Akibat Konsultan Nakal, Dua Pabrik di Nanjung Cimahi Dicor Dansektor 21

ARCOM.CO.ID ,Cimahi. Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat, S.IP, M.Si., dan jajaran Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 13, Kamis, (22/8/2019), terpaksa menutup lubang saluran pembuangan hasil olahan limbah cair dua pabrik tekstil di Nanjung Cimahi dengan cara dicor akibat masih membuang air hasil olahan limbahnya ke aliran sungai dengan kondisi tidak maksimal.

Dua pabrik yang dicor (dilokalisir) oleh Dansektor 21 dan Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 13 yakni, CV Ragam Jaya Utama (RJU), dan PT Indoputra Utamatex yang berlokasi di Nanjung, Cimahi Selatan.

Setelah ditelusuri, ternyata dua pabrik ini (CV Ragam Jaya Utama dan PT Indoputra Utamatex) menggunakan jasa konsultan bernama Yusman yang dikenal nakal dan kerap mengelabui Satgas Citarum dalam hal pengelolaan IPAL pabrik tekstil, contoh nyatanya dua pabrik yang dicor menyalurkan air ledeng ke dalam bak indikator (outlet akhir) yang berisi ikan, bukannya hasil akhir olahan air limbah pabrik, tentu saja akal-akalan konsultan bernama Yusman ini terdeteksi Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat.

Seperti diketahui, Sidak (inspeksi mendadak) dilaksanakan Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat untuk menindaklanjuti temuan anggota Satgas Citarum Subsektor 21-13 yang saat patroli dini hari mendapati sejumlah pabrik diantaranya CV Ragam Jaya Utama dan PT Indoputra Utamatex membuang air hasil olahan limbahnya ke aliran sungai dengan kondisi tidak maksimal.

Akhirnya pada pagi hari menjelang siang kedua pabrik tersebut saat disidak langsung dilokalisir lubang saluran pembuangan hasil olahan limbah cairnya dengan cara dicor menggunakan semen oleh jajaran Sektor 21, karena saat dilakukan pengecekan ke IPAL kondisi hasil olahan limbahnya tidak sesuai dengan parameter yang diterapkan oleh Satgas selama ini.

Parameter Sektor 21 yakni air hasil akhir olahan limbah pabrik harus berwarna bening, dan ikan koi atau ikan mas harus hidup di bak indikator yang berisi air hasil olahan limbah, yang pada akhirnya air limbah tersebut dibuang ke sungai.

Kepada para awak media Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat mengatakan, Satgas Citarum Sektor 21 melaksanakan kegiatan untuk menindaklanjuti temuan dini hari tadi, “Sekitar pukul 03.30 WIB CV RJU dan PT Indoputra Utamatex yang berlokasi di Nanjung Cimahi Selatan membuang limbah ke aliran sungai dalam kondisi panas dan berwarna,” ungkapnya.

“Akhirnya siang ini saya tindaklanjuti, dan kita lihat bersama di IPAL ternyata benar, karena apa yang Sektor 21 syaratkan yakni harus ada bak indikator dan ikan hidup di dalamnya, tidak dilakukan pihak pabrik,” ungkap Dansektor 21, “Di sebelah outlet ada air keluar, sebetulnya terlihat cukup bersih tapi berbau, dan di sebelahnya ada bak ikan, ada ikannya dan hidup, ternyata airnya adalah air ledeng, tebukti setelah ikan dipindahkan ke outlet, ikannya kolaps,” tegasnya.

“Artinya air hasil olahan limbah belum steril atau belum aman untuk dibuang ke media lingkungan, dan masih berpotensi merusak ekosistem yang ada,” ungkap Dansektor 21.

“Untuk itu, saya sebagai Komandan Sektor 21 mengambil keputusan untuk menutup saluran pembuangan limbah kedua pabrik ini,” tegasnya, “Waktunya saya tidak batasi, jika nanti sore limbah sudah dikelola dengan baik silahkan coran dibongkar, atau dua atau tiga hari, satu minggu atau dua minggu, ya tergantung pabrik,” ujarnya.

Dansektor 21 kembali mengungkapkan bahwa dua pabrik yang dilokalisir saluran pembuangan limbahnya IPAL-nya dikerjakan oleh konsultan yang sama yakni Yusman.

“Saya sudah beberapa kali menemukan kasus seperti ini, dan lagi-lagi konsultannya bernama Yusman, dari awal kerjaan Yusman ya ngakal-ngakali Satgas Citarum,” ungkap Dansektor 21, “Saya hari ini menunggu Yusman untuk datang, tapi sampai sekarang belum datang juga,” ujarnya.

Namun tidak lupa Dansektor 21 memberikan apresiasi terhadap pabrik-pabrik yang telah menginvestasikan biaya besar untuk pembangunan IPAL.

“Kita apresiasi seperti CV RJU ini yang telah mengeluarkan biaya hingga tiga miliar rupiah untuk membenahi fasilitas IPAL-nya, tapi tolong perbaiki lagi pengolahannya, manfaatkan dan maksimalkan fasilitas yang ada,” pungkas Dansektor 21.

Menanggapi penutupan lubang saluran pembuangan limbah CV RJU, Penangung jawab CV RJU Tukimin mengakui adanya kekurangan dan kelemahan dari pihaknya, “Kami sebetulnya tidak mengharapkan demikian, namun IPAL akan kami upayakan bisa maksimal secepat mungkin agar permasalahan ini dapat diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

“Tangki baru atau qualifier sebetulnya sudah digunakan satu minggu lalu, namun ada masalah kemiringan,” ungkap Tukimin, “Maka kemiringan tangki sedang kita perbaiki lagi,” pungkasnya.

Namun ketika PT Indoputra Utamatex disidak, tidak ada perwakilan perusahaan yang muncul, dan hanya beberapa petugas IPAL yang menemui Satgas Citarum Sektor 21.

Seusai melakukan pengecoran di dua pabrik tersebut, Dansektor 21 dan jajaran Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 13 meninjau IPAL PT Kahatex di kawasan Cijerah Cigondewah Girang, dan disambut secara langsung oleh Manager Umum PT Kahatex Ucu Suryana. (BRH / ST)

Comments are closed.