Dansektor 21 Akhirnya Buka Coran Saluran Limbah PT Triana Harvestindo Nusantara

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Komandan Sektor (Dansektor) 21 Satgas Citarum Harum Kol. Inf Yusep Sudrajat bersama jajaran Subsektor 21-13 serta perwakilan DLH Kota Cimahi akhirnya membuka coran lubang saluran pembuangan limbah PT Triana Harvestindo Nusantara, Selasa, (13/8/2019), setelah sebelumnya ditutup karena pada, (30/7/2019), ketahuan membuang limbah kotor dan berbahaya ke aliran sungai di wilayah Cimahi.

Pertimbangan pembukaan coran saluran pembuangan limbah PT Triana Harvestindo Nusantara yang berlokasi di jalan Mahar Martanegara Cimahi dilakukan setelah Dansektor 21 mengamati alur proses IPAL pabrik tekstil tersebut.

Pantauan di lapangan, terlihat di outlet IPAL PT Triana Harvestindo Nusantara terdapat ikan koi hidup dan air hasil olahan limbah pabrik berwarna bening.

Di hadapan para awak Media, Dansektor 21 mengatakan, PT Triana Harvestindo Nusantara pada 30 Juli 2019 kedapatan membuang limbah tidak sesuai parameter Sektor 21, saat itu limbahnya masih berwarna dan kurang bening, akhirnya Satgas Citarum Sektor 21 melaksanakan penutupan lubang pembuangan IPAL pabrik ini dengn cara dicor.

“Akhirnya pada 13 Agustus 2019 PT Triana Harvestindo Nusantara sudah memperbaiki IPAL-nya, dan hasil olahan limbahnya kita lihat bersama sudah bening dan ada ikan koi hidup,” kata Dansektor 21, “Inilah yang kita harapkan dari semua pabrik terutama pabrik tekstil yang ada di Sektor 21,” tegasnya.

Lebih lanjut Dansektor 21 menegaskan, pihaknya tidak akan bosan dan berhenti menjaga marwah Perpres No 15 tahun 2018, dan akan berupaya mengembalikan ekosistem DAS Citarum.

Di akhir paparannya Dansektor 21 mengungkapkan, pihaknya bersyukur semua pabrik di Sektor 21 sudah melakukan perbaikan, “Ada pabrik yang menambah IPAL, membuat IPAL, dan ada pabrik tekstil yang meningkatkan obatnya, artinya semua sudah paham, dan mengerti tujuan Perpres No 15 tahun 2018

Direktur PT Triana Harvestindo Nusantara, Toni mengatakan, pasca Satgas Citarum Sektor 21 melakukan pengecoran lubang saluran pembuangan limbah pabriknya, pihaknya akan terus melakukan perbaikan IPAL, “Kami telah mengoptimalkan filter-filter dan bak sedimentasi, yang pasti kami akan terus mendukung program Citarum Harum,” pungkasnya. (BRH / ST)

Comments are closed.