Manajemen RM Ponyo Minta Maaf Terkait Struk Berbau SARA

ARCOM.CO.ID, Bandung. Manajer Operasional Rumah Makan (RM) Ponyo M. Rijal Asyari mewakili RM Ponyo Malabar Bandung menegaskan, pihaknya telah meminta maaf kepada pelanggan berinisial A dikarenakan salah satu mantan karyawan RM Ponyo berinisial P teledor mengetik kata customer ci** di struk sehingga dianggap diskriminatif, menghina etnis tertentu, dan berbau SARA (Suku Agama Ras dan Antar Golongan).

Hal ini diungkapkan Manajer Operasional Rumah Makan (RM) Ponyo M. Rijal Asyari saat Press Conference, Senin pagi, (19/8/2019), di RM Ponyo Malabar Bandung.

“Penulisan nama konsumen ci** di dalam struk resmi yang diberikan langsung kepada konsumen oleh salah satu mantan karyawan RM Ponyo Malabar akhirnya menjadi viral di media sosial dan media online, untuk itu atas nama Manajemen RM Ponyo kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada konsumen yang bersangkutan dan kepada masyarakat,” kata Manajer Operasional Rumah Makan (RM) Ponyo M. Rijal Asyari di awal paparannya.

Lebih lanjut Rijal Asyari mengungkapkan kronologis kejadian, “Transaksi Take Away oleh konsumen RM Ponyo Malabar berinisial A terjadi pada Sabtu, 17 Agustus 2019, pukul 17.33 WIB dengan pemesanan beragam menu,” ungkapnya.

“Kami mengakui struk tersebut benar berasal dari kami, namun perlu kami jelaskan tulisan nama customer ci** itu murni tindakan pribadi dari mantan kasir kami yang berinisial P,” ujar Rijal Asyari.

“Banyak pertanyaan yang ditujukan kepada kami apakah tulisan customer ci** itu template dari mesin struk RM Ponyo atau manual, maka saya tegaskan tulisan itu diketik secara manual oleh saudari P yang saat ini telah mengundurkan diri dari RM Ponyo Malabar,” kata Rijal Asyari.

“Standar Operation RM Ponyo kasir itu login terlebih dulu sebelum menggunakan mesin, sehingga secara otomatis nama user yang login akan tercetak di struk,” ungkap Rijal Asyari.

“Ketika ada yang pesan, kasir akan menanyakan nama pemesan, lalu secara manual nama itu akan ditulis sebagai pemesan,” ungkap Rijal Asyari.

Mengenai kata customer ci** di struk sehingga dianggap diskriminatif, menghina etnis tertentu, dan berbau SARA, Rijal Asyari menjelaskan, setelah dilakukan klarifikasi oleh pihak manajemen kepada kasir yang sedang bertugas saat itu yang bernama P, ternyata menurut pengakuan P, dia tidak menanyakan nama pemesan, kemudian P menuliskannya dengan sebutan etnis tertentu yang dia sendiri tidak bisa menjelaskan alasannya, bahkan terus-menerus menangis sehingga kami sendiri dibuat bingung,” ungkapnya.

Rijal Asyari menjelaskan, bahwa saudari P sudah bekerja di RM Ponyo selama setahun lebih, “Yang bersangkutan mengakui pengetikan customer ci** dilakukan olehnya secara manual, dan dia sendiri bingung mengapa mengetik kata tersebut, P juga merasa kaget atas dampak yang timbul, akhirnya P meminta maaf kepada rekan-rekan kerja dan manajemen RM Ponyo atas keteledorannya,” ungkapnya, “Padahal sebelumnya P pernah bekerja di RM lain selama tiga tahun dan dianggap oleh kami punya pengalaman,” ujarnya.

“Saudari P yang berstatus karyawati kontrak akhirnya mengambil sikap dengan cara mengundurkan diri dari RM Ponyo sejak Minggu, (18/8/2019),” kata Rijal Asyari.

Rijal Asyari menegaskan, manajemen RM Ponyo akan terus berusaha menjaga kredibilitas sebagai restoran keluarga yang sudah 47 tahun melayani konsumen tanpa memandang ras, suku maupun agama, “Bahkan karyawan kami multi etnis,” ungkapnya.

Rijal Asyari kembali menegaskan, sebenarnya persoalan yang timbul dan menjadi viral sudah diselesaikan langsung dengan konsumen berinisial A pada malam hari pukul 20.00 WIB, “Hari itu juga Manager Ponyo Malabar sudah bertemu dan berbincang dengan A, dan kedua belah pihak merasa persoalannya sudah clear, saat itu kami betul-betul meminta maaf kepada A, dan A sudah mengiyakan, akhirnya permasalahannya tidak diperpanjang, hanya saja foto struk sudah telanjur tersebar di media sosial,” ungkapnya.

“Meskipun persoalan ini berawal dari perilaku mantan karyawan kami, manajemen tetap akan bertanggung jawab,” tegas Rijal Asyari.

“Sekali lagi kami atas nama Manajemen Ponyo meminta maaf sebesar-besarnya, kepada A, dan kepada masyarakat secara umum atas ketidaknyamanan yang terjadi, dan kami sangat menyesalkan kejadian ini,” ujar Rijal Asyari.

Di akhir Press Conference, Rijal Asyari mewakili manajemen RM Ponyo berkomitmen untuk memperbaiki pelayanan, wawasan dan perilaku para karyawannya.

Seperti diketahui, RM Ponyo yang didirikan pada tahun1972 dikenal sebagai salah satu icon kuliner di Jawa Barat dan kota Bandung. (BRH / HS / ST)

Comments are closed.