Bandung Readers Festival 2019 Digelar Selama Lima Hari

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Untuk meramaikan Hari Literasi Nasional yang jatuh pada 8 September, akhirnya Bandung Readers Festival 2019 digelar selama lima hari, (4-8/9/2019), di lima tempat ikonik di kota Bandung dengan menghadirkan 44 penulis dan narasumber.

Hal ini terungkap saat Press Conference Bandung Readers Festival 2019, Selasa, (27/8/2019), di Cafe Abraham and Smith jalan Tamblong Dalam Bandung, turut hadir Koordinator Program Bandung Readers Festival Galuh Pangestri.

“Bandung Readers Festival merupakan festival literasi yang bertujuan mempertemukan para pembaca serta merayakan beragam aspek dari aktifitas membaca melalui rangkaian dialog, diskusi dan Workshop,” kata Koordinator Program Bandung Readers Festival Galuh Pangestri di awal paparannya.

“Gagasan Bandung Readers Festival 2019 bermula dari inisiatif warga kota Bandung yang peduli dan terlibat langsung pada kerja-kerja literasi,” ungkap Galuh Pangestri, “Mereka datang dari berbagai Iatar belakang, seperti aktivis sosial, seniman, akademisi, pegiat komunitas, penulis, penerbit dan mahasiswa,” ujarnya.

“Atas dukungan berbagai pihak, baik individu, komunitas, organisasi swasta, maupun institusi pemerintah, akhirnya inisiatif untuk mengadakan Bandung Readers Festival bisa terwujud,” pungkas Galuh Pangestri.

Pada perhelatan perdana Bandung Readers Festival 2019 tema yang diusung adalah “To Read or Not To Read”, yang menyoroti perubahan cara baca yang disebabkan peralihan medium dari buku ke layar digital

Akses informasi yang kini semakin tidak terbendung memang menyodorkan banyak pilihan bacaan, namun juga meletakkan pembaca pada situasi yang membingungkan, apakah segala hal yang disodorkan harus dibaca.

Untuk mewadahi pertanyaan-pertanyaan masyarakat, Bandung Readers Festival 2019 merancang acara yang melibatkan para pembaca, penulis, penerbit dan komunitas dalam bentuk dialog, diskusi serta lokalatih (Workshop)

Bandung Readers Festival 2019 akan digelar di lima tempat ikonik di kota Bandung, yakni Museum Gedung Sate, Nu Art Sculpture Park, Cafe Abraham and Smith, Rumah The Panasdalam dan Institute Francais Indonesia. (BRH)

Comments are closed.