Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat Cek IPAL PT Nickcrome Indojaya dan PT Rajawali Hyoto

ARCOM.CO.ID ,Cimahi. Komandan Sektor (Dansektor) 21 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat bersama jajaran Subsektor 21-13 kali ini melaksanakan kegiatan pengecekan ke sebuah perusahaan pengolahan logam yakni PT Nickcrome Indojaya (NCIJ), Selasa (8/10/2019),  di jalan Cibaligo Cimahi.

Kedatangan Dansektor 21 yang disambut Staf Manajemen PT Nickcrome Indojaya Bambang adalah untuk melihat secara langsung proses pengolahan limbah perusahaan pengolahan logam ini yang pada akhir Juni 2019 saluran pembuangannya dicor oleh jajaran Subsektor 21-13 karena membuang limbah kotor ke aliran sungai Cibaligo Cimahi.

Dansektor 21 langsung melaksanakan pengecekan ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT Nickcrome Indojaya yang berada di seberang jalan pabrik ini.

Dansektor 21 secara cermat dan teliti mengecek alur proses pengolahan limbah PT Nickcrome Indojaya sembari dijelaskan oleh Staf Manajemen Bambang.
Pantauan di lapangan tampak di outlet IPAL PT Nickcrome Indojaya terdapat bak kolam indikator yang berisi ikan koi hidup selain itu kondisi air hasil olahan limbah pabrik ini berwarna bening.

Seusai melakukan pengecekan, Dansektor 21 mengatakan di hadapan para awak media bahwa PT Nickcrome Indojaya beberapa bulan yang lalu pembuangan limbahnya ditutup dengan cara dicor oleh Satgas Citarum Harum Subsektor 21-13 karena membuang limbah kotor dan berwarna, “Sehingga pabrik ini kita beri waktu untuk melakukan perbaikan,” ujarnya.

“Selama proses pembenahan, PT Nickcrome Indojaya melakukan kegiatan membuang limbah dengan cara di recycle, “Karena memang pembuangan limbah pabrik ini cukup kecil, dan akhirnya lubang pembuangan limbah pabrik ini kita buka karena setelah kita cek hasil pengolahan limbahnya sudah bagus dan bening, serta ada ikan hidup di dalam outlet akhir,” kata Dansektor 21.

“Kami dari Sektor 21 tidak akan pernah bosan dan tidak akan berhenti melakukan pengawasan, patroli, dan mengingatkan pabrik-pabrik tekstil yang ada di Cimahi untuk membenahi IPAL-nya,” tegas Dansektor 21, “Karena kami mengawal Perpres No.15 tahun 2018,” ujarnya.

Di akhir paparannya Dansektor 21 menekankan kepada manajemen PT Nickcrome Indojaya agar terus menjaga kualitas hasil pengolahan limbahnya yang pada akhirnya akan dibuang ke sungai.

Staf Manajemen PT Nickcrome Indojaya Bambang mengatakan, pada prinsipnya pihaknya sangat mendukung program Citarum Harum, “Tetapi kami mengakui masih ada kendala teknis seperti waktu yang lalu,” ungkapnya.

“Kami membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memperbaiki sistem karena pengolahan limbah ini harus ada konsistensi dari penghasil limbah itu sendiri,” kata Bambang, “Karena apabila bagian produksi tertib, maka kami tidak akan mengalami kesulitan dalam mengatasi lmbah pabrik,” ungkapnya.

“Akhirnya sistem pengelolaan limbah di pabrik kami sudah diperbaiki, jadi selama tiga bulan ini kami komitmen dulu di internal sebelum kami komitmen ke luar,” pungkasnya.

PT Rajawali Hyoto

Seusai meninjau PT Nickcrome Indojaya (NCIJ), Komandan Sektor (Dansektor) 21 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat bersama jajaran Subsektor 21-13 langsung menuju PT Rajawali Hyoto yang berlokasi di jalan Industri Cimahi.

Rombongan Dansektor 21 diterima secara langsung oleh Penanggungjawab IPAL PT Rajawali Hyoto Wahyu, di lokasi Dansektor 21 melakukan ispeksi, melihat, dan memberikan pertanyaan seputar perbaikan sarana IPAL di pabrik tersebut.

Penanggungjawab IPAL PT Rajawali Hyoto Wahyu mengatakan, pihaknya berterimakasih pada Satgas Citarum Harum yang telah membimbing dengan cara melakukan isolasi saluran pembuangan limbah pabriknya, “Hal ini terjadi akibat kelalaian kami,” ujarnya.

“Kejadian ini merupakan pembelajaran bagi kami selaku pengelola IPAL,” kata Wahyu, “Kami akan terus mengupayakan sistem kerja IPAL yang jauh lebih baik, bahkan kami akan merecycle limbah pabrik kami,” pungkasnya.

Seusai meninjau PT Rajawali Hyoto, Komandan Sektor (Dansektor) 21 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat bersama jajaran Subsektor 21-13 secara simbolis membuka coran saluran pembuangan limbah PT Rajawali Hyoto karena sudah memenuhi parameter yang ditetapkan Sektor 21, yakni air limbah diolah dengan jernih dan ikan koi hidup di outlet pembuangan limbah akhir. (BRH / ST / BAN)

Comments are closed.