Satgas Citarum Sektor 21 Tanpa Kompromi Cor Lubang IPAL PT Pulau Mas Texindo

ARCOM.CO.ID ,Kabupaten Bandung. Setelah mendapatkan temuan dan bukti di lapangan, akhirnya Satgas Citarum Sektor 21 tanpa kompromi dan secara tegas melakukan pengecoran lubang pembuangan olahan limbah PT Pulau Mas Texindo (PMT), yang berlokasi di jalan Raya Nanjung Km. 2,2, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Senin, (21/10/2019), tindakan dilakukan karena PT Pulau Mas Texindo mencemari aliran sungai irigasi Babakan Mencut

Seperti diketahui, pengecoran dilakukan karena perusahaan produk pengolahan tekstil tersebut diketahui anggota Satgas Citarum Sektor 21 yang sedang berpatroli pagi hari ternyata membuang hasil olahan limbahnya ke lingkungan dengan kondisi kurang optimal, berwarna kuning, dan diduga membawa sludge.

Sebelum pengecoran, anggota Satgas Citarum Sektor 21 melaksanakan pengecekan ke fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sekitar pukul 11.00 WIB, pengecekan ini turut disaksikan awak media dan Kepala Pabrik PT PMT Subrata, tampak di outlet IPAL, limbah cair yang diolah sudah berwarna cukup jernih namun masih tampak sedikit kemerahan.

Sedangkan di lokasi Outfall, hanya ada aquarium berisi ikan koi hidup yang ditempatkan lebih tinggi dari titik Outfall, tetapi sumber airnya tidak bersirkulasi.

HRD PT Pulau Mas Texindo Juhana mengatakan, kondisi olahan limbah yang mengalir ke lingkungan saat ditemukan oleh Satgas, dikarenakan pihaknya sedang melakukan bersih-bersih, “Setiap Senin kita melaksanakan bersih-bersih, dan sudah berlangsung sejak lama,” ujarnya.

Usai melakukan pengecekan di IPAL PT Pulau Mas Texindo (PMT), Satgas Citarum Sektor 21 langsung menuju Sungai Babakan Mencut untuk melakukan pengecoran di outfall PT PMT

Anggota Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 11/Lagadar Peltu Ayi Suryana mengatakan, tindakan penutupan dilakukan karena pihaknya ketika berpatroli mendapati outlet IPAL PT PMT airnya kekuning-kuningan, sehingga pihaknya melakukan pengecekan ke dalam outlet PT PMT dan segera dilaporkan ke Dansektor 21 Kolonel Inf. Yusep Sudrajat, “Sementara lubang IPAL PT PMT kami tutup sampai menunggu proses lebih lanjut,” tegasnya.

Menanggapi pengecoran lubang outfall perusahaannya, Kepala Pabrik PT PMT Subrata, mengatakan pihaknya akan berkomunikasi dengan Dansektor 21, “Kami tidak ingin menerima hal ini begitu saja, kami akan berkomunikasi dengan Dansektor 21 untuk meminta petunjuk,” ujarnya. (BRH / ST)

Comments are closed.