Universitas Widyatama Raih Silver Award di PECIPTA 2019

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Rektor Universitas Widyatama Prof.Dr.H.Obsatar Sinaga S.IP.,M.Si berkesempatan menyampaikan berbagai prestasi yang diraih Universitas Widyatama di ajang internasional di hadapan para awak media saat sesi Jumpa Pers, Jumat, (11/10/2019), di Ruang Pertemuan lantai 6 Gedung B Universitas Widyatama (Utama) jalan Cikutra Bandung.

Turut hadir dalam sesi Jumpa Pers, Kepala L2DIKTI Wil. IV Prof. Dr. H. Uman Suherman AS. M.Pd., Warek Bidang Akademik Universitas Widyatama Prof. DR. Mohd. Haizam bin Mohd Saudi, dan Warek Bidang Operasional Universitas Widyatama Djoko S. Reospinoedji, S.E., Pg. DIP.

“Saya selaku Rektor Universitas Widyatama dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa kami kembali meraih prestasi gemilang dengan memperoleh Silver Award dalam kegiatan International Conference and Exposition on Inventions by Institutions of Higher Learning atau PECIPTA 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Malaysia,” kata Rektor Universitas Widyatama Obsatar Sinaga di awal paparannya.

Seperti diketahui, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) dipilih menjadi tuan rumah PECIPTA ke-10 yang diadakan di Dewan Sultan Ibrahim UTHM pada tanggal 22 hingga 23 September 2019.  

“Kegiatan tersebut merupakan salah satu kegiatan yang bergengsi di Malaysia, dan diikuti 700 peserta dari berbagai institusi Pendidikan Tinggi dan Industri di Malaysia, serta negara mitra,” kata Obsatar Sinaga.

Lebih lanjut Obsatar Sinaga mengungkapkan kegiatan yang mengusung tema “Innovation Beyond Imagination”, dikunjungi sebanyak 10.622 orang, “Kegiatan ini menampilkan berbagai jenis teknologi, penemuan, dan inovasi demi kepentingan umat manusia secara lokal dan global,” ungkapnya.

Lebih dari 500 produk penelitian dan inovasi dari lembaga-lembaga pemerintahan, perguruan tinggi swasta, dan industri saling berkompetisi di PECIPTA 2019.

Peserta PECIPTA 2019 merupakan hasil seleksi secara ketat oleh para pakar profesional, dan sebagian besar di ikuti oleh Universitas negeri yang dananya di biayai oleh pemerintah.

Persaingan dalam mengikuti kegiatan PECIPTA 2019 bisa dikatakan sangat berat, mengingat peserta yang ikut dalam kompetisi berasal dari berbagai negara seperti Brunei, Malaysia, USA, dan UK.

Universitas Widyatama dalam kompetisi PECIPTA 2019 di wakili oleh Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga, M.Si., Djoko Roespinoedji, SE., Pg.Dip., dan Prof. Dr. Mohd. Haizam bin Mohd. Saudi dengan mengajukan paper tentang “Ezcybercrime Detection and Respone Mobile Apps For Smartphone”.

Obsatar Sinaga mengungkapkan, apabila Universitas Widyatama tidak masuk 10 besar tidak mungkin akan dipanggil mengikuti PECIPTA 2019, “Bahkan pihak panitia meminta izin Paper kita diikutsertakan dalam lomba di Korea Selatan yang akan diselenggarakan pada November 2019,” pungkasnya.

PECIPTA sendiri adalah program dua tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Malaysia bersama dengan lembaga mitranya sejak tahun 2001. 

PECIPTA bertujuan memamerkan penelitian inovatif, produk dan layanan dari lembaga-lembaga nasional dan internasional dari pendidikan tinggi.

PECIPTA bertujuan meningkatkan jejaring dan kolaborasi di antara para peserta, industri, dan insitusi untuk mengeksplorasi, berimprovisasi, dan memastikan teknologi yang dikembangkan dan dapat diaplikasikan dalam dunia industri dan masyarakat. (BRH)

Comments are closed.