Matoa Indonesia Luncurkan Jam Tangan Kayu Tahan Air “MATOA Singo”

ARCOM.CO.ID ,Bandung. PT Matoa Indonesia akhirnya meluncurkan jam tangan kayu tahan air pertama dengan spesifikasi teranyar “MATOA Singo”, Rabu, (4/9/2019), di Workshop MATOA jalan Setrasari Kulon III No.10-12 Bandung.

Hadir dalam peluncuran MATOA Singo, Owner PT Matoa Indonesia Lucky Dana Aria, Marketing & Sales Director PT Matoa Indonesia Taufik M. Ridwan, Product Designer PT Matoa Indonesia Brilian Muttaqin, Head of Research & Development PT Matoa Indonesia Yori Imam Arsalya, Creative Director PT Matoa Indonesia Yusuf Zulkibri, dan Public Relation & Promotion Officer PT Matoa Indonesia Yanuar Ilmawan Susanto.

“MATOA Singo merupakan jam tangan kayu tahan air pertama dengan spesifikasi teranyar dari seri terdahulunya,” kata Marketing & Sales Director PT Matoa Indonesia Taufik M. Ridwan saat sesi Press Conference, Rabu, (4/9/2019), di Workshop MATOA.

“Sebagai market leader jam tangan kayu di Indonesi, MATOA tidak akan berhenti berinovasi dan terus berkembang menciptakan fashion item, dan akhirnya MATOA hadir dengan fitur “tahan air” sebagai mahakarya terbarunya,” pungkas Taufik M. Ridwan.

Head of Research & Development PT Matoa Indonesia Yori Imam Arsalya mengatakan, berangkat dari ide-ide tim Research & Development MATOA mengenai peningkatan daya tahan kayu dan seluruh komponen penting dari seri terdahulunya, MATOA setuju untuk terus mengembangkan diri mulai dari segi kualitas produk, dan karakter.

“MATOA Singo dilindungi Dome Sapphire Coated K-1 Mineral Glass, yang hadir dengan dial 24 jam,” ungkap Yori Imam Arsalya.

“Sub Dial with AM/PM marker di MATOA Singo memberikan detail elegan dan terperinci untuk memudahkan pengguna membaca titik jam dan penanda tanggal,” kata Yori Imam Arsalya.

Sedangkan Creative Director PT Matoa Indonesia Yusuf Zulkibri mengungkapkan, setiap jam tangan MATOA berangkat dari pemikiran mengenai keindahan dan keberagaman budaya di Indonesia, yang selanjutnya menjadi inspirasi bagi setiap nama produk MATOA.

“Fokus utama MATOA adalah mengedepankan unsur budaya tradisional yang terakulturasi dengan budaya urban agar selalu diterima di kalangan anak muda,” kata Yusuf Zulkibri.

“Konsep ini menciptakan harmoni antara keindahan kayu dan nilai-nilai lokal dengan teknologi terbarukan untuk menciptakan sebuah mahakarya terbaik,” kata Yusuf Zulkibri, “Mengingat MATOA adalah hasil pemikiran yang matang dan berani untuk break the boundaries,” tegasnya.

“Satu tujuan yang menggerakkan MATOA untuk terus berinovasi adalah menciptakan kontinuitas dengan kepercayaan atas komitmen, dan orisinalitas untuk menciptakan penunjuk waktu yang menginspirasi,” pungkas Yusuf Zulkibri.

Product Designer PT Matoa Indonesia Brilian Muttaqin menegaskan, MATOA selalu mengutamakan presisi dan kualitas di setiap detail terkecil, “Pengrajin terbaik MATOA selalu menghadirkan jam tangan minimalis dengan sentuhan alam dan nuansa urban untuk setiap penggunanya, salah satunya MATOA Singo,” pungkasnya.

MATOA Singo dirancang dari bahan dasar kayu sonokeling dan pinus Jerman yang dipadukan dengan ukiran Stainless Steel.

Selain tahan air, MATOA Singo dilindungi Dome Sapphire Coated K-1 Mineral Glass yang tahan benturan.

MATOA Singo yang ide pembuatannya sudah ada sejak 2017 dan baru terealisasikan pada awal 2019 memiliki dua pilihan warna, yakni Ebony dan maple.

MATOA Singo menjadi lebih unik karena memiliki motif berbeda-beda pada urat kayunya.

MATOA Singo mengangkat Singa sebagai karakter utama yang memiliki sifat bijaksana, berani, dan gagah, berpadu dengan kentalnya budaya mitologi Indonesia yang sarat akan magis.

MATOA Singo merupakan perwujudan inspirasi yang menyeimbangkan unsur budaya, unsur kontemporer, dunia materi dan dunia spirit.

Owner PT Matoa Indonesia Lucky Dana Aria secara singkat mengatakan, pihaknya memproduksi MATOA Singo sebanyak 700 unit setiap bulannya, “Namun bila permintaan tinggi, kami mampu memproduksi MATOA Singo 1.000 hingga 1.400 unit setiap bulannya,” pungkasnya.

Satu unit MATOA Singo dijual dengan harga Rp.1.580.000, konsumen dapat langsung membelinya di outlet MATOA di Jalan Setrasari Kulon III No.10-12 Bandung, atau memesan langsung secara online. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.