Insiden Keributan Warnai Penutupan The Papandayan Jazz Fest 2019

ARCOM.CO.ID, Bandung. The Papandayan Jazz Fest 2019 hari ketiga, Sabtu, (5/10/2019), di Suagi Grand Ballroom The Papandayan Hotel jalan Gatot Subroto Bandung diwarnai insiden keributan antara seorang pemuda dengan pihak keamanan The Papandayan Hotel.

Kejadian keributan di penutupan The Papandayan Jazz Fest 2019 dipicu ulah pemuda tersebut yang membuat ulah di dalam Suagi Grand Ballroom The Papandayan Hotel ketika menonton Maliq & D’Essentials yang tampil seusai penyanyi Danilla Riyadi, pemuda tersebut berteriak-teriak dan bergoyang secara berlebihan dan berpindah-pindah tempat duduk sehingga mengganggu para penonton, usut punya usut ternyata pemuda tersebut dalam kondisi mabuk dan dari mulutnya tercium bau minuman keras.

Setelah cukup lama membuat ulah dan mengganggu penonton di dalam Suagi Ballroom, akhirnya pihak keamanan The Papandayan Hotel membawa  keluar pemuda tersebut.

Namun pemuda tersebut ketika diamankan meronta-meronta dan melawan pihak keamanan The Papandayan Hotel, bahkan pemuda tersebut mencaci maki dan mengeluarkan kata-kata kotor.

Karena pemuda tersebut terus berteriak-teriak dan mengeluarkan kata – kata kotor, akhirnya pihak keamanan The Papandayan Hotel mengamankan pemuda tersebut ke pos Security di depan The Papandayan Hotel dengan susah payah karena terus meronta-ronta.

Ketika meronta-meronta, dari tubuh pemuda kurus tersebut jatuh sebotol minuman keras hingga pecah, “Wah ini botol anggur merah,” kata salah satu Security hotel.

Pihak keamanan The Papandayan Hotel akhirnya menggeledah tas pemuda tersebut, ternyata di dalamnya banyak terdapat sendok yang diduga diambil dari sekitar The Papandayan Hotel, “Kamu ternyata maling”, kata salah seorang Security.

Akhirnya pihak keamanan The Papandayan Hotel mengontak Polisi untuk diproses lebih lanjut, namun ketika diinterogasi, pemuda tersebut ternyata masuk ke dalam Suagi Grand Ballroom The Papandayan Hotel tidak membeli tiket, namun masuk diselundupkan salah seorang temannya.

Ketika interogasi berlanjut, pemuda tersebut mengaku-ngaku sebagai wartawan, salah seorang wartawan yang berada di lokasi yakni Stanley Teguh dari sorotindonesia.com tentu saja berang dan naik pitam ketika pemuda mabuk yang diduga mencuri sendok hotel mengaku-ngaku sebagai wartawan.

“Wartawan mana kamu, jangan ngaku-ngaku wartawan, tidak ada wartawan mabuk dan mencuri sendok,” kata Stanley Teguh.

Akhirnya pemuda tersebut mengaku dirinya bukan wartawan dan langsung memeluk dan mencium kaki Stanley Teguh seraya meminta maaf.

Tidak lama kemudian akhirnya pihak kepolisian datang dan langsung mengamankan pemuda mabuk tersebut ke Polsek terdekat. (BRH)

Comments are closed.