Platform Video TikTok Jadi Peluang Positif Bagi Anak Muda Bandung

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Head of User and Content Operations TikTok Indonesia Angga Anugrah Putra menegaskan Platform Video berdurasi pendek terdepan di dunia TikTok dapat menjadi peluang yang sangat positif bagi anak muda di kota Bandung.

Hal ini diungkapkan Angga Anugrah Putra di acara Media Gathering TikTok sekaligus merayakan dua tahun TikTok di Indonesia, Jumat, (11/10/2019), di Co & Co Space jalan Dipati Ukur Bandung.

Angga Anugrah Putra menjelaskan, data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyatakan, pengguna internet di Indonesia dari tahun 2018 tumbuh sebesar 10,12%, dan Jawa Barat menjadi Provinsi yang memberikan kontribusi terbesar yakni 16%. 

“Dengan angka pengguna internet yang tinggi, anak-anak muda Bandung memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengekspresikan bakat dan kreativitas mereka,” kata Angga Anugrah Putra.

“TikTok, sebagai platform destinasi bagi video singkat diharapkan dapat menjadi ruang untuk anak muda Bandung berkarya dan menjadi diri mereka sendiri,” kata Angga Anugrah Putra, “Hal ini dapat dijadikan peluang yang sangat positif bagi anak muda Bandung,” ujarnya.

Seperti diketahui, TikTok merupakan aplikasi terpopuler di Indonesia, dan sudah tersedia di Google Play Store dan iOS. 

Angga Anugrah Putra dalam kesempatan ini membagikan sembilan fakta unik seputar TikTok.

1. Dalam beberapa minggu terakhir, TikTok menjadi aplikasi hiburan nomor 1 di App Store di Indonesia, dan di tahun 2018, TikTok menerima penghargaan dari Google Play sebagai “Aplikasi Paling Menghibur” dan “Aplikasi Terbaik”.

2. Pengguna TikTok dapat menangkap momen apapun yang penting bagi mereka dengan menciptakan video kreatif berdurasi antara 15 detik sampai 1 menit langsung dari smartphone, bahkan pengguna dapat menghias videonya dengan beragam pilihan efek khusus seperti stiker, lagu, transisi, dan fitur video lainnya.

3. Saat menggunakan TikTok, pengguna di Indonesia menghabiskan rata-rata 29 menit untuk tidak hanya menonton, tetapi juga menciptakan, menemukan, berbagi video di platform tersebut, dengan begitu, berarti pengguna di Indonesia bisa menonton lebih dari 100 video per hari, wajar saja karena TikTok menawarkan beragam konten, mulai dari hewan peliharaan, seni, kartun, komedi, kecantikan, makanan, pendidikan, dan masih banyak lagi.

4. Meskipun TikTok menawarkan beragam jenis konten, sebagian besar pengguna di Indonesia menyukai konten makanan, fashion, dan komedi dalam dua tahun terakhir ini, dan semakin sering pengguna menonton konten kesukaannya, maka akan ada lebih banyak rekomendasi yang sudah dipersonalisasikan, hal ini berkat teknologi canggih di balik TikTok.

5. Video makanan tentang cara membuat Risoles dari Yackikuka menjadi terkenal dengan lebih dari 750.000 likes, sementara video yang dibuat oleh seorang penata makeup bernama Anna Queen yang sedang menunjukkan makeup salah satu pelanggannya meraih lebih dari 900.000 likes.

6. Mulai dari lagu dalam negeri sampai dengan luar negeri, TikTok memiliki pustaka musik yang besar dan dapat menjadi lagu latar untuk jutaan video kreatif dan dalam dua tahun terakhir, lagu yang paling populer sebagai lagu latar video di Indonesia ternyata tidak hanya lagu “Aku Salah Apa dari Ilir 7”, tetapi juga “Disana Menanti Disini Menunggu” dari Via Vallen, diikuti oleh Lagi “Syantik” dari Siti Badriah, dan “Girls Like You” dari Maroon 5. 

7. Orang Indonesia tidak hanya suka mengikuti tantangan, tapi juga gemar menonton video tantangan tersebut, dan Tantangan #EkspresiMerdeka, bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, mendapatkan 64.9 juta view, sementara #ColorfulMedan yang berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Kota Medan meraih 24.3 juta view.

8. Meskipun ada beberapa orang yang merasa menua itu mengerikan, pengguna di Indonesia sangat penasaran melihat diri mereka 10-20 tahun kemudian, seperti yang terbukti di filter “grown old” yang menjadi filter paling digemari oleh pengguna TikTok di Indonesia, selain filter menarik ini, filter lainnya yang paling banyak digunakan pengguna di Indonesia adalah “flower ring” yang menjadikan wajah pengguna lebih cantik, dan bisa menambahkan hiasan bunga di kepalanya.

9. TikTok juga sering berkolaborasi dengan pemerintah dan pihak lokal lainnya melalui kegiatan online serta offline, kegiatan paling terkenal yang diselenggarakan oleh TikTok Indonesia adalah TikTok Gala di Jakarta pada tahun 2018, acara ini merayakan kegiatan tahunan TIkTok global, One Million Audition, bersama dengan negara lain seperti Amerika Serikat, Inggris, Tiongkok, Vietnam, Thailand, dan lainnya.

Selain itu, kegiatan sosial pertama di TikTok adalah kampanye “Tik Tok Peduli” yang mengundang pengguna untuk berbagi kasih sayang dengan penyandang autisme di Indonesia. 

Untuk 100 video yang diunggah dengan menggunakan tagar #TikTokPeduli, TikTok mendonasikan 100 juta rupiah kepada Rumah Autis, sebuah lembaga sosial masyarakat yang menangani anak-anak autis dan anak berkebutuhan khusus lainnya dari keluarga tidak mampu. 

Tahun 2019, TikTok ditunjuk menjadi mitra resmi dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia untuk membantu mempromosikan tujuan wisata di seluruh Indonesia. 

Bahkan di bulan Agustus 2019, TikTok bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga mempromosikan kampanye berjudul #EkspresiMerdeka yang menyorot rasa cinta warga Indonesia kepada negaranya. (BRH)

Comments are closed.