Patuhi Parameter Sektor 21, Coran PT Pulau Mas Texindo Akhirnya Dibuka

ARCOM.CO.ID ,Kabupaten Bandung. Setelah beberapa waktu lalu lubang pembuangan limbah PT Pulau Mas Texindo yang berlokasi di jalan Raya Nanjung Km. 2,2, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung dicor Satgas Citarum Sektor 21 karena membuang limbah kotor ke sungai, akhirnya, pada Rabu, (30/10/2019), lubang tersebut di buka kembali karena pihak pabrik sudah memenuhi parameter Sektor 21, yakni limbah akhir jernih, tidak berbau, tidak panas, dan ada ikan koi di outlet akhir.

Pembukaan coran lubang pembuangan limbah PT Pulau Mas Texindo dihadiri langsung Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, S.IP., M.Si., disaksikan Pemilik PT Pulau Mas Texindo Irwan Koswara.

“Kami berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan dengan cara mengelola limbah sesuai arahan Satgas Citarum,” kata Pemilik PT Pulau Mas Texindo Irwan Koswara di hadapan para awak Media, “Kami akan lebih serius menjaga lingkungan dengan mempertahankan hasil olahan limbah yang dialirkan ke sungai,” tegasnya.

Sebelumnya, Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, S.IP., M.Si., mengecek langsung IPAL PT Pulau Mas Texindo, Dansektor 21 mencermati mulai dari inlet hingga ke outlet, pantauan di lapangan, tampak hasil olahan limbah pabrik ini sudah berwarna bening, dan terdapat bak indikator di titik koordinat outfall yang sumber airnya berasal dari IPAL, ditambah ada ikan koi hidup yang menandakan limbah aman dibuang ke sungai.

“Sesuai Perpres No.15 tahun 2018, tugas dari Sektor Satgas Citarum jelas, yakni mengembalikan ekosistem di DAS Citarum,” kata Dansektor 21 seusai melihat IPAL PT Pulau Mas Texindo, “Sampai hari ini, kami tetap konsisten melaksanakan kegiatan yang salah satunya pengecekan ke industri penghasil limbah cair yang berpotensi mencemari aliran sungai,” tegasnya.

“Saat ini kami di PT Pulau Mas Texindo melaksanakan pengecekan sekaligus membuka lokalisir yang dilakukan oleh Satgas Sektor 21 kurang lebih dua minggu lalu, pembukaan dilakukan agar perusahaan kembali beroperasi dengan normal,” ungkap Dansektor 21.

“Sekarang hasil olahan limbah pabrik ini sudah bagus, tadi kita sudah lihat bersama di saluran outlet sebelum olahan limbah keluar sudah ada bak yang berisi ikan koi hidup, artinya sudah aman untuk dibuang ke sungai,” kata Dansektor 21, “Saya juga menekankan agar manajemen pabrik ini konsisten dalam mengolah limbahnya,” tegasnya.

“Kita harap hasilnya agar tetap bagus seperti hari ini,” kata Dansektor 21 sembari menunjukan sampel air berwarna bening di dalam botol yang diambilnya dari saluran outlet.

“Saya tahu pabrik ini mengeluarkan cost yang sangat banyak untuk mengelola IPAL, tapi ini adalah kewajiban perusahaan tekstil agar lingkungan bersih,” tegas Dansektor 21, “Namun semua pihak harus win, jangan win-nya antara pabrik dan karyawan, tetapi juga semua masyarakat dan lingkungan, jadi, semua harus menang,” ujarnya, “Jadu olahan limbah yang dikeluarkan ke lingkungan harus bersih, perusahaan tetap dapat untung, dan karyawan tetap bisa mencari nafkah di perusahaan,” pungkasnya.

Kegiatan pengecekan Dansektor 21 ke PT Pulau Mas Texindo diakhiri dengan pembuatan surat pernyataan komitmen yang isinya antara lain perusahaan akan senantiasa mengolah limbahnya dengan hasil sesuai baku mutu dan arahan Satgas Citarum.

PT Pulau Mas Texindo sendiri telah berdiri sejak 1996, dan saat ini memiliki 680 karyawan. (BRH / ST)

Comments are closed.