The Papandayan Jazz Fest 2019 Hadirkan Danilla, Tulus, dan Glenn Fredly

ARCOM.CO.ID ,Bandung. The Papandayan Jazz Fest 2019 kembali hadir selama tiga hari berturut-turut, (3-5/10/2019), di The Papandayan Hotel jalan Gatot Subroto Bandung.

The Papandayan Jazz Fest 2019 semakin semarak dengan kehadiran para musisi yang sedang digandrungi para anak muda yakni, Danilla, Tulus, dan Glenn Fredly.

Tidak hanya itu, The Papandayan Jazz Fest 2019 selama tiga hari menghadirkan beberapa musisi papan atas diantaranya, Krakatau, Salamander Big Band feat Syaharani, Maliq & D’Essentials, Dwiki Dharmawan, Balawan & Friends, Jubing Kristianto, DKSB, D’Cinnamons, dan penyanyi muda berbakat di dunia jazz Belanda Sanne Rambags.

General Manager The Papandayan Hotel Bobby Renaldi saat Press Conference, Jumat pagi, (20/9/2019), di Citanduy Room The Papandayan Hotel jalan Gatot Subroto Bandung mengatakan, perhelatan The Papandayan Jazz Fest 2019 kali ini berkolaborasi dengan entitas bisnis yang memiliki visi yang sama dengan penyelengara The Papandayan Jazz Fest 2019, “Ada donatur yang ingin memajukan musik Jazz di Indonesia, sehingga perhelatan The Papandayan Jazz Fest 2019 semakin baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut Bobby Renaldi mengatakan, perhelatan The Papandayan Jazz Fest 2019 yang telah memasuki tahun kelima semakin istimewa dengan kehadiran penyanyi muda berbakat di dunia jazz Belanda Sanne Rambags, “Sanne Rambags lagi hits di Belanda,” ujarnya, “Di tahun ini Kedutaan Kerajaan Belanda akhirnya mengirimkan duta mereka ke perhelatan The Papandayan Jazz Fest 2019, jadi acara ini didukung partner yang memiliki frekuensi yang sama,” pungkasnya.

Kurator The Papandayan Jazz Fest 2019 Vence Manuhutu mengatakan, The Papandayan Jazz Fest 2019 merupakan agenda tahunan yang selalu berusaha agar formatnya tidak sama.

Lebih lanjut Vence Manuhutu menegaskan sebelum The Papandayan Jazz Fest 2019 digelar, The Papandayan rutin setip minggunya menggelar TP Jazz Weekend, sehinggaThe Papandayan Jazz Fest  merupakan mercusuar TP Jazz, “Di indonesia hal seperti ini hanya ada di The Papandayan Hotel,” tegasnya.

Vence Manuhutu mengungkapkan, musik Jazz di Indonesia dari tahun ke tahun berkembang pesat, “Maka The Papandayan Jazz Fest 2019 semakin memperkaya khasanah musik Jazz di indonesia,” ujarnya.

Mengenai musisi yang bermain di The Papandayan Jazz Fest 2019, Vence Manuhutu mengungkapkan, perhelatan ini menghadirkan Glenn Fredly yang kuat di musik soul, “Hadir pula Big Band terbaik di Indonesia asal kota Bandung Salamander Big Band,” ungkapnya.

“The Papandayan Jazz Fest 2019 kali ini akan memberikan penghargaan kepada Benny Likumahuwa,” ungkap Vence Manuhutu, ” Selain itu perhelatan ini akan menghadirkan Band Krakatau dalam format reuni,” ujarnya.

Vence Manuhutu menambahkan, The Papandayan Jazz Fest 2019 juga menghadirkan penyanyi Tulus yang sukses di Indonesia lewat jalur indie, “Selain itu akan ada Danilla dan Maliq & D’Essentials dengan aliran musik fusion yang tentunya menjadi jembatan bagi mereka yang ingin mengetahui musik Jazz,” ujarnya, “Danilla dulu seorang musisi jazz berat, namun sekarang agak ngerock, namun benang merah Jazz-nya tidak hilang,” ungkapnya.

Vence Manuhutu mengatakan, The Papandayan Jazz Fest 2019 akan semakin menarik dengan kehadiran gitaris Oele Pattiselanno, drummer Cendi Luntungan, dan pemain bas Fajar Adi Nugroho.

“Banyak musisi Bandung yang akan hadir dan bermain di perhelatan The Papandayan Jazz Fest 2019,” ungkap Vence Manuhutu, “Pastinya visi kami adalah selalu ada klinik musik yang kali ini menghadirkan Prof. Tjut Nyak Deviana Daudsjah A.Mus.D. yang akan mengajarkan tentang teknik vokal Jazz,” ujarnya, “Selain itu akan ada gitaris Jubing Kristianto yang akan berbagi ilmu tentang teknik Finger Style,” pungkasnya.

Kurator The Papandayan Jazz Fest 2019 Hari Pochang mengatakan, The Papandayan Jazz Fest 2019 dimeriahkan Jazz Movie Discussion: John Coltraine, “Seperti kita ketahui John Coltraine merupakan salah satu musisi Jazz ajaib,” ungkapnya.

“The Papandayan Jazz Fest 2019 semakin berwarna dengan kehadiran Balawan yang akan bermain bersama band lokal asal Bandung, selain itu akan tampil 57Kustik yang para personelnya merupakan musisi jalanan yang dibimbing oleh DKSB dan pernah tampil bersama pemain Saxophone kelas dunia Dave Koz,” ungkap Hari Pochang.

“Selain menghadirkan DKSB Reuni dan Brass Band Sangkuriang dari bandung, The Papandayan Jazz Fest 2019 dimeriahkan Art Exhibition tentang ekspresi jazz, dan Pasar Jazz,” pungkas Hari Pochang.

Marketing Communication Manager The Papandayan Hotel Tyagita R Hermawan menjelaskan, seperti biasa The Papandayan Jazz Fest dalam lima tahun terakhir selalu menghadirkan pre-event, “Pre-Event The Papandayan Jazz Fest kami namakan Interupsi Jazz, jadi para musisi Jazz akan tampil dadakan di jalan sebagai Brand Awereness, dan nantinya masyarakat dapat melihat secara langsung para musisi memasang peralatan musik dan cek sound,” ungkapnya.

Sebagai pre-event, The Papandayan akan mengadakan Interupsi Jazz pada 20, 25 dan 27 September 2019. 

Lobby Hejo Mall 23 Paskal dipilih sebagai venue pertama di tanggal 20 September 2019 dengan menghadirkan Harra Music.

Untuk venue kedua akan dilangsungkan di jalan Braga pada 25 September 2019, dan sebagai penutup rangkaian pre-event, The Papandayan menghadirkan 5 Petani pada 27 September 2019 di Lobby Hejo Mall 23 Paskal.

The Papandayan Jazz Fest 2019 ini akan lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya, karena akan membuka empat panggung yang terdiri dari Mirten Lounge, TP Stage, HB Grill Garden dan Suagi Grand Ballroom. 

Pengunjung juga dapat mengunjungi Art Exhibition persembahan dari TERIKAT (Himpunan Mahasiswa Seni Kriya ITB), berbelanja di Pasar Jazz yang berisi booth-booth merek lokal, mengikuti Jazz Clinic dan Jazz Movie Discussion dan menikmati penampilan dari musisi-musisi berbakat tanah air dan Internasional di beberapa panggung yang tersebar di area Hotel The Papandayan.

Musisi-musisi yang akan tampil pada 3 Oktober 2019 yakni, Glenn Fredly, Salamander Big Band feat Syaharani, Sanne Rambags – Under The Surface (musisi jazz asal Belanda persembahan dari Erasmus Huis), 57Kustik, NonaRia, Nadine Trio feat Agis Kania, JOC feat Imelda Rosalin, New Friends dan Six Soul, selain itu akan ada Vocal Jazz Clinic bersama Prof. Tjut Nyak Deviana Daudsjah A.Mus.D.

Pada 4 Oktober 2019 akan hadir Tulus, Krakatau, Nikki Manuputi – Saxx In The City, Venche Music School, Nissan Fortz Project, Harra Band – Fajar Adi Nugroho, Co Exist, Ammy Kurniawan Band, Grace Sahertian dan Journey to Magical Island (Barry Likumahuwa, David Manuhutu, Matthew, Grady, Bubu, Alberth), selain itu akan ada Jazz Movie Discussion: John Coltraine dengan narasumber Agus Basuni dan Aji Wartono, serta penampilan dari Dennis Junio Quartet.

Sedangkan pada 5 Oktober 2019 yang merupakan hari terakhir sekaligus puncak dari keseluruhan rangkaian The Papandayan Jazz Fest 2019, akan hadir Maliq & D’Essentials, Danilla, Dwiki Dharmawan, Balawan & Friends, DKSB, D’Cinnamons, Blue Ocean Project, New Blood dan Elemen Nusantara, selain itu akan ada Guitar Jazz Clinic dan penampilan musik dari Jubing dan Opik.

Untuk dapat menikmati TPJF 2019, penikmat musik Jazz cukup membeli F&B voucher dengan harga mulai dari Rp 75.000 nett dengan membelinya melalui website resmi The Papandayan www.thepapandayan.com, whatsapp dan telepon di nomer 0823 1610 0186. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.