Rapat Pimpinan Terbatas DPN LAKRI Hari Kedua Bahas Potensi Ekonomi

ARCOM.CO.ID ,Pangalengan. Rapat Pimpinan Terbatas DPN Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) hari kedua, Minggu, (13/10/2019) di Villa Imah Hills Pangalengan Kabupaten Bandung, diisi pembahasan potensi ekonomi di tubuh LAKRI, dan yang menjadi pembicara adalah Ketua Dewan Pertimbangan LAKRI Hj. Fifi Sofiah.

Hadir dalam Rapat Pimpinan Terbatas DPN Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) yang berlangsung selama empat hari, (12-15/10/2019), Ketua Umum Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) HM. Steven Samuel Lee Terok Lahengko S.H., Sekjend DPN LAKRI Bejo Sumantoro, dan Ketua Dewan Pimpinan Kota/Kabupaten (DPK) LAKRI dari seluruh Indonesia termasuk Papua Barat.

Ketua Dewan Pertimbangan LAKRI Hj. Fifi Sofiah ketika ditemui para awak media di sela-sela Rapat Pimpinan Terbatas DPN LAKRI mengatakan, dirinya akan mendorong anggota LAKRI di daerah-daerah untuk berbisnis, “Seperti diketahui, komoditi agro di Indonesia potensinya sangat luar biasa terutama beras dari Karawang karena berkualitas ekspor, selain itu komoditi yang saat ini sedang booming adalah kopi,” ungkapnya.

“Tidak ketinggalan handycraft, dan furniture, saya sendiri sudah mengekspor ke beberapa negara, contohnya furniture berbahan dasar eceng gondok sudah saya ekspor ke Libya,” ungkap Fifi Sofiah.

Lebih lanjut Fifi Sofiah mengungkapkan, pada bulan Desember 2019 dirinya akan berangkat ke Uzbekistan dengan membawa desainer-desainer lokal yang akan memboyong rancangan pakaiannya, “Salah satu perancang akan membawa batik Cirebon yakni batik Megamendung yang dipesan pihak Uzbekistan untuk dibuat menjadi pakaian pengantin,” ujarnya.

“Untuk itu LAKRI ke depan akan membuat pelatihan bisnis bagi anggotanya di daerah-daerah, karena potensi masing-masing daerah berbeda,” kata Fifi Sofiah.

Fifi Sofiah mengungkapkan, saat ini sektor yang sedang menjadi primadona adalah sektor Pariwisata, “Karena Gubernur Jawa Barat saat ini gencar mempromosikan pariwisata di Jawa Barat,” ujarnya.

“Salah satu daerah yang luar biasa di Jawa Barat adalah Majalengka, karena di sana ada 1.000 situs, dan situs tersebut belum tergali,” ungkapnya, “Selain itu di Cirebon ada pasar kain terbesar di Asia yaitu di Tegal Gubug,” ujarnya.

Lebih lanjut Fifi Sofiah menegaskan, LAKRI harus menjadi organisasi yang besar dan bersih, “Maka kami akan memaksimalkan potensi anggota LAKRI dari sisi ekonomi,” ungkapnya, “Karena dalam suatu organisasi harus ada potensi ekonomi untuk menopang dan memutar roda organisasi,” ujarnya.

Mengenai perdagangan di Indonesia, Fifi Sofiah mengakui perdagangan di Indonesia masih banyak yang menyimpang, “Maka LAKRI akan mengawasi dari sisi birokrasi dan aturan-aturan yang dibuat pemerintah, karena saat ini banyak pelaku-pelaku perdagangan di Indonesia yang menyimpang ketika melakukan impor,” ungkapnya.

“Seharusnya negara kita tidak perlu banyak melakukan impor, yang perlu kita kembangkan adalah ekspor, karena banyak potensi di Indonesia yang bisa kita ekspor,” tegas Fifi Sofiah.

“Saya sangat gemas ketika melihat sekelompok pemuda yang potensinya sangat besar tetapi tidak dikembangkan karena tidak ada ibu asuh, dan tidak ada yang peduli, dan pada akhirnya mereka menjadi liar, maka LAKRI nantinya akan hadir dan merangkul mereka,” tegas Fifi Sofiah.

Terkait pengawasan tindak pidana korupsi di Indonesia, Fifi menegaskan, LAKRI mendukung seratus persen pemberantasan korupsi di Indonesia, “Karena memang LAKRI adalah lembaga anti korupsi,” ujarnya.

“Kami akan mengawasi dan memantau pemerintah daerah, kepala daerah hingga SKPD, baik itu dalam hal pengelolaan keuangan daerah hingga proyek-proyek pemerintah daerah yang menggunakan APBD, pengawasan dilakukan agar tidak terjadi monopoli proyek,” pungkas Fifi Sofiah.

Sekjend DPN LAKRI Bejo Sumantoro mengatakan, Rapat Pimpinan Terbatas DPN LAKRI akan membahas pembenahan struktur DPN LAKRI, penyusunan program kerja 5 tahun DPN LAKRI, laporan program kerja Ketua-Ketua Dewan Pimpinan Provinsi dan Iabupaten Kota se-Indonesia, pemantapan kader LAKRI untuk menciptakan kader LAKRI Yang kuat berintegritas dan solid, menyusun petisi dukungan kepada pemerintah dalam mencegah tindak pidana korupsi, menyusun petisi dukungan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi agar bersih dari mafia berkedok pemberantasan korupsi, menyusun program pencegahan tindak pidana korupsi dengan peran serta masyarakat, dan menjadikan budaya anti korupsi sebagai landasan pembangunan masyarakat. (BRH)

Comments are closed.