Dokter dan Mahasiswa FK UNJANI Adakan Pelatihan Dokter Cilik di SD Santa Maria Cimahi

ARCOM.CO.ID ,Cimahi. (17/9/2019). Masalah kesehatan terkait erat dengan prestasi belajar siswa, oleh karena itu siswa perlu mendapatkan pengetahuan terkait perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), sehingga mampu menjaga kesehatan pribadi dan kebersihan lingkungannya sejak dini. 

Hal inilah yang mendorong pemerintah menciptakan program usaha kesehatan sekolah (UKS) yang salah satu implementasinya membentuk program dokter kecil sebagai kegiatan ekstra kurikuler siswa. 

Dokter kecil adalah peserta didik yang dipilih guru guna ikut melaksanakan sebagian usaha pelayanan kesehatan terhadap diri sendiri, teman dan keluarganya.  

Program kemitraan dokter kecil bertujuan mengubah perilaku hidup bersih dan sehat dokter kecil dengan pendampingan dokter dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) secara rutin dan berkesinambungan. 

Selain dilatih berperilaku hidup bersih dan sehat, mereka juga dilatih untuk menggerakkan siswa lain/masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. 

Dokter kecil juga akan bertugas membantu guru dan dokter/Mahasiswa FK pada waktu pelaksanaan pelayanan kesehatan di sekolah.

Keunggulan program ini, dokter kecil akan diberi kesempatan bermain peran sebagai dokter dan pasien dengan pendampingan dokter. 

Mereka akan mendapatkan gambaran lebih jelas tentang tugas dan tanggung jawab dokter dalam menangani pasien. 

Kehadiran dokter dan mahasiswa FK dalam pelaksanaan program dokter kecil diharapkan mampu menstimulus dokter kecil sehingga tergerak menjadi agen perubahan PHBS atas keinginan dan kesadaran pribadi. 

Selain permasalahan tersebut, tidak dapat dipungkiri Indonesia berada pada wilayah yang secara geologi rawan bencana.

Bencana Tsunami Aceh Tahun 2004 telah memberinpelajaran kepada kita semua bahwa upaya membangun ketangguhan masyarakat terhadap bencana memerlukan waktu yang tidak singkat. 

Upaya pengurangan risiko bencana dapat dilakukan di berbagai tingkat sasaran dan seharusnya menjadi sebuah bagian dari kehidupan sehari-hari serta dilakukan sedini mungkin. 

Komunitas sekolah menjadi salah satu pemangku kepentingan yang strategis dalam rangka meningkatkan kesiap siagaan terhadap bencana.

Tahun 2010 Kementerian Pendidikan Nasional (pada waktu itu) mengeluarkan Surat Edaran tentang pengarusutamaan risiko bencana di sekolah, dan pada tahun 2012 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan pedoman penerapan sekolah aman.

Sementara itu di level sekolah terutama di daerah-daerah rawan bencana terdapat kebutuhan sebuah panduan praktis yang dapat menjadi referensi sekolah dalam membangun sekolah yang siaga bencana.

Berkenaan dengan hal tersebut, maka program kegiatan pengabdian pada masyarakat ini, guru dan dokter kecil di kedua sekolah akan mendapat pelatihan tentang mitigasi bencana, sehingga diharapkan mereka paham bagaimana harus bersikap dalam menyelamatkan diri dan menyelamatkan teman/masyarakat di sekitarnya pada saat terjadi bencana. 

Permasalahan yang dihadapi SD Santa Maria dan SD Santo Yusup Cimahi terkait program dokter kecil adalah : 
1. Program kegiatan dokter kecil kurang menarik

2. Kurangnya peminat program dokter kecil

3. Dokter kecil belum memahami dengan baik tugas dan tanggung jawabnya

4. Terbatasnya sumber daya dan sumber dana

5. Siswa belum memahami dan melaksanakan PHBS 

6. Lokasi sekolah berpotensi terdampak gempa sesar Lembang

7.Lingkungan sekolah belum sepenuhnya mendukung kesehatan siswa. 

Maka solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah:

1. Pelatihan dan pendampingan kepada pembina program dokter kecil agar mampu menyusunan program kegiatan yang menarik

2. Sosialisasi pentingnya keberadaan dokter kecil dalam mewujudkan PHBS

3. Pelatihan dan pendampingan kepada dokter kecil agar memahami tugas dan tanggung jawabnya dengan baik

4. Penyediaan sarana prasarana pendukung dokter kecil

5. Menugaskan dokter kecil sebagai agen perubahan terkait PHBS

6. Sosialisasi mitigasi bencana

7. Pelatihan kepada petugas kebersihan sekolah

Dengan pelaksanaan program ini, maka target luaran yang ingin dicapai adalah:

1. Menghasilkan program dokter kecil yang menarik dan kreatif, buku pedoman dan buku saku dokter kecil

2. Peningkatan jumlah dokter kecil

3. Peningkatan kemampuan dan keterampilan dokter kecil

4. Kelengkapan sarana prasarana pendukung dokter kecil

5. Peningkatan PHBS seluruh siswa

6. Kemampuan siswa dalam mitigasi bencana

7. Peningkatan kebersihan sekolah. 

Program ini dilaksanakan sepanjang tahun 2019, dan kegiatan ini diikuti sebagian besar peserta sebesar 82,5%, dan hasil evaluasi yang diperoleh menunjukkan tingkat keterampilan yang baik, dari seluruh peserta program. 

Untuk selanjutnya, diharapkan kemampuan para dokter kecil dan petugas sekolah dapat diimplementasikan untuk pendukung program kesehatan, dan mampu menjadi agen perubahan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah. (BRH / SAN)

Comments are closed.