LAKRI Tanggapi Penikaman Terhadap Menko Polhukam Wiranto

ARCOM.CO.ID, Bandung. Ketua Umum Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) H.M Steven Samuel Lee Lahengko S.H., Kamis malam, (10/10/2019) di HARRIS Hotel & Conventions Festival Citylink jalan Peta Bandung, akhirnya menanggapi insiden penyerangan bersenjata tajam terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto yang terjadi di Alun -alun Menes, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang.

“Kita sebagai warga negara Indonesia melihat kejadian penikaman dan percobaan pembunuhan terhadap Menko Polhukam Wiranto merupakan sesuatu yang sangat luar biasa,, mengapa bisa terjadi,” kata Steven Samuel Lee Lahengko di hadapan para awak media.

“Saya pertanyakan kemana pihak keamanan saat Menko Polhukam mengadakan kunjungan kerja ke Pandeglang, ini harus kita garis bawahi,” tegas Samuel Lahengko, “Pihak Kepolisian harus segera menindaklanjuti kejadian luar biasa ini,” ujarnya.

Lebih lanjut Samuel Lahengko mengatakan, pihak Kepolisian harus segera mencari pelaku di balik kejadian penikaman dan percobaan pembunuhan terhadap Menko Polhukam Wiranto, “Kami dari Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia mengecam sangat keras atas kejadian yang menimpa Menko Polhukam Wiranto,” tegasnya.

“Kami juga mengecam oknum-oknum di balik kejadian ini yang akhirnya membuat situasi bangsa ini menjadi tidak kondusif,” tegas Samuel Lahengko.

“Kejadian ini menjadi kecolongan besar bagi pengamanan pejabat negara, dan kita harus mengevaluasi kembali sistem pengamanan terhadap pejabat negara,” tegas Samuel Lahengko, “Kami meminta kepada Kapolri segera mengambil tindakan tegas terhadap kelompok-kelompok radikal dan intoleran yang melakukam upaya kriminal seperti ini,” ujarnya.

“Kami mendapat informasi pihak yang melakukan upaya pembunuhan terafiliasi dengan ISIS” ungkap Samuel Lahengko, “Kami juga mempertanyakan kemana intelijen kita sehingga kejadian ini bisa terjadi” ujarnya.

“Kejadian ini pasti sudah direncanakan cukup panjang dang tidak mungkin dilakukan secara tiba-tiba” kata Samuel Lahengko, “Saya juga pertanyakan mengapa oknum tersebut leluasa menikam Wiranto, berarti ada kecerobohan dalam pengamanan pejabat negara setingkat menteri,” ujarnya.

“Atas kejadian ini Pihak Kepolisian harus mulai meningkatkan pengamanan terhadap pejabat negara setingkat menteri,” tegas Samuel Lahengko.

“Maka saya garis bawahi harus ada pembenahan secara menyeluruh pada sistem pengamanan pejabat negara, dan pengamanan harus ekstra ketat bahkan super ketat,” kata Samuel Lahengko.

Samuel Lahengko juga meminta Kapolri menindak tegas anggota yang lalai dalam menjalan tugasnya saat mengamankan Menko Polhukam Wiranto.

Lebih lanjut mengungkapkan saat ini para teroris sudah mulai berani melakukan penyerangan terhadap figur-figur pejabat, “Kalau dahulu mereka cenderung melakukan aksi pengeboman,” ujarnya.

“Maka atas kejadian ini pihak kepolisian dan intelijen harus meningkatkan kewaspadaan agar tidak terulang,” pungkas Samuel Lahengko. (BRH)

Comments are closed.