raga berkuda.

Sekolah Polisi Negara (SPN) Cisarua Polda Jabar merupakan tempat bagi siapapun untuk mengikuti pendidikan Bintara Polri, asal memenuhi persyarat masuk menjadi anggota Polri sesuai peraturan yang berlaku. (BRH / RLS)

Comments are closed.